Cerita dari Kisah ku dimana cinta tulus yang harus pergi sia-sia akibat harapan yang begitu tinggi namun tidak bisa menggapainya dengan kedua tanganku sendiri, karena disaat bibit cinta yang hampir tubuh harus sirna setelah melihat kepergiannya untuk sekarang dan seterusnya, cerita ini adalah alur mundur yang bisa dibilang kejadiannya sudah berlalu namun masih ada didalam benakku.
Karena semua kejadian bisa terlupakan dengan seiringnya waktu membuatku inisiatif untuk mengukir nya dalam cuplikan cerita ini supaya suatu saat nanti aku akan membaca ulang ketika aku sudah bertemu dengannya untuk yang kedua kalinya jadi singkat waktu aku akan menceritakan sebuah kisah dimana seorang pria tulen yang tidak pernah bersosialisasi dengan lingkungannya
Akibat di tahun 2019-2021 harus terkurung didalam rumah, karena menghindari virus yang bernama COVID-19 yang sudah hampir merata di Indonesia tentunya di kota ku tinggal pada saat itu, pada hari sebelum terbukanya sekolah aku bertemu dengannya secara tidak sengaja dan pertemuan kami bisa dibilang tidak disengaja
Karena waktu itu aku sudah tidak memiliki harapan lagi untuk mencari teman, dan tentunya aku malah lebih tenggelam di lautan yang bernama kesepian akibat tidak miliki teman, dimana hari-hari ku harus ku habiskan untuk berdiam diri di rumah yang statusku masih jomblo, karena aku cenderung nolep di kamar
Sehingga suatu hari secara mengejutkan aku mendengar suara ketukan pintu dengan pelan namun bertenaga, sambil memanggil namaku berulang kali, "Ben... Beni" panggilnya sebanyak ia mengetuk pintu karena nama ku Beni dictus Putra Pandawa jadi seluruh orang memanggilku beni entah itu teman ataupun keluarga
Karena sudah dipanggil aku bergegas keluar untuk melihat tamu yang datang di sore hari, karena di rumah hanya ada aku seorang di sana, sedangkan keluarga di rumah kebetulan berada di luar kota, dan hanya meninggalkan aku dan adikku seorang
Dengan lembut aku membuka pintu sambil berkata kepada tamuku, "Bude ada apa ya?, kok sore-sore datang kesini?" tanyaku dengan tutur kata lembut karena adat dari orang Jawa adalah kesopanan terhadap orang lebih tua
"Ben, apa kamu mau ikut pemuda-pemudi?" tanya balik dari tetanggaku tanpa di beri masuk olehku
Karena yang datang waktu itu ialah tetanggaku yang kebetulan satu iman denganku, ditambah dia datang bersama ibu-ibu yang aku sendiri tak kenal dia siapa, jadinya waktu itu tamuku ada dua orang
"Apa itu pemuda-pemudi, bude?" tanya ku dengan lirih senyum sumringah terukir di wajah karena karakter ku pada saat itu tergolong pemalu terhadap seseorang yang baru aku temui
"Gini beni, tante mau ajak kamu ke perkumpulan anak-anak muda di gereja, soalnya dari kemarin tante lihat kamu jarang ke gereja" tanya tante tersebut dengan senyum tulusnya
(Note: Untuk namanya dari tetangga, aku lupa karena kejadian tersebut sudah dibilang cukup lama terjadi)
"Waduh,.. gimana aku harus menjawab!!" batinku yang mulai resah dari jawaban sang tetanggaku barusan
Karena aku memang jarang ke gereja, bukan karena aku malas ibadah cuman aku tidak suka keramaian apalagi harus melihat orang yang umurnya sepantaran denganku
"Mau yah" bujuknya dengan sorot mata penuh harapan sehingga secara tidak sengaja mulut tergelincir dan berkata "Iya" sampai-sampai waktu itu aku pergi bersamanya ketempat yang tidak jauh dari komplek rumah dan berhenti di sebuah rumah sederhana, tentu saja aku sudah siap-siap waktu itu dengan pakaian rapi dan celana hitam panjang, tidak lupa dengan sepatu kebetulan sepatu ku berwarna hitam
Jadinya aku menggunakan penampilan serba hitam, tapi tidak untuk wajahku, karena wajahku sawo matang, di sana aku melihat seorang gadis familiar dan benar saja setelah aku amati lebih teliti aku menyadari kalau gadis tersebut adalah kakak kelasku yang dulu pernah aku lihat di masa-masa sekolah sebelum di segel pemerintah
Dia berparas cantik yang kulitnya putih bening tidak lupa memberi tahu kalian jika gadis tersebut memiliki rambut sepanjang bahu, karena dirinya belum kenal aku jadinya ia bersifat dingin kepadaku kecuali terhadap ibu-ibu yang datang menjemput ku diwaktu sebelumnya
"Dek,.. Gimana jemputan nya?" tanya salah satu dari tante tersebut kepada kakak kelas ku
"Belum sampai tante, di tunggu saja dulu" balasnya dengan ramah sebelum ia masuk kembali ke dalam rumah karena waktu itu kakak kelasku masih dalam pakaian biasanya jadi aku yang melihat bisa langsung tahu kalau gadis tersebut merupakan anggota pemuda-pemudi dari apa yang dibilang tetanggaku
Setelah menunggu beberapa saat aku hanya sibuk mengusap layar handphone tanpa perlu memperdulikan hal yang lain karena aku diajak atas ketidak tega-an selebihnya tidak ingin sama sekali bahkan sempat rasanya aku ingin pulang ke rumah dan lanjut tidur dari pada harus terus menunggu di tempat itu tapi ya tidak bisa karena memang semuanya telah menjadi pilihan ku
Tidak lama menunggu tiba-tiba datang dua gadis yang menggunakan sepeda motor yang bermerek beat dengan wajah berseri antusias tampak dari mimik ekspresi mereka yang begitu gembira bahkan ketika mereka sampai pun mereka masih canda gurau
Sehingga kedatangan mereka langsung disambut kakak kelas yang waktu itu masih didalam rumah, karena mendengar motor dari sahabatnya, pada waktu itu aku masih duduk termenung di teras sambil menatap dalam-dalam ke arah gadis tersebut yang masih ngobrol di depan mataku
"Lama banget kalian, katanya mau ke counter aja" ucap Kesal kakak kelas dengan ketus
"Yah kak, kami juga enggak lama perginya" balasan dari gadis yang duduk dibelakang yang segera turun dari motor, gadis tersebut berambut pendek dengan wajah sedikit jerawatan
Berbeda dengan gadis yang membawa motor dia merupakan gadis cantik hanya saja gayanya sedikit tomboi, itu yang pernah terbesit dalam benakku walaupun aku juga baru pertama kali melihatnya
"Udah jemput papi kak?" tanya gadis yang membawa motor
Sementara aku yang melihat hanya bisa bertanya-tanya didalam hati, karena waktu itu perasaan ku sudah tak karuan, yang paling mendominasi hanya rasa cemas dan gelisah ketika melihat gadis sepantaran denganku, yah.. Bisa dibilang kalau aku sedikit paranoid dengan wanita
Setelah lama menunggu akhirnya datang mobil yang terlihat sudah tua namun masih kuat di bagian mesin, mobil itu terhenti di depan rumah tempatku menunggu yang memperlihatkan seorang pria dengan tubuh sedikit gemuk dan tingginya hanya sekitar 157 cm, dia tersenyum kearah ku yang tidak sengaja dua ibu-ibu yang mengantarku langsung menyuruh aku dan 3 gadis tersebut untuk masuk ke mobil
Terlihat Gadis berparas cantik namun sedikit tomboi tersebut mendekati salah satu ibu-ibu yang duduk di teras sambil berkata, "Ibu aku berangkat dulu" ucapnya sambil mencium tangan ibu sendiri sebagai mana mestinya
Aku yang melihat cuman bisa tertegun sejenak sebelum lanjut berjalan menghampiri mobil tumpangan, setelah aku pergi menuju lokasi aku sempat melirik ke depan karena waktu itu posisi aku duduk ada di paling belakang karena mobil sedikit tua jadi tak heran kalau suasananya sedikit berbeda dari mobil modern saat ini
Walaupun membawa mobilnya sedikit pelan namun aku senang karena akhirnya sampai di tujuan karena perjalanan yang di tempuh lumayan jauh dari tempat asal ku, setelah turun dari mobil aku hanya planga-plongo karena gereja yang aku lihat pada saat itu masih tergolong sederhana dan berada ditempat yang sedikit pelosok
Untuk sesaat aku seperti anak hilang yang tak punya tujuan sementara ketiga gadis tesebut masih sibuk bercanda gurau dengan wajah berseri, sempat didalam hati aku mengumpat diri sendiri dengan sebutan yang tak karuan, "Dasar bodoh kenapa aku harus datang kesini" ucapku dalam hati yang terus mengulang di setiap aku mulai gelisah
Pada saat itu pikiran ku sudah tidak konsisten, tapi tidak lama setelah aku sampai, keluar seorang wanita paruh baya dengan wajah tersenyum tulus sambil berkata dengan ramah, "Eh.. Sudah datang" ujarnya dengan senyum di wajah
"Iyah mami baru saja sampai" balasan dari kakak kelasku dengan senyum tulus lalu mencium tangan mami dengan diikuti oleh teman-temannya setelah itu aku ikut menyusul walaupun pada saat itu aku masih kebingungan
Karena sudah mengumpul mami segera mengajak kami masuk ke dalam untuk mengikuti ibadah pemuda-pemudi yang tinggal beberapa menit lagi akan dimulai, aku yang sempat berfikir kalau tidak ada laki-laki, ternyata salah karena setelah itu datang beberapa pria yang baru saja sampai ada yang mengunakan motor ada juga yang berjalan kaki tapi jika di hitung seluruhnya ada 5 orang pria
3 orang wanita, perbandingannya bisa dibilang jauh berbeda, singkat waktu akhirnya ibadah kami telah usai dan tersisa waktu untuk ngobrol singkat dengan sesama pemuda, karena aku tidak kenal dengan siapa-siapa jadinya aku cuman bisa diam, pada waktu itu aku melihat seluruh orang yang saling mengenal dan ngobrol sedangkan aku hanya diam terpaku dengan perasaan campur aduk
Tapi tidak lama pria dan wanita paruh baya tersebut mulai bertanya kepada ku tentang pertanyaan ringan dimana aku bisa menjawabnya dengan tuntas, sehingga seluruh anggota pemuda-pemudi mulai menatap ku karena merasa aku adalah anggota baru mereka, ketika mereka sudah mengetahui namaku tanpa enggan mereka mulai berkenalan denganku dan mengajakku ngobrol
Walaupun pada saat itu aku masih sangat canggung untuk berbicara di depan mereka, namun setelah menghabiskan beberapa saat akhirnya aku bisa bersosialisasi dengan mereka sampai tidak sadarnya aku yang selama ini kurang beribadah di gereja aku malah berubah drastis dimana aku sekarang jauh lebih rajin dan sering mengikuti ibadah pemuda-pemudi
Sampai-sampai Kepribadian ku langsung berubah drastis tanpa aku sadari, dimana aku yang selalu pemalu dan tidak percaya diri, kini malah menjadi orang lain dimana aku lebih pede terhadap orang-orang dan menganggap semua orang itu baik tidak sejahat apa yang aku pikirkan
Tapi dengan seiringnya waktu akhirnya aku jatuh hati kepada salah satu gadis yang ada di gereja walaupun pada saat itu aku hanya ngobrol beberapa kali dengannya, karena sifat kami bertolak belakang, dimana dia adalah wanita tomboi yang bernama Angel
Pada saat itu perasaanku hanya perasaan iba tanpa ada rasa lain dimana aku sadar kalau kelakuan tomboinya hanya sebuah perisai dimana dia tidak ingin hatinya terluka lagi, karena beberapa faktor aku bisa tahu karena kebetulan rumah kami dekat karena dia adalah anak tetanggaku
Rasa iba itu membuatku terbelenggu untuk menolongnya tapi karena karakter ku yang tidak sesuai membuatku lebih memilih diam, tapi tanpa disadari itu malah membuatku semakin tidak berguna dan culun bahkan rasanya aku lebih memilih untuk menghilang dari pada harus menatap matanya yang meminta pertolongan, aku bisa tahu karena senyumnya hanya senyuman paksa
(Note: Author tidak bisa menceritakan masalahnya persatu-satu karena ini masalah pribadinya dan itu merupakan privasi, jadi author bisa kasih gambaran dimana, gadis yang author suka memiliki berbagai macam tekanan dimana yang terberat adalah keluarga, karena author selalu memantaunya dari jauh, yah... Seperti pengagum rahasia lah😶)
Singkat waktu tidak hanya rasa iba yang aku rasakan karena setelah melihat bakatnya, dan lantunan lagu yang dia nyanyikan ketika pensi membuatku sadar dan berfikir kalau dia bisa melewatinya hingga aku menghela nafas lega akan tetapi ketika kelulusan kami harus berpisah
Akibat cewe yang author suka telah memilih jalannya sendiri, dan aku yang tetangganya hanya bisa tersenyum dan menerima dengan hati lega karena ia telah memilih apa yang sudah menjadi jalannya, tapi setelah kepergiannya aku baru sadar kalau rasa iba itu justru berganti menjadi rasa kehilangan yang aku tidak tahu kenapa tapi aku bisa tahu kalau itu hal yang di nama kan (cinta)
Karena cinta bukan hanya sekedar memiliki tubuh melainkan hati, karena kita akan merasa lebih bahagia ketika melihat orang yang kita sukai sudah bahagia walaupun bukan bersama kita, tugas kita hanya bisa tersenyum dan tertawa dihadapannya anggap semua tidak pernah terjadi yaitu tentang perasaan dan suka kita
Walaupun berat tapi bukankah itu yang namanya cinta mungkin dari kepergiannya aku merasa sedih namun tidak untuk masa depan ku, walaupun orang yang aku suka bisa dibilang populer tapi dari pria yang menyukainya hanya tahu tentang bakat dan parasnya tanpa tahu latar belakangnya yang tentunya membuatku bingung harus apa, tapi karena masa depanku masih panjang
Membuatku memutuskan untuk melangkah walaupun berat tapi ini jalan ku, dimana aku akan menjadi orang sukses untuk mencari dan menolongnya walau dulu aku tidak sempat menolong tapi aku akan menolongnya dimasa depan dengan kemampuan dan talenta yang akan menghancurkan tembok diantara aku dan dirinya
Walaupun pada ujungnya aku hanya bisa percaya dengan Tuhan tentang jalan ku, tapi aku yakin dan percaya kalau suatu saat nanti semua akan indah pada waktunya dimana perasaanku akan terbalaskan dan masa depanku akan menjadi lebih cerah karena aku akan menjadikannya sebagai garis finis ku.
"SELESAI*
CERITA INI ADALAH KISAH NYATA KU, BAGI KALIAN YANG MEMBACANYA JANGAN MENYERAH HARAPAN KALIAN TIDAK SIRNA ASALKAN KALIAN PERCAYA DAN YAKIN SEMUA AKAN JAUH LEBIH INDAH DARI PADA SEKEDAR YANG DIINGINKAN SAAT INI WALAUPUN KALIAN TIDAK BISA MEMILIKINYA, SETIDAKNYA KALIAN BISA BELAJAR BANYAK TENTANG APA YANG TERJADI AGAR KALIAN BISA SADAR KALAU JODOH KALIAN BUKAN DIA MELAINKAN SEORANG YANG LEBIH BAIK, KARENA SEMUA PASTI ADA TIMBAL-BALIKNYA.