awal cerita dimulainya jalinan kasih seorang anak muda..dan mereka menjalin hubungan(pacaran)..hubungan mereka pun berjalan dengan sangat baik kurang lebih 5 bulan..setelah itupun dua sejoli itupun menjalin hubungan yang lebih serius(menikah) dan karena menikah muda(16thn)..merekapun hanya dapat menikah secara agama (menikah siri)..awal pernikahan mereka hinga 2 tahun pun berjalan harmonis..namun setelah 2 tahun telah menjalin hubungan yang harmoni di situlah mulainya bermunculan badai badai masalah yang menimpa keharmonisan keluarga kecil kedua sejoli tersebut..mulai dari tidak kecocokan pendapat antara mereka berdua..pihak keluarga dari kedua belah pihak yang saling berseteru..ada nya orang ke 3..dan masih banyak lagi yang menyebabkan hubungan mereka pun ber ujung tanduk..meskipun mereka sudah ber ulang ulang kali kembali berusaha untuk menjalin hubungan kembali namun mungkin takdir berkata lain..sang perempuan pun akhirnya memilih untuk meninggalkan sang pria..dan ia pun memilih untuk menjalani kehidupan tanpa adanya sang suami...namun setelah beberapa bulan pun mereka bersatu kembali..awalnya biasa mereka menjalin hubungan yang sangat harmonis hinga mereka di kharuniahi seorang putri kecil yang sangat cantik..hubungan mereka pun sangat baik semakin tumbuh anak mereka pun tumbuh menjadi seorang putri yang sangat pintar...namun karena mereka belum cukup umur pun mereka tetap belum bisa menikah sah secara negara..dan putri merekan pun sayang hanya memiliki surat dari rumah sakit atas data datanya dan surat rumasik itupun hanya mencantumkan nama ibunya tidak ada nama sang ayah ...itu pun membuat keluarga sang wanita pun semakin leluasa untuk membawa pulang putrinya dan sang cucu nya...dari awal itu pun sang suami sering marah karena sejak itu pun sang istri tidak mau melakukan pekerjaan rumah..dan sang istri pun jugaa sering pulang kerumah sang ibu bahkan tanpa meminta izin sang suami terlebih dahulu...suami berangkat kerja pun harus menyiapkan bekal sendiri..begitupun setiap pulang kerja jarang melihat sang istri dan putri kecilnya di rumah..mungkin setelah sekian lama kurang lebih 4 tahun sang suami bertahan dan hanya slalu Diam ..akhirnya sang suami pun kehabisan kesadaran...dan sang suami pun yg biasanya mengalah dan diam..berubah menjadi seorang suami yang tegas..sang suami pun memberikan pilihan kepada sang istri yang setelah lama selalu mengajak berpisah dengan nya..dan akhirnya sang istri pun memberikan jawaban kepada sang suami ..dan benar sang istri pun kembali memilih untuk kembali berpisah dengan sang suami dan meminta anaknya untuk di bawanya..namun apa daya sang suami karena mereka belum mendapatkan surat pernikahan yg sah dari negara ..sang suami pun hanya bisa mengikhlas kan sang putri kecilnya untuk di bawa istrinya pulang ke rumah ibunya kembali..sedihh..serasa hidup tidak ada gunanya..sang suami pun hampir frustasi karena kehilangan putri kecilnya..1bulan berlalu perpisahan itu sang suami pun kembali menjalani kehidupan,nya..kebali bekerja untuk tetap bisa memberikan nafkah kepada putri kecilnya..sang suami pun hanya sebulan sekali bisa bertemu sang putri kecil..jika hanya sang suami memberikan uang untuk sang putri kecil itupun cuma sebentar 4_5 jam saja..setiap waktu itu pun sang suami selalu sedih karena melihat sang putrri selalu menangis saat berpisah dengan sang ayah