Lisa seorang gadis yang terlahir kaya dan tekah memiliki kekasih bernama Bejo. Kisah asmara Lisa sangat bahagia bersama Bejo, meskipun bukan dari keluarga yang terpandang, mereka saling mencintai satu sama lain. Lisa hanya bekerja sebagai guru TK di sebuah sekolah keci, gajinya bahkan hanya cukup untuk dirinya sendiri yang jauh dari orang tua. Sama halnya dengan Bejo yang adalah seorang pengrajin kayu. Mereka berdua telah cukup lama menjalin hubungan hingga suatu hari, ayahnya menyuruhnya kembali ke Surabaya untuk dinikahkan.
“Tidak.. Lisa tak ingin menikah dengan orang asing.” Ucapnya pada kedua orang tuanya
Ayah Lisa terkenal sangat disiplin dan cukup keras kepada semua anaknya baik laki laki ataupun perempuan. Dari awah ayahnya tak pernah setuju anak perempuannya pergi merantau apalagi berpacaran dengan pria yang tak memilki masa depan seperti Bejo.
“Papa sudah memberikan kamu kesempatan untuk merantau ke Jakarta Lisa, dan kamu hanya menjadi seorang guru TK? Berpa gajimu? Itu tak seberapa dengan apa yang papa berikan selama ini padamu” Ucap ayahnya kesal.
“Lisa senang bisa bertemu dengan anak anak papa, dan Lisa bahagia dengan kekasih Lisa yang sekarang. Lisa tak pernah merasa malu hanya karena Bejo adalah seorang pengrajin kayu” Ucapnya sambil berlinang air mata.
Kemarahan ayahnya memuncak dan menyebabkan pipi kanan Lisa memerah akibat tamparan yang cukup keras yang diberikan ayahnya padanya.
“Mau sampai kapan kamu tak mematuhi orang tuamu? Mulai saat ini tak perlu lagi kamu kembali mengajar di TK itu dan berhubungan dengan Bejo” Ucap ayahnya kesal.
Lisa menangis sambil memegangi pipinya yang memerah, ibu dan kedua kakaknya membantunya berdiri dan mengantarnya ke kamar. Semalaman Lisa menangis karena perlakuan kejam ayahnya padanya. Ia mengambil ponselnya dan mencob menghubungi kekasihnya.
“Bejo.. Aku harus bagaimana? papa memintaku untuk mengakhiri hubungannya padamu. Aku tak ingin melakukannya. Papa akan menikahkanku dengan laki laki pilihannya!!” Ucap Lisa menangis
Sebuah ruangan yang gelap, seorang pria menjawab panggilan dari Lisa, berbeda dengan Bejo yang dikenal Lisa, ia adalah seorang Pengusaha kaya yang ternyata adalh Bejo, Bejo menyamar menjadi seorang tukang kayu dan mendekati Lisa.
**Flashback 2 tahun yang lalu**
“Ben, kamu coba lihat foto ini. Manis bukan? Dia pernah menyelamatkan nyawa papa ketika papa kecelakaan dan membutuhkan pendonor darah. Namanya Lisa, dia anak yang baik dan sopan” Ucap ayah Ben
Ben melihat foto itu dan sedikit tertarik oleh paras Lisa yang manis dan sederhana, ia tersenyum kepada ayahnya dan mengerti maksud ayahnya menunjukkan foto itu.
“Aku mengerti maksud papa, tapi biarkan aku melihatnya dahulu, benarkah dia seperti yang papa katakan atau tidak” Ucap Ben.
Dengan menyar sebagai pengrajin kayu, Ben mulai mendekati Lisa tanpa membuatnya curiga sedikitpun, Satu tahun berlalu dan Ben yakin dengan Lisa, Ben ingin segera menjadikan Lisa pasangan hidupnya.
“Halo papa. Be sudah melihatnya, Lisa seperti apa yang papa katakan.” Ucap Ben
“Baiklah, persiapkan segalanya, papa akan mencari cara untuk melamar Lisa” Ucap ayah Ben.
***
“Lisa, lakukan saja apa yang orang tuamu katakan, mungkin ini yang terbaik. Mungkin kamu akan lebih bahagia bersamanya” Ucap Ben
Lisa merasa bahwa Bejo seperti tak memperjuangkannyaa, diasaat isa mati matian tak ingin dinikahkan dengan orang asing, kekasihnya seperti tak mempedulikannya, membuatnya merasa sangat terpuruk. Lisa menangis sekencang kencangnya, ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan unuk menolak perjodohan yang sudah direncanakan oleh ayahnya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ibu Lisa masuk kamar dan memeluk anaknya yang sedang menangis. Ibunya mengerti perasaannya dan mencoba menenangkan anaknya itu.
“Mama.. Mengapa papa sangat kecap dengan Lisa? Aku tak ingin menikah dengan laki laki yang tak ku kenal mama” Serunya sambil menangis
“Tenanglah Lisa. Papa melakukan ini karena papa menyayangimu. Papa ingin yang terbaik untukmu. Lakukan saja apa yang dikatakan papa.” Ucap ibunya.
Berhari hari Lisa menangis, Lisa tak bisa makan dan tak ingin minum. Yang dilakukannya hanya menangis didalam kamar menunggu hal baik terjadi dalam hidupnya. Namun nyatanya hal itu tak terjadi. Tepat tujuh hari setelah Lisa kembali dari Jakarta, Lisa dilamar. Segala jenis aksesoris dan make up terpasang di wajah dan juga tubuhnya.
“Pak Hermawan, selamat datang pak.. Silahkan masuk” Ujar ayah Lisa.
Lisa tak juga keluar dari kamarnya, jantungnya berdegup kencang karena sebentar lagi ia akan menjadi milik orang lain, tak ada lagi air mata yang keluar. Segalanya telah habis terkuras, Lisa merenungi nasibnya yang malang.
“Lisa” Teriak ayahnya memanggil
Beberapa kali ayahnya memanggil Lisa namun ia tak kunjung keluar dari kamarnya, keadaan mulai sunyi saat itu sampai ibunya berteriak dan membuat semua orang terkejut.
“Papa...!!!” Teriak ibunya.
“Lisa menghilang” Ucap ibunya.
Orang tua mana yang tak panik mengetahui bahwa anaknya menghilang begitu saja, tepat saat ia akan segera di lamar, Lisa melarikan diri. Ia tak siap dengan segalanya dan memutuskan untuk meninggalkan rumah dan kembali ke Jakarta.
“Tenanglah semuanya, biar Ben yang mencari Lisa. Ben paham mengapa Lisa sampai seperti ini.” Ucapnya.
Ben keluar dan langsung mengejar Lisa dengan mobil mewah yang digunakanya. Dengan rasa panik dan kecepatan tinggi Ben mencari Lisa.
“Mengapa seperti ini? Seharusnya ku katakan saja bahwa aku yang akan menikahinya? Bagaimana kalau dia sampai terluka? “ Ucap Ben
Ben mencoba menghubungi Lisa namun tak juga diangat, ia tak mudah menyerah. Ben terus menghubungi Lisa tak peduli seberapa banyaknya.
“Kamu dimana sayang? Angkatlah panggilanku?” Ucap Ben.
“Akhirnya.. Lisa kamu dimana?” Tanya Ben panik
“Bejo kamu dimana? aku akan kembali ke Jakarta sekarang. Aku akan menemuimu” Ucap Lisa.
“Sayang jangan lakukan itu. Katakan kamu dimana?” Tanya Ben
“Aku di bandara Juanda” ucap Lisa.
Segera Ben menaikan kecepatannya dan menuju bandara Juanda. Seperti orang gila rasanya, Ben panik dan terus menaikkan kecepatannya dan ia sampai di bandara. Benturun dan mencari kekasihnya itu, segala sudut ia datangi untuk menemukan Lisa.
Sosok gadis yang ia kenal saat itu tepat berada didepannya. Ben memeluk kekasihnya itu dengan wajah panik yang tidak karuan.
“Mengapa kamu pergi meninggalkan rumah? Apa kamu tak ingin menikah denganku? Tanya Ben
Lisa melihat Bejo kekasihnya, namun dengan cara berpakaian yang berbeda. Lisa tak mengerti dengan segala yang terjadi saat ini. Baru saja ia menelepon Bejo untuk kembali kejakarta menemuinya dan saat ini kekasihnya berada tepat di depannya.
“Bejo.. Apa yang kamu lakukan disini? Dan apa maksudmu aku tak ingin menikah dengan mu?” Tanya Lisa.
“Aku yang akan menikah denganmu. Aku Ben Josua. Aku menyamar untuk mengenalmu lebih dekat” Ucap Ben
Lisa masih tak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini, ia merasa seperti dipermainkan sekarang.
“Maafkan aku Lisa. Aku tak ada maksud mempermainkanmu. Percayalah bahwa aku sangat menyayangimu”
“Kembalilah sayang dan menikahlah denganku” Ucap Ben.
tatapan tulus dari Ben membuatnya percaya bahwa ia bersungguh sungguh. Lisa menangis dan memeluk Ben. Ia hanya ingin menikah dengan kekasihnya dan bukan dengan orang asing. Saat ini ia merasa senang bahwa laki laki yang akan menjadi suaminya adalah kekasihnya sendiri dan tak ada alasan baginya untuk menolak perjodohan ini lagi.