"Lena ... Lena!!", Teriak wanita paruh baya yang tak lain adalah Ibu tiri Lena
"Ada apa?", tanya Lena
"Malam ini kau gantikan adik mu dulu untuk menghadiri pesta dansa malam ini", Pinta Bibi
"Kenapa harus aku jalang itu sakit lagi", Tebak Lena
"Jaga mulut mu ini demi nama baik keluarga Trinaedi dan perusahaan Ayahmu ", Ancam Bibi
"Cihh apa pentingnya nama baik", Ucap Lena
"Sudahlah turuti saja, berangkat jam 08.00 jangan lupa", Ucap Derlin dan pergi meninggalkan Lena.
****
Mau tak mau Lena datang ke acara itu Ayahnya juga memaksa Lena ikut serta karena Ayahnya memiliki riwayat sakit jantung jadi takutnya jika Lena menolak akan memperkeruh kesehatan Ayahnya.
"Huhh Celine bodoh kenapa harus aku yang menggantikan nya", Umpat Lena disela-sela perjalanan menuju gedung pesta
"Nona silakan tunjukkan kartu undangan anda", Ucap penjaga
"Ahh ini", Jawab Lena seraya menyerah kartu undangan
"Baik silahkan menikmati pestanya", Ramah penjaga wanita
Lena masuk dan terpesona akan isi di gedung itu hampir semuanya berwarna emas bahkan gelas sampanye juga berwarna emas.
"Sepertinya tidak buruk juga aku ikut pesta kelas atas ini", Batin Lena
Lena langsung ke bagian makanan penutup karena banyak kue² manis yang disukai Lena sampai² jadi cibiran para tamu.
"Lihat gadis itu sangat menjijikan apa dia terlalu miskin untuk membeli kue", cibir para tamu namun Lena tak menganggap cibiran itu.
"T- tuan selamat datang silakan nikmati pestanya", sambut pelayan
"Ya", Ketus Dazai
"Wahh lihat Tuan Dazai sangat tampan andai aku pacarnya", puji para tamu
"Baiklah para tamu sudah lengkap langsung saja kita laksanakan pesta dansa untuk pembukaan perusahaan Madishen yang baru dikota A ini pertama Tuan Dazai Yale Madishen akan menyampaikan salam pembuka", Ucap Pengacara
Dazai maju ke panggung dan menyampaikan salam pembuka cukup singkat karena Dazai tidak suka hal yang bertele-tele tapi para gadis sudah sangat tergila-gila juga senang melihat wajah tampan Dazai.
"Baiklah pesta dansa resmi dimulai nikmatilah alunan musik yang indah", Ucap Pengacara
"Ehh sudah dimulai ya sepertinya sampai disini dulu kue² yang manis aku harus mencari pangeran hehe", Ucap Lena pelan
"Aku harus mendapatkan kontrak kerja dengan Perusahaan Madishen baru perusahaan Trinaedi akan berkembang tapi dimana katanya CEO baru Madishen", Batin Lena
"Ahh itu dia sepertinya para gadis mengerubungi aku tunggu saja lah", Batin Lena
"Permisi maukah nona berdansa denganku", tanya pria bertopeng
"Aku tidak pandai berdansa", Ketus Lena
"Aku akan mengajarimu", Tawar pria bertopeng
"Baiklah", Ucap Lena
Lena dan pria bertopeng itu berdansa dibawah alunan musik, sangat indah hingga para penonton tercengang.
"Terimakasih sudah mengajakku berdansa", Ucap Lena dan buru² pergi.
"Ehh tunggu",
Lena pergi meninggalkan gedung itu karena saat dansa tadi dia melihat mantan pacarnya yang sudah memiliki pacar baru sepertinya Lena masih sakit hati
"Sial mataku ternodai", Umpat Lena
****
"Bagaimana Lena kau mendapatkan kontrak kerja itu?", Tanya Ayah Lena
"M- maaf Ayah tadi aku tidak sempat karena para gadis sudah mendahului ku", Lirih Lena
"Yasudah kau pasti lelah sana istirahat lah", Ucap Ayah Lena
"Baik Ayah",
#Beberapa bulan kemudian
"Apa!! Ayah aku tidak mau menikah", Teriak Lena
"Ayolah ini demi perusahaan Trinaedi berbakti sedikit lah", Ucap Derlin
"Nak kita beruntung mendapatkan bantuan dari Perusahaan Madishen tapi mereka ingin syarat", jelas Ayah Lena
"Tapi tapi Celine kan ada kenapa harus aku", Bentak Lena
"Tuan Dazai tidak tertarik dengan Celine terpaksa dirimu yang harus menggantikannya", Ucap Ibu tiri Lena
"Cihh kalian berbohong", Seringai Lena dan pergi meninggalkan rumah untuk menenangkan diri
#Di danau
"Ibu aku tidak mau menikah aku hanya ingin ibu", Lirih Lena sambil menangis menatap foto ibunya
Cukup lama Lena di danau itu sampai telepon berbunyi.
"Ya ada apa", Tanya Lena
"Tuan Rehan mengalami serangan jantung harap pergi ke rumah sakit Lintang", Ucap suster
"Ayah!", Pekik Lena dan segera pergi ke rumah sakit
#Rumah sakit
"Bagaimana kondisi Ayah", Tanya Lena yang baru sampai
"Ck ini semua gara² kau sekarang Ayahmu terkena serangan jantung karena kau menolak pernikahan", Cibir Derlin ibu tiri Lena
"Berisik yang terpenting kita tunggu operasi selesai", Ucap Lena
Operasi berjalan selama 2 jam dan dokter sudah keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana dok kondisi Ayahku", Tanya Lena
"Pasien sudah stabil beruntung kali ini bisa dicegah lain kali lebih hati² ya", saran Dokter
Beberapa hari sudah berlalu Ayah Lena sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap.
"L- Lena", lirih Rehan
"Ayah syukur ayah sudah bangun", Ucap Lena seraya memeluk Ayahnya
"Ayah baik baik saja",
"Ayah maafkan aku karena aku menolak, Ayah jadi terkena serangan jantung aku tidak ingin kehilangan Ayah aku ... aku bersedia menikah", Ucap Lena
"Nak terimakasih ini juga untuk perusahaan keluarga kita Ayah senang sekali mendengarnya", Ucap Rehan dan memeluk kembali putrinya
"Iya Ayah asal Ayah bahagia aku siap", Batin Lena
#Perusahaan Madishen
"Tuan Nona Lena bersedia", Ucap Sekretaris Dazai
"Baiklah", Ketus Dazai
"Dazai kau beneran akan menikah ya", Tanya Sahabat Dazai yaitu Galvin
"Memangnya kenapa kau kira aku gay", Ucap Dazai
"Ya ini terlalu mengejutkan untukku kau kan selalu dingin didepan para wanita", Jelas Galvin
"Berisik kau aku hanya merasa dia itu mirip dengan Abelia", Ungkap Dazai
"Jadi kau menikah dengannya hanya karena dia mirip Abelia", Tanya Galvin
"Kurang lebih seperti itu", Ujar Dazai
#Hari pernikahan
"Sial di hari pernikahan ku pun aku harus menikah dengan orang yang tak kukenal", Batin Lena
Pernikahan sudah berlangsung tetapi Lena terus saja memasang wajah masam dan tak pernah tersenyum.
"Nak tolong jaga Lena ya", Ucap Rehan
"Ayah aku takut Ayah jangan pergi dong tinggal bersamaku ya", Pinta Lena
"Lena kau sudah menikah sekarang kau sudah milik suami mu ayah pergi dulu ya", Ucap Rehan yang menahan air matanya dan pergi.
"Ayo pergi jangan menangis terus", Ajak Dazai
"Berisik iya iya", Jawab Lena
#Mansion Dazai
"Aku ingin kamar yang itu saja", Ketus Lena
"Jadi kau tak ingin sekamar dengan suamimu?", Tanya Dazai
"Setidaknya biarkan aku beradaptasi dulu", Ketus Lena
"Tidak boleh malam ini kita akan melakukannya", Bisik Dazai
"A- apa a- aku emm t- tidak mau", Gugup Lena dengan pipi memerah
"Pftt kau itu lucu sekali", Ucap Dazai
# Keesokan harinya
"Hoamm perutku seperti ditindih deh, Apa!! tangan siapa ini", Batin Lena dan menoleh ke belakang
"Ternyata Dazai kalau lagi tidur begini lebih kelihatan tampan", Batin Lena
"Henghh kenapa menatapku begitu", Ucap Dazai yang sudah bangun daritadi
"K- kau sudah bangun", Gugup Lena
"Sudah dari tadi malahan, nah sekarang saatnya kiss morning", Pinta Dazai
"Kenapa aku harus melakukannya aku tidak mau", Tolak Lena
"Mau ku cabut bantuan ku untuk perusahaan Ayahmu", Ancam Dazai
"Ck baiklah",
"Cup~",
"Salah tempat sayang begini harusnya",
Dazai langsung mencium bibir Lena dan melumatnya lembut.
"Hah.. hah.. ini penyiksaan", Ucap Lena
#Ruang makan
"Tuan sarapan sudah siap", Ucap pelayan
"Wah banyak sekali makanannya", Kagum Lena
"Makan saja jangan segan²", Ucap Daza
"Baiklah aku tidak segan²",
Lena makan sangat lahap sampai² Dazai tercengang
"Kau itu anak kecil ya", Ejek Dazai seraya mengelap sisa makanan dibibir Lena
"A- apa sih j- jangan sok p- peduli deh", Gugup Lena dan pipinya memerah
"Pftt tidak perlu malu dengan suami mu sendiri", Ejek Dazai
# Perusahaan Trinaedi
"Ayah aku datang", Ucap Lena
"Nak kau baik² saja kan", Tanya Rehan
"Aku baik² saja Ayah dia baik kok tidak seperti rumor", Jawab Lena
"Syukurlah Ayah kira kau akan tersiksa",
"Ayah perusahaan sudah membaik kan", Tanya Lena
"Sudah, ini berkat dirimu nak Ayah sangat berterimakasih", Ucap Rehan
"Iya kalau begitu aku pergi dulu ya aku ingin menemui Dazai sebentar", Pamit Lena
Ditengah perjalanan, Lena ingin menemui Dazai tiba-tiba ia dikejutkan dengan mantan pacarnya yang tak lain adalah Rendi dan pacarnya Lilia
"Eh Lena apa kabar", Sapa Lilia
"Ada apa?", Tanya Lena
"Cihh jangan bersedih begitu dong pacarmu sekarang milikku jadi jangan menangis ya", Ejek Lilia
"Aku bahkan jijik bertemu sampah itu dan kau malah memungutnya benar² serasi", Cibir Lena
"Cihh kau pasti belum punya pacar kan jadi wajar saja kau pura² tak peduli", Cibir Rendi
"Heii aku bahkan sudah punya suami", Ucap Lena
"Cih pembohong jika benar datang ke lomba dansa ini baru aku percaya", Ucap Rendi dan pergi bersama Lilia
"Bagaimana ini apa Dazai bisa ikut denganku bagaimana kalau dia sibuk", Pikir Lena
"Kenapa kau?", Tanya Dazai
"Ini undangan lomba dansa?", Tanya Dazai
"I- iya mantan pacarku tidak percaya jika aku sudah punya suami jadi dia bertaruh denganku mengikuti lomba dansa ini tapi kau sepertinya sibuk", Ucap Lena
"Meskipun aku sibuk aku pasti tidak akan meninggalkan mu dihina, malam ini kita akan menghadirinya", Tegas Dazai
#Malam harinya
Lena menggunakan Gaun berwarna merah tampak sangat cocok dengan Lena bahkan Dazai sampai tercengang karena Lena sangat cantik.
"Ayo Tuan Putri kita berdansa", Canda Dazai
"Pftt aku bukan tuan putri", Ucap Lena
"Baiklah para peserta silahkan mempersiapkan diri karena lomba akan dimulai", Ucap pengacara
"Aihh Lena ini ya suami mu lumayan juga tapi Pacarku lebih menggoda", Cibir Lena
"Ckk banyak omong", Ketus Lena
"Baiklah lomba dimulai dari sekarang!", Ucap pengacara
Semua peserta sudah memulai dansa kali ini siapa pasangan yang dapat berdansa sangat lama itulah pemenangnya
Peserta yang lain mulai kelelahan bahkan ada yang terpeleset juga Rendi dan Lilia sudah menyerah tapi Lena dan Dazai tetap saja masih berdansa bahkan sangat indah.
"Baiklah pemenang dari lomba dansa ini adalah Nona Lena dan Tuan Dazai", Ucap pengacara
"Ahh kita menang horee", Teriak Lena seraya memeluk Dazai
"Ehh maaf aku tidak sadar", Ucap Lena yang tersadar memeluk Dazai
"Cihh jadi sudah berani ya", Ejek Dazai
"Jangan kepedean oh ya gerakan dansa mu itu persis orang bertopeng itu", Ungkap Lena
"Itu memang aku", Ujar Dazai
"J- jadi itu kau pantas aku merasa familiar", Ucap Lena
"Sudah² ayo kita pulang", Ajak Dazai
#Beberapa bulan kemudian
Hubungan Lena dan Dazai semakin membaik bahkan mereka sudah mengungkap perasaan mereka masing-masing juga perusahaan Trinaedi berkembang pesat tapi di suatu hari Lena mengetahui jika ternyata Dazai ingin menikahinya hanya karena Lena mirip dengan Abelia mantan Dazai.
"Sayang dengarkan aku dulu", Ucap Dazai
"Mendengarkan apa lagi hah kau ternyata menikahi ku hanya karena aku mirip mantan mu itu berarti dihatimu masih ada dia kan", Bentak Lena
"Aku tau ini salah tapi di hatiku sekarang hanya ada dirimu jadi tolong maafkan aku, aku menyesal", Lirih Dazai
"Kau kau hanya omong kosong", Bentak Lena
"Cupp~",
"Tenangkan dirimu dulu aku berjanji aku akan melupakannya jadi berikan aku kesempatan kedua ya", Mohon Dazai
"Baiklah tapi jika kau masih berpikir tentangnya aku akan membencimu", Ancam Lena
"Aku tau kau begini pasti cemburu kan", Canda Dazai
"Itu jelas pasti", Ketus Lena
"Kau tau hal yang paling kusukai", Ucap Lena
"Apa itu?", Tanya Dazai
"Aku paling suka berdansa denganmu baik di kegelapan mau pun terangnya surga",