"Plakk...",
"Dasar wanita jalang sudah tidak becus malah bermain dengan pria hidung belang", bentak wanita paruh baya
"Nenek ini jebakan tolong percaya aku", ucap seorang gadis yang habis ditampar
"Dia alasan nek aku melihatnya tadi malam minum² an sambil menggoda beberapa kelompok pria", cibir seorang gadis
"Chen Xi Yhira mulai hari ini kau keluar dari rumah, ini perintahku", titah wanita paruh baya
"Baiklah jika ini mau Nenek aku akan kembali lagi suatu hari nanti aku akan merebut semuanya", tegas Yhira dan mulai pergi meninggalkan rumah keluarganya.
***
"Sekarang aku harus kemana?", batin Yhira
Sudah lama sejak Yhira meninggalkan rumah dirinya bingung harus pergi kemana tiba tiba sebuah mobil menabrak Yhira dari belakang.
"A- aku dimana", batin Yhira
"Apa ini?",
"Jika anda ingin berubah maka click tombol ini",
begitu kata² di kertas yang ada di dinding
"Ini apa mimpi ya? Aku bisa merubah segalanya dengan satu click", gumam Yhira
"Ini kesempatan ku aku harus berubah tidak peduli konsekuensi akhir nya", ucap Yhira dan menekan tombol itu, tiba-tiba mata Yhira terasa berat dan menutup matanya.
***
"Nona silakan potong tali ini",
"Apa!! aku menjadi pengusaha sukses benar² terimakasih sistem", batin Yhira
Yhira memotong tali pembukaan perusahaan barunya meskipun dirinya juga terkejut tapi Yhira senang.
Pesta pembukaan sudah selesai tapi Yhira bingung akan tidur dimana.
"Aihh apa aku ke hotel saja ya atau beli mansion", bingung Yhira
"Nona apa ada masalah", tanya sekretaris Yhira
"Pas sekali Carikan aku mansion disekitar sini", titah Yhira
"Sekarang sudah malam anda saya antar ke hotel saja bagaimana",
"Yasudahlah",
***
Yhira merebahkan diri kekasur namun saat akan menjemput mimpinya seorang pria memanggilnya.
"Ckck nona cepat bangun ini tempatku",
"Apasih aku sudah pesan tempat ini", ucap Yhira yang enggan membuka mata
"Tunggu kenapa ada pria disini jangan² aku salah masuk kamar", batin Yhira dan membelalakkan matanya
"Aaaa... tutup itu",
"Kenapa apa yang salah", ucap Pria itu tak berdosa
"Maaf² aku salah kamar", ucap Yhira dan tergesa-gesa mencari kamarnya dan ternyata benar salah kamar.
"Wanita aneh", batin Pria itu
"Sistem apa ini termasuk rencana mu", gumam Yhira menahan malu
***
"Bagaimana sudah temukan mansion nya", tanya Yhira
"Sudah nona ini kuncinya",
"Bagus lanjut urus berkas ini", titah Yhira
Tiba-tiba ada telepon dari bagian penerima tamu untuk Yhira
"Nona ada tamu yang mendesak masuk ingin bertemu dengan anda",
"Ada apa memangnya", tanya Yhira
"Ingin mengajukan kontrak kerja sama",
"Bawa masuk",
"Cklek..",
"Yhira!!", pekik Chen Fei Hung
"Ayah, wah tak disangka", ucap Yhira menyeringai
"Mana direktur perusahaan ini", tanya Fei Hung
"Ada didepan mata mu sendiri",
"Tidak mungkin kau pasti bohong kau menggunakan cara curang menggoda para pengusaha kan", tebak Fei Hung dengan gugup
"Sebenarnya aku curiga kau itu Ayahku atau musuhku", cibir Yhira
"Ini usahaku sendiri terserah percaya atau tidak pergi sana muak aku melihatmu", usir Yhira dan Fei Hung juga pergi.
"Sekretaris Xin telusuri mengenai keluarga Chen", titah Yhira
"Baik",
***
"Ayah bagaimana dengan kerjasama perusahaan itu", tanya Chen Xi Fulen
"Berantakan ternyata Presdirnya Chen Xi Yhira", jelas Fei Hung
"Apa!! tidak mungkin", ucap Chen Xi Yhaling kakak Yhira
"Dia pasti menggunakan cara menggoda", tebak Fulen
"Tidak salah lagi",
***
"Nona keadaan perusahaan Keluarga Chen menurun karena banyaknya korupsi dan penggelapan dana", jelas sekretaris Xin
"Hmm apa keuangan kita masih cukup", tanya Yhira
"Masih, kemarin baru saja buka sudah banyak yang memesan produk jadi keuangan kita meningkat",
"Kalau begitu beli perusahaan Chen", titah Yhira
"Baik",
"Aku akan pulang dulu kau urus file ini rasanya otak ku sudah pusing", keluh Yhira yang baru merasakan kerja menjadi Presdir
Yhira segera pulang dan menggunakan mobilnya menuju mansion barunya.
***
"Ayah apa perusahaan kita dibeli", tanya Yhaling
"Benar sekarang bantu Ayahmu memindahkan barang² ini", titah Fei Hung
"Wah² rukun sekali anak dan ayah", cibir Yhira
"Y- Yhira mau apa kamu", bentak Yhaling
"Ehh ini sikap mu ya terhadap pembeli perusahaan Ayahmu", ejek Yhira
"Ayah apa benar, kenapa tidak bilang", kesal Yhaling
"Ayah juga baru tahu",
"Sudah² pergi sana masih untung aku membeli perusahaan yang hampir bangkrut", cibir Yhira
"Bagaimana Yhira bisa jadi kaya", batin Yhaling
***
"Senangnya aku bisa melihat wajah mereka yang kesal hahah", ucap Yhira tiba² telepon berdering
"Nona tamu penting datang cepat kemari",
Yhira bergegas ke perusahaannya dan segera menuju ke ruangannya.
"Maaf saya terlambat",
Pria itu menoleh dan terkejut "Ehh kebetulan ya",
"Apa!! k- kau", pekik Yhira pasalnya pria itu adalah pria yang ditemuinya dihotel
"Xin apa dia tamu penting nya?" tanya Yhira
"Iya dia saham terpenting disini", jelas Xin
"Sejak kapan aku bersaham dengannya", tanya Yhira
"Sebelum perusahaan ini dibangun Tuan Arling memberikan 40% saham", jelas Xin
"Sudahlah aku tidak ingat aku kan disini karena sistem", batin Yhira
"Lalu ada apa kemari?", tanya Yhira
"Tidak aku hanya ingin melihat Presdir baru kita ternyata perempuan", jelas Arthur
"Memangnya kenapa kalau perempuan", ketus Yhira
"Nona dia itu Tuan Zei Arling pemilik Perusahaan terbesar dikota ini", bisik Xin
"Tidak percaya", ketus Yhira dan meninggalkan ruangannya
***
Yhira pergi ke rumah keluarga Chen tak disangka sedang merencanakan sesuatu.
"Kita harus membuat Yhira bangkrut", usul Yhaling
"Bersekongkol untuk menghancurkan ku ya", ucap Yhira dengan seringainya
"Yhira buat apa kamu kemari", bentak Yhaling
"Ingin menemui Nenek, kenapa tidak boleh", tanya Yhira dengan seringainya
"B- boleh", gugup Yhaling dan Yhira beranjak ke kamar neneknya
"Nenek apa kabar ini aku Yhira",
"Yhira!!", seru nenek dan mereka berpelukan
"Kau dimana saja nenek khawatir", ucap nenek
"Aku baik² saja sebelumnya aku akan menunjukan sebuah bukti tentang tuduhan ku dulu", jelas Yhira
Yhira memberikan bukti² bahwa sebenarnya Yhira dijebak oleh Yhaling sebelumnya Yhira sudah menyuruh beberapa penyelidik handal
"Jadi ini semua perbuatan Yhaling dan ayah ibu mu", tanya nenek
"Begitulah aku juga bingung sebenarnya mereka itu keluargaku atau bukan", heran Yhira
"Nenek bolehkah aku memenjarakan Ayah Ibu dan Yhaling", izin Yhira
"kenapa apa kau masih belum memaafkan mereka",
"Apa nenek tau perusahaan keluarga Chen menurun, karena mereka melakukan penggelapan juga korupsi aku juga sudah mengumpulkan bukti", jelas Yhira
"Nenek benar² kecewa baiklah semoga dengan mereka dipenjara akan menjernihkan otak mereka", lirih nenek
"Nenek tenang saja perusahaan keluarga Chen akan maju dengan ku", ucap Yhira tersenyum
***
Sekelompok polisi datang menangkap Fei Hung, Fulen dan Yhaling.
"Tunggu nenek jangan penjarakan aku", pinta Yhaling
"Kau sudah sangat bersalah sudah memfitnah Yhira dan menggelapkan uang perusahaan pergi sana aku malu punya cucu anak dan menantu seperti kalian dan juga kalian dikeluarkan dari keluarga Chen", jelas Nenek
"Akhirnya balas dendam ku selesai", batin Yhira
"Awas saja kau Yhira", Teriak Fulen dan mereka diseret ke mobil polisi
***
"Sekretaris Xin mansion itu kau jual saja dan juga kau ku angkat menjadi direktur sementara karena aku akan mengurus perusahaan keluarga Chen", jelas Yhira
"Baik serahkan kepada saya", ucap Xin
Yhira bergegas ke perusahaan keluarga Chen namun ditengah jalan ban mobilnya rusak.
"Haihh sial sekarang aku numpang siapa", pikir Yhira
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepannya ternyata itu Arling
"Butuh bantuan?" tawar Arling
"Tidak", tolak Yhira
"Yang benar",
"Baiklah", ucap Yhira terpaksa karena dia buru²
"Terimakasih nanti akan ku bayar",
"Memangnya aku sopir hah", tanya Arling
"Lalu kau ingin apa", tanya Yhira
"Ini datang nanti malam oke",
"Undangan pesta perjamuan ultah Arling?", batin Yhira
***
Yhira datang dengan Gaun berwarna merah sangat cantik dan cocok dengan Yhira.
"Dimana Arling", gumam Yhira
"Sudah datang, lambat sekali", ejek Arling
"Kau itu ya tampan² tapi menyebalkan ini kado untukmu", ketus Yhira
"Terimakasih tapi menurutmu aku tampan ya", pede Arling
"Sangat tampan sampai aku jatuh cinta", goda Yhira dan Arling malah memerah pipinya
"Aku bercanda", gugup Yhira
"Wanitaku memang suka bercanda ya",
"Sejak kapan aku jadi wanitamu", tanya Yhira
"Barusan sudahlah ayo kita berdansa", ajak Arling
Mereka berdansa sangat indah hingga penonton takjub mereka seperti pasangan yang ditakdirkan dan semenjak itu hubungan Yhira dan Arling menjadi dekat.
***
1 tahun kemudian.
Perusahaan keluarga Chen berkembang pesat juga perusahaan Yhira semuanya bagai mimpi bagi Yhira.
"Yhira Nenek ingin bicara", ucap Nenek
"Ada apa nek?", tanya Yhira
"Kau akan Nenek jodohkan nanti malam kau ikut Nenek", ucap Nenek tegas
"Apa!! tapi aku sudah punya seseorang yang kucintai nek",
"Sudah turuti saja nenek",
***
Yhira menggunakan dress yang indah namun raut wajahnya sedih.
"Maaf kami lama ya", ucap Nenek
"Tidak nyonya Chen Fu Hang kami juga baru sampai",
"Syukurlah ini cucuku siap menerima perjodohan", ucap Nenek
"Cantik sekali tapi kenapa kau bersedih nak", tanya Pria paruh baya
"Tidak apa", singkat Yhira
"Maaf aku terlambat", ucap pria tampan yang akan dijodohkan dengan Yhira
"Arling", ucap Yhira seraya memeluk Arling
"Bagaimana kejutanku", tanya Arling
"Huhu jahat, kau dan Nenek bekerja sama ya", ucap Yhira di sela² tangis haru Yhira
"Hehe maaf nenek pikir kau akan terkejut", canda Nenek
"Sudah tak apa", ucap Yhira seraya mengusap air matanya dan tersenyum
"Jadi disini aku Zei Arling ingin melamar Chen Xi Yhira apakah berkenan", tanya Arthur sambil berjongkok didepan Yhira
"Aku berkenan", jawab Yhira
Lalu Yhira dan Arling menikah hidup dengan bahagia dan sistem lanjut mengubah takdir orang lain yang membutuhkan perubahan.