Diary Audi
Sekilas Ingatan Semu
Yang ternyata adalah sebuah kenyataan yang pahit.
Bukan apa yg sebenarnya yg DIA inginkan? Tapi apa yang sebenarnya AKU lakukan.
Jawabannya AKULAH PENJAHAT NYA, benarkah aku sejahat itu?
Bukan kah DIA juga menyakitiku bahkan menghancurkan hidupku.
"aku bingung"
______________________________________________
aku menulis ini
Kamis, 9 Januari 2020 5:12 PM
Met sore berarti. Takutnya terkirim nya gk sore mlh malam atau pagi.
Kau tau buku ajaibku, entah mengapa akhir akhir ini aku menulis memory puzzle dengan sedikit tersenyum. Rasanya perlahan semua beban ku berkurang, bahkan jika kenangan beruntun muncul aku tertawa meski kau tau masih ada sisa penyesalan di setiap tawa dan senyum yang terukir di bibir ku saat ini.
Lihat lah aku yang sekarang menulis semua kenangan demi kenangan yg semakin dalam dan lebih dalam lagi.
Semua itu tak harus disesalkan untuk saat ini, iya saat ini yg hati ku masih berbunga bunga karna hal lain. Tapi aku juga harus sangat siap karna di dunia ini kebahagiaan dan kesedihan adalah hal yang pasti ada dan harus disyukuri.
Sudahlah hari ini aku terlalu puitis.
Hmzzz, bagian mana yaa yang akan aku tulis hari ini??
Karna kemarin dan semalaman begadang tak menghasilkan apapun, emang bener bener yaa. Sebuah memori ingatan tak bisa hadir disaat kau menginginkan nya.
Yang ada hanya sekilas, sekilas itupun karena dipaksakan. Aish aku lupa kau berpesan agar aku tidak memaksakan diri. "Maaf yaa" 😚
Tapi tenang saja aku tidak apa - apa, serius aku tidak apa - apa.
Set set set sudahlah inilah sekilas sekilas itu.
.
Sekilas aku ingat aku pernah akan bercumbu dengan teman sekelas ku dikostsan, tapi bukannya bercumbu aku tiba tiba pingsan. Dan saat ku samar samar terbangun aku melihat DIA. Lalu aku terlelap lagi kepalaku berat rasanya.
Hari berikutnya aku melihat teman sekelas ku itu, kesekolah dengan perban di hidungnya. Temen sekelas ku bilang hidung nya terluka.
.
Sekilas aku ingat aku bermesraan dengan kakak kelas yg beda sekolah bahkan kita resmi jadian dipagi hari. Baru juga beberapa jam sorenya aku dijemput didepan gerbang sekolah, aku malah dipermalukan didepan umum.
"Kita PUTUS, KAU PELACUR", betak kakak kelas itu. Dan lebih parahnya lagi Facebook ku tiba tiba dibajak oleh seseorang hingga keesokan harinya aku dipanggil pihak sekolah.
Aku harus menghapus dan memblokir akun Facebookku didepan para Guru dan Kepala sekolah. Aku tau aku tau.Facebook ku isinya memang gaya pacaran yg melebihi gaya suami istri tapi aku tak bodoh. Itu hal privat dan hanya aku yg tau, aku rasa mengoleksi foto foto seksiku dan adegan adegan ciuman dengan orang yang pernah singgah dihidupku adalah kesenangan tersendiri. Siapa seh yang udah ngebajak semua nya, tega sekali mempublikasikan untuk umum padahal ku setting hanya untuk pribadi. Menyebalkan.
.
Sekilas aku ingat kenapa masalah bertubi tubi, akhirnya untuk pertama kalinya aku jomblo. Karena tak ada yg berani mendekati ku dalam artian menjadi pacarku, mereka yang hadir hanya para pecundang hanya ingin menyentuh dan menggerayangi ku. Aku benci hal itu.
Aku tidak suka disentuh jika tak ada hubungan status, aku tak suka jika hanya sekedar TTM ( Teman Tapi Mesra ) atau sahabat.
.
Sekilas aku ingat semua hal yang menimpa ku pasti DIA dalangnya, maunya apa seh?
Mau aku gk laku?
Bahagia aku dihina?
Atau memang benar aku hanya milik nya seorang, tapi ayolah. Baiklah aku akan memastikan nya sendiri. Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?
.
Kilasan kilasan itu meruntai sepanjang perjalanan, membuat berjuta-juta tanya di benakku.
"Apa yang DIA inginkan sebenarnya?"
Hujan....
Yaa, sebelumnya memang mendung biasa. Ahk aku lupa bahwa mendung merupakan pertanda akan patah hati sama hal nya dengan lagu tipe X. Sudah lupakan. Lanjutkan. Aku harus bertemu dengan nya, persetan ini adalah siang bolong, persetan ini adalah perjalanan jauh, jika memang dia membuang ku dan ingin menghancurkan ku kenapa harus seperti ini. Bukankah lebih baik membuat ku masuk kebanyak lubang buaya itu baru yang namanya menghancurkan hidupku.
Aku pernah menemui DIA bertanya dan meminta maaf. Tapi apa yang kudapat cacian dan makian bahkan seenaknya menjadi kan ku mawar Hitam nya. Memang nya siapa DIA, lihat saja aku pasti bisa bangkit dan hadapi semua ini. Aku mampu. Aku kuat. Aku bisa.
"Hmz", senyum sinis terukir di bibir ku.
"Ternyata ingatanku yang pernah tinggal di RSJ , menyadarkan ku bahwa sebenarnya yang pantas di RSJ itu KAU !!! BUKAN AKU !!!", umpatku dan teriak teriak.
Kau tau aku mengumpat sambil mengendarai motor Beat ku, yaa aku sedang mengebut dan bicara sendiri sejak tadi. Aku sedang melampiaskan amarahku sepanjang perjalan.
(Aku naik motor. Mau kemana? Kan aku sudah bilang aku mau menemui DIA lagi)
Jika memang tujuan sebenarnya membuatku tak dimiliki siapapun, kenapa tidak bilang saja.
"Jangan pergi lagi dariku"
"Jangan selingkuh lagi dariku"
"Cobalah untuk selalu setia denganku"
"MEMINTAKU DENGAN BAIK BAIK SAJA !!! MENGAPA HARUS MENGANCAM KU ?!! MENGAPA TAK MENGAJARIKU PERLAHAN !!!"
"DIA PIKIR AKU TAK MENDERITA SEHARI PUN TAK ADA KABAR DARINYA"
"Ternyata kau mengawasi ku, ternyata kau tak melepaskan ku"
"KENAPA TAK BILANG SAJA DARI AWAL?!!"
"AKU BENCI KAMU VIAN !!!!"
Itu semua umpatan ku sepanjang jalan. Hingga akhirnya aku sampai juga, hei ternyata aku bisa menyusul nya dengan motor kesini. Ahkk Harusnya aku lakukan hal ini dari awal, tapi apa yang aku lakukan? Aku selalu saja penuh dengan gengsi, keegoisan untuk tidak memulainya lebih dulu dan selalu ingin menjauh dari nya.
Yaa sekarang aku didepan kostsan DIA, dan lihat pintunya sedikit terbuka. Aku langsung saja masuk, aku ingin tau apa yang sebenarnya DIA inginkan dariku?
Degh.
Aku melihat DIA berciuman mesra sangat mesra, apakah seperti ini rasanya melihat orang yg berharga berciuman mesra di depanmu.
Sumpah demi apapun rasanya sakit sekali. Sesakit ini kah? Jangan jangan aku mulai mencintai seseorang orang yang telah pergi jauh dariku.
Aku melihatnya dalam diam. Kini aku merasakan semua yg ia rasakan. Seperti inikah rasanya mengejar seseorang? Seperti inikah rasanya sakit dihianati. Hingga akhirnya aku hanya bisa tertawa miris
Ciuman mereka berdua terhenti karena mendengar tawaku.
"Ternyata kau disini? Sedang apa kau disini?", Tanya Vian.
"Kau bilang aku bodoh dan harus sadar, terimakasih dan yaa. Aku akui aku bodoh dan sadar. Lanjutkan saja aku tak keberatan, aku anggap itu balasan untukku", kataku dengan santai dan dingin.
Dan yaa mereka melanjutkan ciuman dan mulai saling merangsang aku rasa sebentar lagi mereka akan bercumbu.
Shitt... yaa jujur saja aku sebenarnya mematung dan ada rasa sesak didadaku melihat mereka. Tapi tunggu aku ingat gadis ini.
Dia adalah Via. Yaa Via adik dari ketua geng Dalmas, cih ternyata dari awal aku dan Vian sudah dijebak dan dipisahkan dengan berbagai cara, bahkan orangtuaku pun sama berusaha memisahkan ku.
Aku kembali tertawa bahkan kali ini sedikit lebih gila, tertawa keras dan diakhiri dengan senyuman sinis.
"Via... Via... Selamat yaa kau akhirnya berhasil mendapatkan apa yg kau mau, dan aku yakin Vian tak tau apapun. Oh yaa Vian, kau bilang akan membuat ku menderita. Kau salah. Aku justru memang benar benar menikmatinya. Aku sama sekali tidak menderita. Dan apa kau masih ingat kau bilang padaku aku bodoh, gegabah, dan tak kan tersadarkan. Ternyata kau jauh lebih BODOH, GEGABAH, DAN TOLOL", kataku dengan bentakan diakhir.
Lihat lah DIA hanya terdiam dan membisu.
"Benarkah? Kau bisa kesini bukan? Kau bisa menyusul ku bukan? Kau bisa menemui ku bukan? Lihatlah siapa yang benar benar DUNGU disini. Aku sudah lelah mengejar mu, karna aku sudah mendapatkan mu. Aku sudah lelah mempertahankan mu, karna kau menghancurkan pertahanan ku. Aku sudah lelah mencintai mu, karena kau telah membuktikan padaku kau tak pantas untuk dicintai", jelas Vian.
Kukira diamnya karena menyesal mengancamku ternyata DIA meluapkan semuanya.
"Lalu mengapa kau tak bicara baik baik padaku?"
Tanyaku yang mulai melirih.
"Orangtuamu menghina ibuku? Sudahlah? Tak ada gunanya kau mencari ku, aku sudah benar benar muak dengan mu. Lagi pula aku juga akan melepaskan mu mulai saat ini. Dan berhentilah menemui ku", ucap Vian, lalu mereka kembali bercumbu.
"MELEPAS KU? SETELAH KAU BUAT AKU TAK LAKU? SETELAH MEMBUATKU MENJADI SEORANG PELACUR DIMATA BANYAK ORANG?", teriakku.
"Itu bukan urusanku. Pergilah", ucap Vian.
Dan aku semakin mematung melihat Vian yang semakin intens bercumbu dengan Via tepat dihadapanku.
Pertahanan ku mulai runtuh dan aku mulai tak kuat, aku keluar lalu menaiki motor ku. Menangis sepanjang perjalanan pulang, baru juga beberapa meter dari sana hujan turun makin lama semakin deras. Tapi aku tetap melaju dengan tangisku.
Terus melaju. Aku tak peduli orang orang meneriaki ku untuk berhenti dan berteduh. Aku terus saja melaju. Ditikungan aku sempat oleng dan terjatuh. Cih. Hanya lecet yg kudapat, ku mengumpat seakan menginginkan lebih dari luka lecet.
Aku kembali bangun, menaiki kendaraan ku dan mengendarainya. Terus melaju di temani derasnya hujan.
Shit... Kurasa air mataku juga menangis sederas hujan ini.
.
Sekilas aku ingat seberapa keras DIA mengejar ku dulu.
.
Sekilas aku ingat seberapa nekatnya DIA dulu hingga berakhir dengan hal berharga dalam hidupku direnggut.
.
Sekilas aku ingat seberapa sabarnya DIA dulu mengahadapi ketidaksetiaanku, hingga pernah buatnya terbaring di rumah sakit.
.
Sekilas aku ingat sebegitu besarnya cinta yang DIA berikan padaku, meski ku tau caranya yang mengekangku bahkan selalu mengancam siapapun yang berani mendekati ku.
Ternyata hal itu pula lah yg memicu kita berpisah.
.
Sekilas aku ingat itu semua ternyata benar salahku, yaa salahku.
Tak seharusnya aku berlari menghindari DIA.
Tak seharusnya aku menutup hatiku untuk DIA.
Tak seharusnya aku menghianati DIA.
Tak seharusnya aku hidup dengan gengsi dan keegoisan ku.
Seharusnya aku tak bermain api dengan DIA.
Seharusnya aku menyambut DIA dengan tulus.
Seharusnya aku membuka hatiku dan percaya padanya.
Seharusnya aku setia pada DIA apapun yg terjadi.
Seharusnya aku menjadi kekasih yang penurut.
Seharusnya aku diam saja dirumah jadi anak baik.
.
.
.
Benarkah DIA akan melepaskan ku begitu saja?
.
.
.
Kenyataan nya DIA selalu dalam ingatanku dan membuat ku semakin menggila.
.
.
.
Atau mungkin sebaliknya.
.
.
.
Aku harus melupakan DIA yaa HARUS !!!
Bagaimana pun caranya?
Toh sudah jelas DIA sudah membuangku.
AKU HARUS LUPAKAN DIA.
TOH DARI AWAL AKU TAK PERNAH
MENGANGGAPNYA ADA BUKAN!!!
Aku akan jadi lebih dunggu jika mencintai mu setelah kau benar benar pergi dari hidupku.
AKU SIAL BERTEMU DENGAN MU !!!
DAN KENYATAANNYA SEMUA PERIHAL KEEGOISAN KU