Malam ini kami berencana untuk pergi ke sekolah yang katanya sangat angker.
Setelah malam tiba, Jong Woon datang ke rumahku untuk menjemput ku.
Kami berangkat ke sekolah angker itu bersama sama. Dengan menaiki mobil Jong Woon yang berwarna hitam.
Sesampainya di sekolah, bulu kudukku sudah berdiri. Rasa merinding juga tak hanya sedikit saja.
Aku menelan ludah ku berkali kali karena ketakutan. Tapi yang aku lihat dari Jong Woon, dia terlihat sangat tenang.
Seperti tidak ada rasa takut sedikitpun dari dalam dirinya.
Akhirnya kami melangkahkan kaki kamu masuk ke sekolah angker yang sudah bertahun tahun tidak di gunakan karena katanya banyak hal mistis yang terjadi setiap hari.
Saat aku sudah memasuki kawasan sekolah tsb, rasa panik ku membara.
"Jong Woon, aku takut. Bagaimana jika ada hantu?" Tanyaku khawatir.
"Haha, dengan hantu saja takut" Ochenya.
Karena dia mengatakan hal itu aku juga tidak mau kalah dengannya.
Akhirnya kami melanjutkan ke sebuah ruangan kelas yang paling angker dibandingkan dengan ruangan ruangan lainnya.
Terlihat ruangan itu benar benar luas. Sampai arah tempat duduk dengan papan tulis pun ada hampir 7 meter.
Saat itu tiba tiba saja salah satu meja terbang melayang. Karena takut, aku dan Jong Woon berlari keluar kelas.
Namun kami kebingungan memilih arah yang mau kamu tuju.
Apalagi kami lupa dengan pintu masuk sekolah ini.
Pada akhirnya kami terpaksa mengumpat di ruang guru yang terlihat begitu kuno