Malam ini aku mendapatkan telpon iseng dari nomor tak di kenal, setelah beberapa detik telpon itu terus berdering, aku pun mengangkatnya dengan ragu-ragu. Sungguh, di saat malam seperti ini, membuat bulu kudukku merinding.
Setelah mengangkatnya, aku pun menyapanya.
"Halo"
"Halo.... kami dari hantu-!" dia berteriak, spontan aku langsung melempar telponnya tak lupa aku menutup sambungan telpon itu.
"Ya Allah! apa itu? ya Allah aku masih muda, umurku baru saja menginjak 18 tahun, bagaimana bisa itu hantu dapat nomor ku? apa dia minta sama temanku Rika yang sudah meninggal?" aku bergumam sendiri sembari bertanya pada Tuhan ku yang maha agung.
Aku menunduk ngeri, bahkan handphone pun aku masih belum ada nyali untuk mengambilnya, telpon tadi masih terbaring tak berdaya di sana, sedangkan aku menatap handphone yang begitu menyedihkan.
Suara langkah kaki terdengar, keringat begitu membasahi dahiku, rasanya aku ingin pingsan tapi tidak bisa, aku ingin kabur tapi kakiku seakan tak bisa di gerakkan.
Pintu terbuka, seseorang masuk ke dalam kamarku yang gelap.
"Nad! loh dimana sih?!" tanyanya dengan suara yang serak basah, aku hanya menyusut ke bawah karena takut jika itu hantu.
"Nadia!!!! loh dimana woy!" suara itu, aku seperti kenal sekali. Aku mulai mendongak dan menguatkan nyawaku agar bisa melihat siapa di balik wajah itu.
"Aaaaargghhhh!!!!!!" aku berteriak saat wajah itu berada di dekatku, sangat dekat.
Bugh! aku di hajar, ya Allah aku masih ingin hidup, tolong hamba ya Allah.
"Tolong! bismillah! bismillah! ya Allah kenapa di saat seperti ini aku malah lupa doa tidur?!" teriakku dengan menutup mataku karena hantu tadi ada di depanku sekarang.
"Allahumma bariklana fima rajaktana wakina adzabarnar! aamiin!" aku mengusap wajahku, setelah sadar itu dia makan, aku semakin histeris berteriak.
"Plak! plak! plak!" sungguh aku terhuyung.
"Dasar nggk waras loh! kenapa sih teriak-teriak segala?!" teriak hantu itu, saat ia menyalakan lampu, akupun tersadar bahwa dia adalah kakakku, kak Rika.
'Dasar jomblo! gue pengen banget bikin penyet ayam pakai daging loh!' dalam hati aku mengutuknya.
"Napa sih ni hp juga! loh lempar ya?!" tanyanya dengan sarkas, aku hanya menunduk, bentakan terdengar lalu aku mendongak dengan nyengir kuda.
"Senyam senyum loh! dih caper banget!" ledeknya, aku memang jelek, tapi kak Rika lebih jelek! sumpah demi apose! dia jelek pakai banget, tapi kek nya gue lebih jelek deh?! eh astaghfirullah kenapa malah jadi ngehina ciptaan tuhan, sungguh miris.
"Kamu Dhe! kalau nggak berani lebih baik jangan nonton film hantu, udah tahu penakut!" dia mulai ceramah lagi, aku hanya memanyunkan bibirku karena kesal.
"Ini kenapa telpon sampai di lempar?" tanya kak Rika menatapku tajam, oh.... aku merasa sedang di inteogasi, ehh kan memang benar.
"Ini gara-gara telpon misterius kak, dia bilang 'halo saya hantu' katanya" ku kasih tahulah kakakku karena akupun sudah bosan mendengar ceramahnya.
"Astaghfirullah!!!! ini telpon dari orang slot yang ngajak main, Dhe! awas kamu kalau main slot! kakak bakalan nyemplungin kamu ke neraka!" ucapnya seperti mengancam ku.
"Mana ada aku main itu, duit pun aku masih minta sama kakak." cicitku begitu pelan, namun pasti terdengar oleh kakakku.
"Yaudah, kamu tidur sama, lain kali kalau mau nonton film gituan, lebih baik sama kakak biar kamu nggak takut!" ucapnya sebelum pergi dari kamarku. Aku hanya mengangguk dan setelah itu aku pergi ke tempat tidur sembari memainkan HP ku.
Dasar! jika aku tahu itu cuma slot! aku nggak bakalan di marahin habis-habisan kek gini!
Tamat ....