Pernikahan ini terjadi karena perjodoh an kedua belah pihak antara orang tuaku dan mertuaku yang dilatar belakangi oleh alasan Balas Budi mertuaku pada orang tuaku. Entah apa alasan dan bagaimana kejadiannya cuma mereka yang tahu aku tak pernah dibritahu sebelumnya.
" Saya terima nikah dan kawinnya ARBIANA FAIZA binti AHMAD FAUZAN dengan mas kawin seperangkat perhiasan seberat 50 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.
"Sah?"
"Sah! "
"Sah! "
"Alhamdulillahi robbal alamiin. "
(doa pernikahan dilantunkan)
Sah sudah aku menjadi seorang istri laki-laki bernama RAKA ABIMANYU, karena saat ini juga aku telah mendengar qobul yang di kumandangkan oleh suamiku itu ketika menjawab ijab dalam genggaman ayahku.
Hatiku bergemuruh kecewa, sedih, ragu, bahagia, hari semua ada rasanya nano-nano.
Sebenarnya aku tidak berat menerima semua ini karena aku ingin membahagiakan keluargaku dan aku tidak mau dianggap anak durhaka saat aku menolaknya
Beberapa menit yang lalu aku telah keluar kamar dan diantar menuju meja pelaminan untuk bertemu dengan suamiku(ciiee dah suami aja yah🤭) untuk menandatangani berkas pernikahanku.
Saat itu baku diapit oleh bunda dan mama mertuaku untuk diantar didepan suamiku. Saat di depannya aku merasa canggung dan gugup. Setelah merasa yang mengapitku telah pergi aku memberanikan diri mendongak dan tersenyum pada suamiku ini.
"Cantik, " katanya tanpa bersuara
yang ku tanggapi hanya dengan senyum maluku
"Thanks, " jawabku lirih
Selama ini dia cukup komunikatif padaku meski baru jumpa dan kenal. Aku ga tahu apa dia pasrah atau tulus menerima pernikahan ini aku ga tahu.
Setelah profesi pernikahan selesai dengan penandatanganan berkas, pertama kali mencium tangan laki-laki yang bukan mahromku dan dicium di kening saat pertama kalinya oleh laki-laki lain selain ayahku, dan profesi sungkeman yang saat itu ayahku memelukku erat dan berkali-kali meminta maaf dengan peristiwa ini karena munkin ayahku terlalu memaksa padaku, dengan derai air mata nya ia ucapkan maaf dan wejangan serta doa agar aku dapat bahagia.
Begitupun Bundaku tak kalah haru dan sedih kali ya, dan dia juga beri aku wejangan agar jadi seorang istri yang baik dan melayani suaminya dengan tulus ikhlas walau belum ada rasa cinta dihatiku.
Aku juga ga tahan dengan suasana ini haru dan sedih itu ada hingga aku tak kalah berderai airmata ku sampai sesenggukan. Saat menjawab semua apa yang dikatakan ayah bundaku, aku bilang pada mereka kalu aku kuat dan sabar menyemangati diriku sendiri.
Pesan dan wejangan juga diberikan kedua mertuaku saat itu juga, begitupun pada suamiku. Pesan ayah bundaku pada suamiku, "titip anak ayah bunda jaga dia, bahagiakan dia, jangan sakiti hatinya , ingatkan dan nasehati dia saat dia melakukan kesalahan kalau memang ga sanggup kembalikan pada kami keluarga sebelumnya. Samawa buat kalian berdua.
Moment ini rasanya campur aduk rasanya, setelah profesi pemberian selamat dari saudara dan rekan yang ku undang saat ini kami berdua ada di kamarku akan istirahat sebentar dan berganti pakaian sebelum nanti pergi ke Hotel tempat resepsi kami diadakan di Ballroom hotel itu.
Sebenarnya aku kurang setuju dengan kemewahan ini tapi apa boleh buat mertuaku sudah bertitah aku tak bisa berkutik lagi.
"Bi,, boleh bicara sebentar, katanya
Aku yang ga ngeh hanya mengerutkan dahi dan menunjuk diriku.
Yah kamu, namamu ARBIANA kan, boleh dipanggil Bi ato Arbi kan, katanya panjang, aku hanya menjawab anggukan dan sedikit mendekat.
Ada apa? kataku
Kita ini baru kenal, boleh gak kalo setelah ini kita lebih dalam buat mengenal karena ga mungkin hubungan kita gini-gini aja tanpa kelanjutan kan.
Ya oke, kalo seperti itu kita sama-sama belajar mengenal, ucapku (istilahnya penjajagan dan pacaran halal lebih baik toh)
"Boleh aku tanya "
"Tanya apa'
" Kenapa kamu Terima perjodohan ini, secara kamukan CEO perusahaan besar dan apakah aku remahan rengginang ini, candaku dia terkekeh mendengar ucapanku tadi dan menggenggam jemariku yang ada dipahaku(aku kaget dengan perilakunya dan sadar kalo kita dah halal)
"Bi, aku terima pernikahan ini dengan ikhlas karena aku tahu orang tuaku ga akan menjerumuskanku pada hal yang tidak baik, so jangan ragukan keputusanku meskipun kita tidak pernah kenal sebelumnya tapi aku tahu kamu orang baik yang dipilihkan orang tuaku.
"Selain ingin berbakti pada kedua orang tuaku, aku juga mau turut andil berbalas budi pada orangtuamu yang sudah bantu kesulitan orang tuaku waktu dulu.
Sudah tahu kan, tanyanya sambil memandangku
"Nggak tahu dan ga mau tahu juga sih, biar jadi urusan mereka aja deh soal itunya, jawabku
Setelah perbincangan pendek itu kami berdua bersiap ke hotel tempat resepsi kami.
Sampai lobi hotel aku tak menyangka karena aku berada di Hotel Royal Saka pusat, yang aku bekerja di Hotel Royal Saka cabang satu.
Aku berhenti berjalan dan tak sengaja menarik genggaman tangan Raka, saat itu juga dia menoleh padaku.
"Kenapa berhenti sih"
"Mas ini bener kan ga salah hotel kita kan"
(mengerutkan dahi)" Emang kenapa"
"Mas ini hotel tempat aku kerja, nanti bisa-bisa aku ketemu temenku disini"
(Eh ga akankah inikan kantor pusat ucapku dalam hati sambil geleng-geleng kepalaku)
"Lah kan enak ga usah publikasi lagikan"
"Dah ayo ga usah dipikir lagi
aku hanya bengong dengan pikiranku sendiri dan mengikuti jalan suamiku dari belakang menuju kamar yang dipesan untuk kami istirahat(jangan bayangin yang gitu dulu karena belum ada planning🤭.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sebulan setelah acara resepsi pernikahan kami berdua, kami tinggal dirumah Raka yang sudah dibeli sebelum kami menikah, Sultan mah beda sama orang pinggiran yah gercep banget cuyyy😁.
Jangan tanya malam pertama yah, belum ada agenda cuma grepe peluk aja dianya😁😁
Saat kami sedang ada diatas peraduan, pillow talk gitu.
"Bi,,, ini kan sudah sebulan nih kita nikahnya"
"Terus"
"Boleh ga aku minta hakku sebagai suami saat ini"
"Ya bolehlah, dari awal nikah juga aku siap kok ngasihnya sama kamu. Kamunya aja yang sok-sokan kuat gitu bahannya. "
Raka bengong dengan perkataan ku sedang aku nyengir tak bersalah.
"Mau nambah lagi nih puasanya, aku mah kuat tapi adikmu kuat gitu nahan dah grepe-grepe aku juga, kataku sambil ketawa ngakak saat ngeliat wajahnya yang ga jelas itu.
" Kamu tuh ya pinter banget nyiksa orang pa lagi ni suami sendiri, katanya sambil merengkuh tubuhku sambil menciumi seluruh wajahku, aku hanya ketawa ngakak atas perlakuannya padaku itu.
"Mas,,,,,, aaahhhh,,,,, geli, kataku tapi dia tetap menyerangku hingga aku sudah menyerah dan nafasku tak beraturan serta ngos-ngosan baru dia berhenti.
" Bener boleh nih? tanya dia lagi
"Ah kelamaan ga jadi deh, kataku yang berusaha menghindar dari rengkuhannya.
Selanjutnya dia bacakan doa diatas ubun-ubun ku dan ia melakukan foreplay dan terjadilah malam pertama yang tertunda.
Dari awal menikah aku tak memberi jarak padanya dia bisa melakukan apapun lebih dari ciuman pun aku baik-baik aja karena dia halal bagiku meski masih belum sepenuhnya aku mencintainya.
Setelah malam itu kegiatan pasutri berlanjut saat dia beri kode bahwa dia menginginkan pasti aku wujudkan.
Aku sadar apa yang kami lakukan mungkin akan menghasilkan apa yang diinginkan setiap pasutri pada kenyataannya, aku juga mengharap entah suamiku itu aku belum bertanya padanya. Maka dari awal pun aku tidak pernah menunda dan memakai pengaman apapun itu.
Saat pernikahan jalan lebih dari satu bulan tragedi yang membuat hatiku sungguh remuk redam, seperti kaca yang hancur sehancur -hancurnya. Saat aku sudah mempercayakan diriku dan menyerahkan apa ya n g kumiliki ku berikan ternyata aku dianggap hanya sebagai pelampiasan nafsunya saja dan ternyata selama ini yang membuat suamiku sulit untuk ungkapkan hatinya padaku adalah ada seseorang yang selalu lekat dihatinya.
"Sebenarnya aku ga mau nyakitin kamu apalagi perbuatan ini pasti sangat nyakitin kamu, maaf,,, maaf,,, maaf, kalaupun harus berlutut aku mau Bi, tapi aku takut fitnah dan perzinahan terjadi kalau aku ga ngelakuin ini".
Aku hanya menghela nafas saat kami bertatap mata, diam tanpa kata ingin berkata tapi lidahku kelu. Aku hanya menyorot matanya seraya memendam gemuruh dada yang ingin ku muntah kan tapi tak sanggup.
Semua wanita takkan sanggup dimadu, biarlah dianggap egois, tapi ga sanggup janganlah membandingkan ku dengan wanita yang lain ikhlas untuk diduakan tapi aku juga takut suamiku berzina, entahlah mungkin ini terjadi karna dia terlalu mencintai kekasih yang tlah lama pergi dan datang kembali.
"Kalau memang takut menyakiti tetapi mengapa kau lakukan Mas, " batinku bersuara.
"Kita bicarakan dengan kedua orang tuamu dulu Mas dan biarkan dengan keluargaku itu urusanku nanti, kataku bijak pada suamiku.
Dia hanya mengangguk lemah, aku rasa dia juga berat mungkin mengambil keputusan ini tapi mungkin ada rasa terpaksa yang berat dalam sorot matanya. mungkin dia tak inginkan ini.
Setelah 2 hari dari pembicaraan itu kami data kerumah mertuaku.
Saat kami membicarakan nya dengan mertuaku, mama mertuaku mm arah besar dan papa hanya bisa diam menunduk dan geleng kepala entah apa yang dipikir lalu papa mengusap kasar wajahnya frustasi atas kelakuan anaknya mungkin.
"Mama dari awal kamu berhubungan dengan dia mama ga setuju karena tahu sifat keluarga mereka yang egois, pemaksa dan sombong itu. Kamu kalau cinta sama orang itu jangan keterlaluan dan bodoh diatur sana sini.
Coba pikir kalau mama atau kakakmu yang diposisi Arbi sekarang apa yang akan kamu lakukan, hah? gedek aku ngelihat anakmu itu pah, pengen tak cekek tak masukin lagi ke perut biar otaknya ga bodoh kayak gini lagi.
Aku dan suamiku hanya terdiam mendengar ocehan kemarahan mama mertuaku.
Dan setelah beberapa menit tercapai lah suatu putusan, Suamiku boleh menikahi maduku hanya sirri, tetap serumah tapi kamar utama hanya untukku dan suamiku, maduku ada di kamar tamu, pembagian tidur 1 minggu dibagi 2 saat weekend (minggu bergantian), ga boleh ada perceraian antara aku dan suamiku, dan banyak lagi peraturan yang menurutku banyak berpihak padaku.
Putusan itu termasuk ultimatum mama mertuaku.
"Mama hanya menganggap ARBIANA Faiza adalah mantu mama dan istri keduamu adalah selingan dan jangan menginterupsi mama saat sikap mama tidak baik sama marumu itu. " itulah ultimatum mama dan satu lagi yang kudengar "Jangan sampai mama dengar madumu itu mengganggu pribadi Arbi"
Aduh berat yah bagi Mas Raka, aku hanya bisa diam dan menguatkan Mas Raka saat ini.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Seminggu tlah berlalu lamaran telah dilangsungkan dan seminggu lagi pernikahan kedua suamiku akan dilangsungkan.
Seserahan lamaran dan nikahan aku yang pilih atas utusan dari suamiku dan mertuaku, tadinya aku menolak tapi dengan paksaan dan menahan rasa cemburuku dan gemuruh dada aku melakukannya.
Pesan mama jangan dipilihkan yang lebih dari punya kamu Arbi mama gak rela, seadanya saja toh dia orang alim toh ga mungkin minta yang berlebihan kan.
Cemburu pasti secara suamiku loh, mertuaku egois yah hak dialah ya kan🤭.
Saat pertunangan aku hadir tapi pulang lebih dulu dengan kakak iparku yang juga tak nyaman disana.
Tapi saat pernikahan nanti aku ga akan ikut takut ga kuat akunya dengan alasan hectic, banyak kerjaan dikantor.
Sebenarnya ga begitu hectic sebagai seorang manager banyak juga yang bantu di kantorku karena mereka punya etos kerja tinggi.
Pernikahan kami dan ada maduku dirumah selama beberapa minggu ini masih berjalan sesuai kesepakatan bersama.
Saat bersamaku semua keperluan dan tetek bengek suamiku aku yang layani begitupun sebaliknya saat bersama maduku.
Tapi seringnya suamiku pesan lewat chat saat minta makan pagi aku yang siapkan beserta bekalnya sekaligus, kalau ditanya dia tak menjawab hanya bilang kangen rasa masakan ku.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
𝙰𝚠𝚊𝚕 𝚌𝚎𝚔𝚌𝚘𝚔
"Enak ya jadi nyonya besar jam segini baru bangun. "
Aku hanya diam dan belum ngeh secara baru bangun dari tidur karena kalelahan akibat ada event besar di hotel tempatku kerja, meski kerjaanku sudah terhandle oleh anak buahku tapi aku tak suka berpangku tangan dan membantu mereka.
Saat pulang tadi aku memang pulang agak larut dan suamiku tahu karena aku ijin lewat VC, dan tahu kalo ada event secara keluarga nya penegang saham di hotel itu..
Aku terus berjalan ke arah kulkas ambil minuman dingin itu kebiasaan ku, harusnya air hangat kalau pagi tapi entah kenapa pagi ini aku ingin minum air dingin.
"Kamu budek ya, aku ngomong sama kamu, " kata Safa maduku itu, aku langsung menghentikan minum ku.
"Kenapa mbak? " tanyaku ga paham
"Kamu itu istri mbok ya peduli sama sekitar mu gitu lo, b tiap hari kok kerjanya cuma bangun siang, buaTin makan suami kek kasih perhatian gitu li ke suami ga cuma numpang makan ama tidur aja kamunya itu, males jangan dienakin.
(eh dia ngomel pagi-pagi)
"Aku lihat juga kamu tuh cuma 2-3 kali keliatan masak atau beberes rumah, aku tahu kamu istri sah disini.
(aku diam saja tanpa bersuara biarkan maduku keluarin uneg-uneg dia.)
Saat maid di rumah ini terlihat akan buka suara aku hanya menggelengkan kepala pada maid itu mengkode untuk diam saja.
" Kamu apa ga kasian tiap hari maid disini yang ngelayani kita semua, mbok ya gantian gitu loh, lanjut omelnya
(padahal yang sebenarnya masak itu aku karena udah kebiasaan ku memanjakan lidah suamiku apalagi saat dia request makanan, aku bangun lebih awal buat menghindari maduku itu, males aja lihat manjanya saat bareng suamiku)
"Udah ngomelnya mbak, aku capek mau tidur lagi, karena sempat lembur tadi malam, ucapku memanas manasi dia karena saat ini jadwal suamiku tidur denganku. Tapi emang lembur dikantor sampai kamar aku lihat suamiku udah nyenyak, saat terasa aku ada di sampingnya dia langsung memelukku seperti guling terus kami tidur sampai pagi tanpa berhubungan sutri.
(aku panggil mbak karena umurnya 6tahun lebih tua dariku, dan 1tahun lebih tua dari suamiku, jadi aku daun muda dong lebih fresh dari dia🤭)
"Eh kurang ajar kamu yah, sama orang yang lagi ngomong. "
" Bi,,, kok ga balik lagi katanya mau tidur lagi abis minum, libur kan kamu sekarang, ucap suamiku keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapi mungkin dah siap berangkat .
Aku menoleh, "Ini mau balik kamar sayang tapi ditahan sama istri tercintamu ini, nuduh aku ga tau diri sebab aku hanya bisa makan tidur aja katanya, adiku padanya.
Suamiku mengerutkan dahi dan mauku menganga atas jawabanku yang mengadu, jengkel akunya pasti bentar lagi drama manjanya kumat, pergi aja deh akunya.
Saat dia kali langkah menuju tangga, dia mencekal tanganku dengan setengah menarik agar aku berhadapan dengannya.
"Aku belum selesai bicara"
"Mau bicara apalagi, aku udah dengar suaramu yang ngeluarin unek-uneknu daritadi, aku harus apalagi, suruh liat kamu bermanja-manja sama suamiku dan ngomel yang aneh-aneh lagi, aku capek mbak dah males juga. "
Suamiku hanya diam atas apa yang aku katakan karena dia tahu apa yang aku lakukan setiap hari dirumah ini yang tidak diketahui mauku itu.
Aku berbalik dengan cepat berlari ke kamarku karena dah capek dengar keluhan maduku itu.
Saat dikamar aku dengar sayup-sayup suara maduku yang masih mengadu dan disertai bentakan ke suamiku karena mungkin tak direspon olehnya.
Dan pada saat itu juga aku mendengar suara mertuaku yang memarahi maduku yang mungkin kelewatan kelakuannya pada suamiku.
"Dari dulu mama sudah bilang jangan berhubungan dengan Safa tapi kamu tetap aja, mama kasih menantu yang baik malah kamu selingi dengan madu yang kurang ajar begini.
Kurang apa Arbi, setiap kali dia meskipun capek selalu melayani kamu dengan baik.
Eh Safa kamu ga tahu yah yang kamu makan itu siapa yang masak coba mama pingin tau jawabanmu?
Maid disini mah, jawabnya sambil masih sesenggukan.
Itulah kamu yang sok tahu, yang kamu makan tiap hari itu masakan Arbi dan bekal Raka siapa yang buat Arbi karna Raka selalu request makanan sama dia.
Ya salam mama kenapa jadi dibuka semua sih, tambah rumyam nih(tepok jidat), gumamku sendiri karna saat ini aku mengintip dari pintu kamarku yang lurus terlihat kearah meja makan.
Yang aku lihat saat itu suamiku duduk sambil nunduk, maduku berdiri, nangis sesenggukan dan nunduk, dan mertuaku berdiri menghadap mereka berdua sambil tolak pinggang, oh sangarnya kans abimanyu tak tertandingi gaess🤭.
Setelah itu aku masuk kamar lagi, mau istirahat lagi urusan dibawah aku ga ambil pusing lah capek.
Saat ini aku merasa ada tangan yang bergerilya meraba-raba entah nyata atau mimpi aku belum buka mata.
Tapi setelah tahu hapal sama parfum nya pasti nih suamiku yang ngerjain.
"Bangun sayang adik aku dah bangun nih daritadi nggak ada yang bisa ngendaliin selain pawangnya, pawang yang lain lagi ngambek ga mau disentuh, " mesumnya suamiku tapi aku masih berusaha menahan tawa dan mulutku agar tak tertawa.
Suamiky terus merayu sampai mungkin sudah capek jadi dia berhenti dan mungkin akan pergi karna ga ada respon dariku.
Aku coba buka mata sedikit dan memang dia dah ga ada dan saat itu juga aku bangun.
"Yah ngambek dia, kataku dan kembali merebahkan tubuhku ke peraduan.
Selang beberapa menit aku merasa ada sesuatu yang nenindihku secara kasar dan aku langsung menjerit karna saat itu mataku masih terpejam.
" Aaawww,,, sakit, jerit ku karena squishy terbentur dada seseorang dengan keras secara squishy ku yang sedang ini seperti sedang sensitif atau sudah bereaksi dengan grepean suamiku tadi.
Saat membuka mata dan ternyata muka suamiku ada didepan mukaku dan langsung dia mengecup bertubi tubi wajahku tanpa seinchipun lolos dari Ciumannya apalagi saat ada di tengkuk leher dan ditengah squishy kembarku sudah banyak diberi tanda olehnya dengan brutal.
"Sakit ininya yah(sambil nakalnya dia meremas squishy ku itu), maaf tapi mau, boleh yah?
" Eit tunggu dulu, jam berapa sekarang aku belum makan loh dari tadi sayang, laper, kataku saat melihat jam menunjukkan pukul 09.00pagi jadi aku sudah 2 jam tidurnya.
"Nanti aja nanggung ini kamu harus tanggung jawab, ni adikku dah kangen, 2 malem tidur sama kamu dianggurin terus sekarang aku mau balas dendam sama kamu.
Setelah itu aku tak bisa menolak atau mengelak lagi aku harus melayaninya secara dia suamiku.
Pagi itu kami mereguk manis madunya dunia dengan pasangan hakalku, saat selesai dan masih mengatur nafas kami, kami berdua diam tanpa kata menikmati indahnya berdua dengan pillowtalk setelah berhubungan.
"Jadi kenapa ga ke kantor dan kemana Safa, tanyaku
Dan ternyata setelah mama pergi habis marah marah dan pergi dari rumah ini, Safa tambah marah dan pergi dari rumah dalam keadaan menangis dan marah. Dia pergi dengan naik taksi.
Kenapa ga pergi ke kantor ? suamiku lagi puyeng ga konsen kalo ngantor.
Kenapa Safa ga dikejar? karena suamiku tahu sifat Safa kalau dikejar tambah nglunjak jadi dibiarkan oleh suamiku biar inteospeksi diri.
Jadi lebih baik menggudaku yang sedang istirahat lebih menarik katanya.
Emang suami ga ada akhlak istri capek harusnya dibuat nyaman malah bikin capek, hhhhmmm nasib-nasib wanita pelampiasan🤦♀️.
Aku yakin Tuhan tidak tidur, dia akan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki saat kita bersabar untuk berjuang akan kebahagiaan nya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah kejadian itu hubunganku dengan suamiku tambah mesra, aku dan maduku biasa aja , dia dan suamiku seperti nya suamiku agak jaga jarak entah kenapa.
Saat pulang dari kepergiannya itu maduku diantar oleh orang tua nya dan suamiku dimarahi oleh orangtua maduku tapi tak didengar nya karena usut punya usut ditelingnya dipasangi earphone untuk meredam suara dari luar dan saat aku tanya kamu dimarahi gimana tapi malah ketawa terbahak-bahak karna dia ga dengar apapun itu, dengar tapi kecil banget jadi saat mertuanya bicara dia hanya pasang tampang bego dan manggut-manggut aja, emang rada kurang ajar emang.
Saat itu juga aku berpesan bahwa prilakunya tidak baik jangan lakukan lagi takutnya dicontoh sama keturunannya nanti. (naudzubillah Hi mindalik)
Saat 6bulan berjalan pernikahanku dan 4 bukan pernikahan maduku terjadi cekcok lagi.
Tepat saat ini aku pulang dari kantor lebih awal karena aku merasa tidak enak badan dan aku ijin atasan ku untuk pulang awal dan diijinkan karena juga pekerjaan ku yang telah selesai juga, belum selesai juga aku boleh bawa kerumah, ga masalah juga.
Ketika masuk rumah terasa sepi, saat berada di dapur mau ambil minum aku melihat maduku sedang memasak tapi dia dengan kasar dan membenturkan spatula dengan wajannya. Karena ga mau kesel akunya hanya melewati tanpa menegur.
Saat akan ke kamar dia mematikan kompor dan berbalik padaku dan berkata.
"Kamu jadi orang itu mbok ya tahu diri dikit kenapa sih, udah ngrebut posisiku jadi istri pertama sekarang kamu malah ambil jatah tidurku sama Raka, omelnya padaku.
Aku hanya diam dan menunduk melihat lantai karena menahan denyut dikepala ku yang mendengar omelan nya dengan berteriak.
Karena memang selama 2 minggu ini suamiku hampir selalu bersamaku dan aku seneng -seneng aja dan ga kedinginan lagi. dan saat itu dia juga curhat padaku kalau dirinya seperti tak bernafsu saat berada di dekatnya entah kenapa, awalnya sudah bereaksi tapi menjelang akan masuk adiknya malah berhenti bereaksi beda kalau denganku selalu on dan ga bisa sedikitpun tersentuh.
"Bi,,, panggilnya saat pillowtalk aja karna aku dalam masa periode. Kok beda yah saat pertama aku lakuin hubungan suami istri sama kamu dan sama Safa beda rasanya Bi.
"Eh apaan sih random banget malah bahas itu kamu sayang, kataku sambil kugeplak lengannya.
" Jangan gitu ih, membicarakan keburukan orang lain dosa loh sayang, gitu-gitu kan istri ya kamu 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞 yah kan, ucapku lagi sambil kutekan kata cinta itu agar dia merasa kalo aku tuh cemburu.
Saat melihat aku tak menanggapi dan hanya diam saja, karna aku menahan sakit kepala ku dari tadi, dia tambah geram dan menghampiri ku.
Setelah dekat dia tarik rambutku, aku tak bisa melawan karna badanku lemas karna sakit kepala ku ini.
Saat itu juga dia mendorong ku dengan keas hingga punggung dan kepalaku membentur tembok dapur, pada saat itu juga aku merosot ke lantai karna sakit banget.
"Jangan sok lemah kamu, berdiri ku bilang, bentak Safa tapi tak kugubris rasanya badanku tak bertenaga.
Sedangkan saat itu juga seperti suara suamiku masuk dan mungkin melihat keadaan ku.
" Bi,,, bangun kamu kenapa " tanyanya tapi aku tak bisa bersuara, keluarga rasanya. Pada saat bersamaan aku merasa ada sesuatu yang mengalir dari hidungku, sebelumnya aku melihat Safa hanya diam terpaku dan raut muka ketakutan melihat kondisi ku yang memang tidak baik-baik saja. (wah ternyata bar-bar juga Safa, ga malu sama kerudung sar'i yang dipakai itu ya, kupikir orang nya lemah lembut tapi ternyata🤦♀️)
"Arbi,,,,, " panggil suamiku lagi saat aku sudah tak sadarkan diri.
"Kamu apakan Arbi hah?, bentak Raka pada Safa
Tak ada jawaban dan khawatir atas kondisi ku suamiku melarikan ku ke RS terdekat dengan rumah.
Ketika aku sadar aku sudah ada di brankar Raka disampingku menangkup kepalanya dipinggir brankar sambil menggenggam tanganku yang tak berinfus.
Saat akan menarik tanganku Raka terbangun, Sayang udah bangun?, aku panggil dokter dulu yah buat cek kondisi kamu.
Ternyata aku tidur selama 18 jam itu karena aku diberi obat tidur agar istirahat penuh karena malnutrisi, kelelahan dan stress.
" Bi,,,, tolong jaga diri dan dia yang ada disini, aku ga mau kalian kenapa-kenapa, aku akan jaga kalian bagaimanapun caranya, ucap Raka dan aku bengong ga paham apa yang dia bahas saat ini.
Dan saat diberi tahu oleh suamiku kalau dirahimku ada calon anak kami, keadaan ku lemah karena kurang asupan gizi, kelelahan dan stress..
Setelah tahu aku hamil anak Mas Raka seluruh keluargaku extra menjagaku karena aku sedikit lemah selama kehamilan ini.
Dan maduku setelah kejadian itu dipulangkan kerumah orangtua nya dan tidak boleh datang ke rumah kami sampai anakku dan Mas Raka lahir, terlihat berlebihan tapi apa boleh buat apa lagi yang ultimatum adalah ibu suri klan Abimanyu ga ada yang bisa menginterupsi perintahnya suami atau anaknya sekalipun(lebay😁)
Dua tahun pernikahan aku dan Mas Raka yang sudah memiliki keturunan yang akan jadi pewaris utama pengganti tahta ayahnya "𝘿𝘼𝙁𝘼 𝘼𝙄𝘿𝘼𝙉 𝘼𝘽𝙄𝙈𝘼𝙉𝙔𝙐" itu nama yang tersemat pada keturunan pertama aku dan Mas Raka.
Dan Safa telah diceraikan Mas Raka setelah maduku itu mengalami keguguran karena hamil anggur dan rahimnya bermasalah, itu disebabkan oleh kuret yang terjadi sebelum menikah dengan Mas Raka.
Ternyata sebelum berhubungan dengan Mas Raka dia pernah hamil diluar nikah dengan anak buah ayahnya, karena keluarga tidak setuju atas hubungan itu maka terjadilah perpisahan paksa dan pengguguran kandungan Safa yang mengakibatkan depresinya Safa hingga dia memiliki gangguan jiwa.
Jadi alasan saat berhubungan dengan Mas Raka saat itu adalah Safa dalam masa pengobatan atas gangguan jiwanya di sebuah pesantren dan kembali saat dia dinyatakan sembuh.
Dan saat bertemu kembali dengan Mas Raka keluarga Safa memaksa Mas Raka harus menikahi Safa walau mereka sudah tahu kalau Nas Raka sudah menikah.
Dan inilah buah kesabaran seorang istri seperti ku yang mengikhlaskan suaminya untuk menikah lagi walau ada drama penganiayaan tapi semua itu ujian bagi pernikahan aku dan Mas Raka, yang akhirnya kami berbahagia dengan keluarga kecil kami.
Dan meski sudah memiliki seorang putra tapi aku masih diberi kebebasan untuk bekerja asal tidak lupa akan kewajibanku sebagai istri, aku harus bisa membagi waktuku.
Jadi pesanku jangan coba-coba untuk mau diduakan karena itu bikin sakit yang tak berdarah.
Selamat membaca raiders cerpen pertamaku ini, Terima kasih kalau kalian sudi membaca.
Maaf mungkin ada adegan 18++, mohon maaf kalau kurang berkenan dan semoga menjadi pembaca yang bijak di cerpenku ini,,,, Terima kasih🙏🙏😘