Praank ... vas bunga dilempar nya ke lantai marmer dengan keras.
"Mama gak bisa maksa gitu dong , masa Feby harus dijodohkan dengan laki-laki yang tidak Feby cintai, lagi pula jodoh, rejeki dan maut sudah tuhan yang ngatur ma" suara Feby meninggi amarah nya diubun-ubun, saat itu Rendy tak ada dirumah jadi tak akan ada yang bisa menenangkan amarah Feby.
"Bukannya begitu feb, kamu kan putri mama satu-satunya jadi mama ingin yang terbaik untuk kamu." ucapan Niken terdengar merendah agar bisa bujukannya pada Feby berhasil.
" Yang jelas Feby tidak mau ma titik" ucap Feby mengakhirinya pertengkaran mereka, ia memutuskan untuk meninggalkan kan rumah dan memilih makan malam di cafe daripada dirumah. Feby melaju dengan kencang membela padatnya jalan dimalam hari. Sesampainya dicafe ia segera memarkir kan mobil merahnya . Setelah itu ia segera menuju kedalam cafe untuk memesan makanan dan segera mengganjal perutnya yang sedari tadi bergendang.
Namun matanya terhenti pada seorang laki-laki yang sedang bersenda gurau dengan perempuan, laki-laki itu amat ia kenal bahkan pernah berbagi tubuh dengannya, yang tak lain pacarnya sendiri dan perempuan itu adalah cinta pertama cowokku kembali lagi. Dengan amarah yang masih memuncak ia menghampiri pacarnya tersebut.
" So this is how you behave behind my back, dasar bule gila! it's all over " Feby meninggalkan mereka dengan mengacungkan jari tengahnya yang ditujukan pada mereka tak lupa pula satu tamparan panas mendarat di pipi laki-laki yang kini tlah menjadi mantan kekasihnya.