Aku memang suka menari tapi itu hanya hobi, aku rasa aku tidak bisa membawa harapan orang orang terhadap ku, yang berharap aku menang dalam kompetisi ini dan membawa nama baik sekolah.
Suatu hari, di umumkan kalau ada lomba menari atau dance bebas tapi ini di atas es, menggunakan sepatu ice juga, aku pun ikut dalam lomba itu yang entah mengapa aku merasa aku bisa, yang dimana kita di pilih untuk mewakili sekolah, tapi ternyata yang ikut hanya kami berdua, aku dan hyunie, yaitu dia yang dulu cowok yang aku sukai, aku tambah menyukai dance karena dia juga jago dance.
Pelatih yang menyeleksi kami berdua mengatakan kalau dance nya harus menggunakan lagu lama, pikiranku pun kosong, tidak ada lagu yang terlintas dalam pikiran ku, aku juga tidak ada persiapan apa apa, saat kita akan mulai seleksinya, pelatih menyuruh siapa yg ingin duluan tampil, ia menyuruh ku, tapi aku bilang belum siap, lalu ia menyuruh hyunie duluan, aku melihat nya menari di atas es dengan baik, dan itu membuat ku semakin gugup, aku berusaha berpikir keras akan menggunakan lagu apa sambil pemanasan.
Saat sedang menunggu, cowok yang suka padaku itu datang, mengatakan kalau aku tidak mau ikut, dia akan mengajak ku pergi jalan jalan, biasa dia hanya basa basi agar aku bisa ikut dengan nya, tapi aku menolak, dan tetap berfikir akan menari seperti apa nanti.
Dan aku tersadar, sejak kapan aku bisa menari di atas es dan sambil menggunakan sepatu untuk berjalan di atas es itu, tapi karena aku gugup dan tibalah giliran ku, aku langsung berjalan menuju es itu, aku tersenyum sambil tepuk tangan dan memuji hyunie, dia terlihat senang saat menari dan sepertinya dia senang menari, aku merasa yang lebih cocok untuk mewakili sekolah kita adalah hyunie, karena aku tidak bisa membawa kepercayaan orang orang ini agar aku bisa lolos ke babak berikutnya, tapi di dalam hatiku, aku tidak ingin kalah, dan ingin juga terpilih dan lolos, hanya saja aku tidak percaya diri dalam tarian ku, aku memilih lagu untuk di putar, dan lagu itu adalah lagu favorit ibuku saat aku kecil ia sering menyalakan lagu itu.
Aku menari dengan gerakan lain sambil berselancar dan menghempas kan kaki ku, aku berpikir apa yang membuat orang yang menonton takjub kalau kita menari di atas es, gerakan apa itu?, sambil memikirkan kan nya, sambil menari dengan gerakan yang seharusnya bukan ini lagunya, knp juga pelatih menyuruh kita untuk menggunakan lagu lama, lalu saat di tengah tengah aku sedang menari, tiba tiba.
aku pun terbangun karena suara musik tetangga yang suaranya bisa membuat mimpiku ini jadi terhenti, aku pun tidak melanjutkan mimpiku lagi dan kemudian bangun, lalu pergi ke kamar mandi, saat selesai mandi ternyata jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.
terkadang mimpi yang singkat bisa memakan waktu yang banyak tanpa kita sadari