Gadis ini bernama Tiara Paramita atau biasa di panggil dengan sebutan Mita, gadis lugu dan polos,saking polosnya ia tidak tau apa itu cinta.
"Ashilla kenapa? kok sedih gitu? shilla sakit? " tanya Mita bertubi-tubi.
"Mita... lu gak pernah jatuh cinta apa? orang galau gini juga" kesal Ashilla pada Mita yang terlalu polos.
"mana dia tau ege,, kan dia gak pernah pacaran" ketus Rani.
"iya juga yah... makannya jatuh cinta egee"
"jatuh cinta itu bagaimana? " tanya Mita serius
"jatuh cinta tuh, kek setiap lu di dekat lawan jenis hati lu bakal dag dig dug serr gitu Mita sayang... trus kalo dia deket sama yang lain lu bakal sakit hati" jelas Ashilla pada Mita.
"berarti Mita jatuh cinta dong sama kak Adrian... " ketus Mita dengan tampang polosnya.
"WHAT?! " kaget Ashilla.
"ukhh...serius lu? kakak brandalan itu? why Mit? " ucap Rina tak kalah kaget dari Ashilla kaget.
"iyaa" jawab Mita.
"gimana ceritanya? " tanya Rina.
"pas Mita di hadang sama preman dia dateng nyelamatin Mita dari preman-preman itu, dia luka karna Mita truss dia bilang gini 'lu gpp'gitu nahh Mita ngerasa hati Mita tuh kek gak biasanya" jelas Mita saat ia pertama kali ngerasakan itu.
"anjir Mit... " resah Rina.
"bukan salah Mita Rin... salah hatinya " ucap Ashilla pasrah juga.
"bukannya namanya tuh kak Andrian yah? "
"iyaa".
"yaa udah dahh,, semangat buat ngedapatin hati kakak gua" ucap Indri yang sedari tadi menyimak, jujur dia juga kaget tadi saat mendengar Mita mengatakan bahwa dia suka pada kakak kembarnya.
"tuh di kasih lampy ijo sama adek ipar" ejek Rina.
"apa sih... " malu Mita.
"cie malu kucing... " ejek Ashilla.
"udah jan ejek calon kakak ipar gua lu pada" relai Indri ketawa karna melihat wajah Mita yang merha tomat.
"kapan nih PDKTnya? " tanya Rina.
"b-besok" jawab Mita jujur.
"ciee lahh gercep"
"apa sih Shillaa.. Mita kan jadi malu... " ucapita kesal malu.
"hahaha" ketawa mereka.
Sesuai perkataan Mita kemarin, hari ini ia menunggu Andrian keluar kelas dan memberikan sebuah kotak bekal.
"Mit? " heran Andrian.
"i-ini kak... buat kakak" ucap Mita menunduk saking malunya sambil memberikan kotak bekal berwarna biru itu.
Andrian melirik ke arah kotak bekal tersebut lalu mengambilnya "ya, makasih" ucap Andrian.
"k-ka-kalo begitu Mita pamit kak" ucap Mita lalu berlalu pergi dengan kencang.
"aneh banget tuh anak bego" ketus Dino, teman Andrian.
"btw apa tuh isinya? " tanya Febrio.
"gak tau" jawab Andrian.
"keknya dia suka ma lu" ucap Tio.
"maybe"
"mau gak lu pada? " tanya Andrian menawarkan bekal itu.
"kan itu buat lu"
"gak laper gua"
"gua aja lah"
saat Tio ingin mengambil bekal tersebut tiba-tiba Indri datang dan merebut kotak tersebut.
"ini buat lu bego, bukan buat temen lu" ucap Indri emosi, ia tau bekal ini dari Mita untuk kakaknya.
"gpp lah Ndri"
"huftt...jan pernah mainin temen gua kak, gua benci lu kalo mainin cewe! ingat itu" ucap Indri memperingati.
"adek lu ngapa dah? " heran Dino.
"dateng bulan kali" asal Tio.
"kuy bolos" ucap Febrio mengalihkan pembicaraan.
"kuy"
****
Tak terasa sudah 2 bulan berlalu, selama itu juga Mita berjuang mendapatkan perhatian dari Andrian.
"lu risih gak sih sama Mita? " tanya Dino.
"iya tuh,, ganggu lu mulu"
"bukan urusan gua" ketus Andrian.
"main cuy,, spin" alih Febrio
"gimana tuh? " bingung Dino.
"itu kek tod cuk, tapi bedanya itu semua dare" jelas Tio menggeplak kepala Dino.
"sakit cuk".
"kuy, gabut gua" setuju Tio.
mereka pun memulai spinnya melalui aplikasi androit.
"Dino... balikan lu sama mantan lu selama 1 bulan" ucap Andrian.
"iya iya" pasrah Dino.
"nahh Drian, lu nembak satu cewek pacaran sampe 5 bulan" ucap Febrio.
"siapa cuk? " tanya Andrio.
"Mita boleh tuh" usul Dino.
"ya udah, 5 bulan doang kan? "
"iya"
saat jam pulang sekolah Mita di hadang oleh Andrian dan teman-temannya di tangah lapangan.
"kenapa kak? " heran Mita.
"Mit.. " panggil Andrian lalu mendekat ke Mita.
Mita pun salah tingkah.
"lu mau gak jadi pacar gua? " ungkap Andrian dengan serius.
"h-hah? " linglung Mita, ia masih tidak percaya ini.
"mau gak jadi pacar gua Mit? " tanya Andrian sekali lagi.
"ciee Mit... " ejek teman sekelas nya.
"i-iya kak... " jawab Mita malu-malu.
"makasih Mit" ucap Andrian lalu memeluk Mita.
semenjak saat itu Andrian jadi sering mengajak Mita untuk menemaninya di mana pun,selalu mengabari Mita kemanapun ia pergi dan memperlakukan Mita bak seorang Ratu.
sungguh Mita sangat senang, ia tidak pernah menyangka jika cintanya terbalas.
Mita menjadi selalu tersenyum di manapun ia berada.
Mita menjadi orang pertama yang selalu ada untuk Andrian di saat susah maupun senang, pada saat Andrian sakit Mitalah yang datang untuk merawatnya di rumah.
ketika Andrian terpuruk Mita yang selalu memberinya semangat.
saat sudah bersama dengan Mita, kehidupan Andrian berbeda jauh sekarang dulunya ia suka dengan rokok tapi sekarang Andrian seakan alergi dengan benda tersebut, Andrian yang suka tidur kemalaman menjadi tidur tepat waktu dan pola makannya menjadi teratur.
"Andrian jangan makan es krim dong,,, kamu lagi sakit" kesal Mita karena Andrian tidak mendengarkan larangannya.
"dikit sayang "
"engga... kamu lagi demam Drian.. "
"hahaha... baiklah baiklah.. " ucap Andrian terhibur.
"Ndrian.. kamu jangan gitu dong kasian mantu mama" tegur ibu Andrian dan Indri.
"iya mom"
"aduh dah malem... Drian aku pulang yahh" izin Mita pada pacarnya.
"gak! " tolak Andrian, ayolah dia ini Mita bersamanya saat ini.
"dah malem sayang, kasian Mitanya juga" bela Mommy.
"sayang.. besok libur juga, " rengek Andrian.
"yaa udah kamu tidur di rumah tante aja yah Mit" pinta mommy karena Andrian itu keras kepala.
"iya mom" pasrah Mita,ia sudah tau watak Andrian asli saat sudah dua bulan berpacaran.
"yaa udah, mommy turun yah" pamit mommy laku menutup pintu kamar Andrian menyisahkan Andrian dan Mita saja.
"manja banget" sindri Mita
"apa? "
"ehh engga engga ayy"
"manja? sini kamu" ucap Andrian lalu mengangkat tubuh mungil Mita ke atas kasur.
"hahaha... Drian ihhh geli udah,, udah ampun Drian" ucap Mita menahan Gelu di pinggangnya akibat di gelitik oleh Andrian.
"makannya jangan ngejek kamu"
"hahaha iya iya hahaha maaf"
setelah berapa menit kemudian mereka tertidur nyenyak.
paginya Mita sudah berada di taman belakang dengan Andrian dan Indri juga.
"ciee lahh udah mau 5 bulan" ucap Indri mengejek Mita.
"ihh Indri jangan ngejek Mita dong, kan Mita jadi malu" ucap Mita malu.
"jangan ngejek pacar gua lu" timpal Andrian memeluk tubuh Mita.
"yee si paling bucin" sindir Indri.
"mau apa kamu sayang? kan bentar malem eniv kita"
"aku mau kamu aja" jawab Mita.
tanpa di ketahui hati Andrian saat itu serasa remuk, ia tau malam ini adalah malam dimana ia akan memutuskan Mita sesuai dengan Dare tersebut.
ia sudah nyaman dengan Mita sekarang, jadi ia akan memutuskan untuk melanjutkan hubungan dengan Mita dan akan memberi tau pada teman-teman nya.
keesokan harinya Andrian menemui Tio, Dino dan Febrio di belakang sekolah.
"gimana bro? jadikan putus sama Mita" tanya Dino bersender di dinding.
Andrian memilih untuk diam, ia tidak tau ada apa dengan hatinya saat ini.
"jangan bilang lu udah suka sama Mita? " tebak Tio tepat sasaran, akan tetapi Andrian gengsi untuk jujur.
"jujur aja lah.. kita gak larang juga kok,Mita cewe baik-baik juga" ucap Dino.
"engga lah, gua pacaran sama Mita hanya karna Dare dari kalian.mana mungkin gua suka sama anak kek Mita gitu,kan ini sudah 5 bulan gua pacaran sama Mita. ntar gua putusin. " ucap Andrian berbohong, ia yang mengatakan hal ini tetapi hatinya juga yang terasa sakit akan lerkataannya sendiri.
"BRENGSEK LO DRIAN! " teriak Indra.
betapa kagetnya Andrian beserta teman-temannya saat tau ada Mita dan Indri di situ.
"Mit.. Mita.. " gumam Andrian merasa bersalah.
"hiks... " air mata Mita yang sedari tadi ia bendung pun keluar, Mita berlari secepat mungkin meninggalkan tempat itu.
"Mita... MITA! BERHENTI... " teriak Andrian terhenti saat di hadang oleh Indri.
"lo mau apa lagi?! udah puas lo nyakitin hatinya Mita hah!?,dia tulus cinta ke lo dan lo hanya mainin dia?... lo gak ada bedanya sama papa tau gak? suka mainin hati perempuan! " bentak Indri sakit hati saat mengingat papanya yang memilih selingkuhannya di bandingkan mommynya sendiri.
"gua kecewa sama lo" lanjut Indri lalu pergi.
Andrian terduduk lemas di atas tanah, pikirannya menjadi kacau, hatinya sangat sakit seakan di hujani pisau kecil saat melihat air mata Mita tadi.
"seharusnya lu jujur bro... kita gak laranf juga lu mau lanjut apa gak sama Mita, Mita juga cewe baik kok... kita setuju sama hubungan lu dan Mita" ucap Febrio menjelaskan.
"ini salah gua,, gua terlalu gengsi buat jujur... salah gua.. ini salah gua" ucap Andrian mamukul kepalanya.
"udah jan terpuruk kek gini lu, sana jelasin ke Mita" saran Febrio.
Andrian tanpa basa-basi ia pun berlari menuju kelasnya Mita, tapi sayang Mita sudah tidak berada di sekolahan.
ia pun memutuskan untuk ke rumah Mita dan hasilnya sama saja, Mita tidak berada di rumah.
Andrian pun pulang untuk memikirkan apa selanjutnya untuk ia ungkapkan ke Mita basok.
saat memasuki rumah, mommy tidak ingin Andrian menyentuh tangannya.
"mommy kecewa sama kamu nak..hiks... mommy tidak pernah mengajarimu seperti itu hiks... " ucap mommy lalu pergi meninggalkan Andrian yang termenung akan kesalahannya sendiri.
keesokan harinya Andrian bertemu dengan Mita, namun Mita terus menolak untuk berbicara dangan Andrian.
"Mit.. gua mau jelasin Mit.. plis dengerin gua Mit" pinta Andrian, sungguh rasanya ini sakit sekali untuknya.
"gak" jawab Mita acuh.
"Mita gua mohon Mit"
"apa lagi yang mau kamu jelasin Andrian!? hiks... mau putus? okeh... mulai saat ini detik ini juga aku... Tiara paramita udah bukan lagi pacarnya Andrian! ingat itu semua,, hiks... kamu bebas Drian bebas,ini kan yang kamu mau? " teriak Mita menangis lalu pergi.
"BUKAN INI YANG GUA MAU MIT... GUA MAU LU BALIK! " teriak Andrian frustasi di tengah lapangan, sungguh hatinya sakit sekarang seakan sudah hancur berkeping-keping.
semenjak saat itu Andrian menjadi sosok yang pendiam dan tidak ingin berangkat ke sekolah, pola makannya pun kandas dan akhirnya ia mendapat penyakit maagh.
berbulan-bulan Andrian tidak keuar kamar dan tidak ingin makan.
tentu saja hal ini membuat mommy dan Indri khawatir, walau Andrian melakukan kesalahan bukan berarti mereka tidak peduli akan keaadan Andrian.
"Drian makan sayang... " ucap sang mommy di depan pintu kamar Andrian.
"kak buka pintunya, kasian mommy" pinta Indri.
...
karena tidak ada jawaban dari dalam, Indri pun membuka pintu kamar kakanya itu, betapa kagetnya mereka saat melihat Andrian teebaring tak berdaya di lantai karena panik mommy dan Indri pun memanggil ambulans dan membawa Andrian ke rumah sakit.
selama perjalanan menuju rumah sakit Andrian terus saja menggumamkan nama Mita dan kata maaf.
Indri yang tidak tega melihat kakaknya selalu terpuruk langsung mengabari Mita.
jujur saja Mita tidak bisa melupakan sosok Andrian.
3 hari telah berlalu...
Andrian membuka matanya dan melihat seorang gadis tertidur di samping sambil memegang tangannya.
gadis itu yang selalu ia rindukan selama ini, yahh dialah Mita.
air mata Andrian mengalir begitu saja, sungguh ia sangat senang ternyata Mita masih menyayanginya.
"Mita... " gumam Andrian membangunkan Mita.
"Andrian.. hiks..." ucap Mita terbangun dari tidurnya dan langsung memeluk Andrian.
"bodoh... kamu bodoh, kenapa sampe kek gini? hiks... " kesal Mita di sela-sela tangisnya.
"maafin aku Mita... aku tidak bermaksud seperti itu, aku, aku cuma gengsi saat itu... aku sudah jatuh di dalam cinta hangatmu Mit... jangan tinggalin aku" ucap Andrian memeluk Mita erat, ia takut Mita akan pergi lagi darinya.
"hiks... "
dari kejauhan mommy, Indri, Ashilla beserta teman-teman Andrian menyaksikan Andrian dan Mita.
"ahhh so sweet banget, gua jadi iri... " ucap Ashilla.
"syukurlah mom... " syukur Indri.
"iya nak"
"itu baru bos kita,, yaa gak? "-Dino
"yoi"
"balikan yahh" pinta Andrian pada Mita.
"iya" jawab Mita menganggukan kepalanya.
"i love yoy Tiara paramita" bisik Andrian.
"too" jawab Mita membalas pelukan Andrian.
***** End*******