Sudah dua tahun aku menggeluti bidang ini, tak ada yang tahu memang, aku merahasiakan semua ini dari orang tuaku dan juga teman-temanku.
Namaku Cedric, aku adalah bodyguard seorang artis ternama, seorang wanita yang bernama Isabella Rodriguez, artis terkenal berdarah Mexico, dengan body bak gitar Spanyol, kulit eksotis dan berambut hitam panjang bergelombang, mata bulat dengan netra coklat terang, hidung mancung sempurna serta bibir yang sensual. Semua keindahan yang kusebutkan tadi membuat bagian bawah pria termasuk aku sering mengembang dengan sempurna.
Aku terpilih menjadi bodyguardnya sekitar dua bulan yang lalu dan tentu saja semua itu kudapatkan dari hasil seleksi yang ketat.
Baru-baru ini barulah aku tahu mengapa Isabella membutuhkan banyak sekali bodyguard yang melindunginya, semua itu dikarenakan jiwa petualang Isabella yang tidak pernah puas dengan satu lelaki, kehebatan akting artis satu ini luar biasa, filmnya selalu masuk Box Office.
Tapi seperti yang aku sebutkan tadi ternyata dia adalah wanita liar. Hari itu adalah syuting terakhir dari film yang dibintanginya, Isabella sedang membersihkan diri didalam kamarnya, aku dan teman-temanku berjaga diluar, terdengar suara memanggil namaku.
"Cedric, bisa bantu aku sebentar", serunya.
"Ada apa Nona?", tidak biasanya dia memanggilku.
"Masuklah", jawabnya dengan suara yang sedikit mengundang.
Teman-temanku semua menyuruhku segera masuk.
Begitu aku masuk, aku disuguhi pandangan yang luar biasa, Isabella menungguku dengan tubuh tanpa busana yang ditutupi oleh kain tipis. Asetnya yang luar biasa indah terpampang nyata di hadapanku.
"WTF, s***t", aku mengumpat dalam hati.
Aku menahan diri, walaupun bagian lain dari tubuhku tidak.
"Ada perlu apa Nona?", tanyaku lagi sambil memalingkan wajahku. Aku masih tahu diri, lagipula aku masih waras, walau dia cantik menggoda tetap saja semua orang dari kalangan atas pernah menyentuhnya, bahkan beberapa sudah menjadi pelanggan tetap nya.
Aku tidak suka barang bekas, tidak akan aku berikan milikku yang orisinil untuk wanita seperti ini.
Sementara aku tenggelam dalam pikiranku, terdengar suara tembakan diluar, aku segera membuka pintu seraya menggenggam pistol ditangan ku. Isabella bergegas memakai baju dan bersembunyi dibelakang tubuhku.
Dengan perlahan aku membuka pintu, aku melihat seorang wanita berpakaian hitam memakai masker menodongkan senjata ke arahku.
Dia berteriak," Mana wanita j****g itu!, keluar kau, dasar b***h!".
"Belum puas kau ambil suami orang lain, sekarang kau mengincar suamiku, sini akan aku hancurkan dirimu, dasar artis murahan!", teriaknya lagi.
Ketika melihat diriku didepan pintu wanita itu langsung menodongkan senjata ke arahku, teman-temanku yang lain sudah tidak bernyawa. Sebuah tembakan menuju ke arahku, aku dengan cepat membalasnya, wanita itu terjatuh, begitu juga aku. Mataku menggelap, aku sayup-sayup mendengar Isabella berteriak. Setelah itu semua terasa damai.
🔫🔫🔫🔫
"Cedric, Cedric, wake up, Tuan Hashimoto sedari tadi menunggumu", suara Ibuku membangunkan diriku yang masih terlelap dalam mimpi.
"Dimana ini?", rasa sakit masih terasa di dada, aku mengenali kamar ini, ini adalah kamar tidurku. Aku bangun dan melihat diriku di cermin, bukankah ini aku pada saat berusia 16 tahun. Aku ingat hari ini aku akan bertemu Tuan Hashimoto, guru bela diriku.
Aku bergegas keluar menemuinya, aku mulai berlatih tanpa henti, semangatku bangkit, aku beruntung diberikan kesempatan hidup untuk kedua kalinya.
Aku mulai belajar dengan giat, di kehidupan sebelumnya aku terkenal dengan kenakalanku, tidak pernah serius sekolah, pikiranku yang ada hanya main, dan membuat masalah, entah mengapa aku melakukan semua itu, padahal keluargaku sangatlah menyayangi diriku.
Never underestimate your life, itulah prinsip ku saat ini. Learn much more. Hari-hariku dihabiskan dengan belajar dan latihan bela diri, di sela-selanya aku membantu pekerjaan orang tuaku di toko roti milik keluarga kami.
Nilai di sekolahku sangat memuaskan, di samping itu aku juga sering memenangkan kejuaraan bela diri internasional. Keluargaku bangga.
Aku kuliah jurusan matematika dan lulus dengan predikat cumlaude. Pada saat itu aku mendapat tawaran menjadi bodyguard untuk seorang artis terkenal dan nama artis itu adalah Isabella Rodriguez, kalau di kehidupanku terdahulu aku harus mengikuti proses seleksi, namun tidak untuk kali ini, aku langsung ditawari pekerjaan ini tanpa proses seleksi.
Aku dengan tegas menolaknya, aku saat ini ingin menjadi guru di sebuah sekolah putra. itu adalah tekad ku, bagiku pekerjaan ini lebih mulia.
Just it. Aku menjadi pengajar, pada saat itu aku bertemu dengan Nathalie seorang pengajar dari sekolah putri, kami saling jatuh cinta dan akhirnya menikah.
I am happy karena masih diberikan kesempatan hidup untuk kedua kalinya. Thanks God.
End