Pagi itu papaku memberi kabar yang cukup mengagetkan untukku. Aku belum siap untuk menikah. Tetapi papaku memaksaku untuk menerima CEO yang belum aku kenal kepribadiannya.
Yang aku tahu dia dingin dan sangat kejam.
Suatu ketika setelah menikah hari-hari ku selalu sedih dan terpuruk. Tetapi aku tidak akan tinggal diam dengan semua perlakuan suamiku terhadap ku. Aku berusaha untuk tetap mengalah agar aku tidak mengecewakan papaku. Tetapi perlakuan suamiku sungguh sangat membuat aku muak.
Akhirnya aku menjadi pribadiku sendiri. Aku berdiri tegak dengan kakiku sendiri. Karena sebenarnya aku adalah seorang dokter spesialis. Aku memang menyembunyikan identitas ku. Karena aku ingin tau bagaimana suamiku memperlakukan aku disaat aku tidak mempunyai apa-apa.
Setelah dia tahu siapa sebenarnya aku diapun luluh dan merengek tidak mau aku tinggalkan.