Suatu hari aku dimintai tolong oleh saudaraku yang di sebelah desaku tinggal. Beliau saat itu akan menjadi tumbal pesugihan dari saudaranya sendiri.
Sebelumnya orang itu mendatangi nenekku dan memberikan makanan serta tapih (kain batik untuk rok) karena orang tua sering memakai Jarit atau sering disebut tapih. Tetapi tapih itu tidak utuh seperti baru lagi. Tapih itu sudah disobek oleh orang yang memberinya.
Sebenarnya aku sudah merasa aneh dan mencurigai itu. Makanan yang diberikan ternyata sudah di makan oleh nenekku. Tetapi masih ada sisa yang belum dimakan. Dari sisa makanan itu aku melihat keanehan lagi. Memang benar-benar janggal.
Di makanan itu ada hawa panas dan belatung serta darah. Memang orang lain melihatnya ya kue biasa. Tetapi mataku melihat kue itu merasakan jijik dan baunya sungguh aku tidak tahan hingga membuat aku mual.
Lalu aku buang saja kue itu. Karena aku tahu itu akan berdampak sesuatu. Dan ternyata benar adanya. Nenekku setelah makan kue itu malamnya BAB sampai berdarah dan badannya lemas.
Aku akhirnya meminta kain tapih yang kemarin diberikan itu. Kalau ayahku menginginkan itu dibakar saja. Tetapi aku masih tidak tega, makanya aku sarankan tapih itu di kubur saja.
Setelah kain itu tidak ada, lalu nenekku sembuh dan sudah bisa beraktivitas lagi.
Dan tiga hari berikutnya waktu aku masih sekolah ada saudara nenekku yang mencari ku. Katanya mau dijadikan tumbal juga. Dan itu sudah parah banget. Beliau sudah hampir saja jadi tumbalnya.
Orangnya kejang-kejang dan bibirnya pun sudah berdarah, dan anehnya itu selalu menoleh.
Akhirnya ayahku aku suruh mendoakan saudaraku itu dan terus melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an. Sedangkan aku berusaha untuk menembus dan berbicara alias bernegosiasi dengan makhluk itu.
Makhluk itu kuda yang berjalan menoleh tetapi membawa kereta. Seperti kereta kencana dan berada di langit. Jadi tidak berjalan di jalan aspal depan rumah.
"Kamu mau apa kesini?" tanyaku pada makhluk itu.
"Aku disuruh majikanku menjemput tumbal yang sudah di targetkan".
"Siapa yang menyuruhmu".
"Yang menyuruhku saudara dari nenekmu sendiri".
"Kalau begitu kembalilah, bilang pada majikanmu jika tumbalnya tidak bisa kamu jemput. Jadikan majikanmu tumbalmu, kalau kamu tidak kembali maka aku tidak akan segan-segan memusnahkanmu".
"Baiklah, aku akan kembali".
Dan alkhamdulillah akhirnya makhluk itu pergi tanpa membawa nyawa nenek itu. Dan beberapa hari beliau sudah kembali sehat.
Tetapi malah aku yang mau diserang. Karena yang mengikuti pesugihan itu tidak terima. Karena dia orang yang akan ditumbalkan sudah aku gagalkan.
Karena aku tidak takut dengan ancamannya, aku harus bisa mengalahkan makhluk-makhluk yang dikirimkan untuk menerorku.
Dan ternyata setelah seminggu aku mengusir makhluk itu, orang yang mencari pesugihan jaran toleh itu dikabarkan meninggal dunia.
Ingat....! Kita didunia hanya sementara. Maka tetap syukuri nikmat yang sudah diperuntukkan untuk kita.