angin malam berhembus kencang. bulan bersinar sendirian tanpa adanya bintang.
"mungkinkah bintang tertutup oleh awan?" gumam gadis cantik itu.
dia menyesap coklat panasnya. jari-jarinya mulai mengetik dengan lincah.
'chapter 225 tanpa dia'
'tidakkah lelah kau tuan? terus menerus bersembunyi, kembalilah tuan. jangan membuat rindu ini semakin tidak terbendung.
aku rindu tawamu, senyumu yang selau mekar. kau dengan segala caramu yang mebuatku tersenyum. tidakkah kau merindukanku?
pernahkah terbesit dikepalamu tentangku tuan? Dengan mudahnya kau masuk kedalam rumahku yang sudah hancur, kau tata kembali namun kau hacurkan lagi.
seakan aku teringat denganmu yang meminta izin untuk masuk kedalam.
"masuklah tuan, jangan lepas alas kakimu. dulu ada yang singgah tapi dia pergi tanpa membereskan pecahan kaca yang telah dihancurkannya,"
dan kau pun masuk, membersihkan pecahan kaca itu. tapi sekarang kau pergi meninggalkan pecahan kaca yang sama.'
gadis itu selesai mengetik. dia menutup laptop nya. berdiri membawa masuk laptop dan mug coklatnya.
"bisakah kau kembali tuan? atau takdir hanya mempertemukan kita tanpa menyatukan kita," gumam gadis itu sebelum menutup pintu.
end.