Aku hanyalah seorang manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan Dosa.
Aku seperti wanita pada umumnya yang mendambakan kasih sayang dan cinta yang tulus dari seseorang.
Karena menurutku hidupku terlalu plat dan keluargaku terlalu banyak menuntut, jadi kucari perhatian, kasih sayang dan kesenangan dari luar dan dari orang lain.
Riska Amalia namaku,,, umurku 35 sekarang
ya aku seorang istri dan ibu dari 3 orang anak.
"mungkin aku jenuh dengan kehidupan ku saat ini"
geus bosen hirup teh, meuni asa di jajah kudu itu kudu ieu, hayang bebas lah, hayang senang.
(sudah bosan hidup, serasa di jajah harus ini harus itu, ingin bebas, ingin bahagia) "ucap Riska suatu waktu"
lha terus kudu kumaha, nya wajar atuh istri ngurus salaki jeung anak mah, ulah di pake aral. geus geunah budak geus garede.
(terus harus gimana, wajarlah istri ngurus suami dan anak, jangan di bawa emosi, udah seneng anak anak udah pada gede) "Dian menimpali"
Ris, kamu tuh harusnya bersyukur, jangan bandingkan suami mu dengan suami orang lain,
belum tentu laki laki lain lebih baik dari suami mu saat ini. "ucap Dian menasihati Riska lagi"
"Pokoknya aku mau pisah Di, aku mau cerai"
Astaghfirullah, Ris nyebut istighfar kamu tuh ngomong apa, Inget anak anakmu lho Ris, mereka masih butuh kasih sayang emaknya,
Anak anak udah gede, sampai kapanpun aku tetap ibunya, mereka sudah bisa berfikir mana ibunya mana bapaknya, sudah cukup selama ini hidupku ku korbankan buat mereka, sekarang pokoknya aku mau mencari kebahagiaanku.
Eh,, Ris aku gak ngerti cara berfikir mu.
Lillah lah Ris, ngurus anak sama suami kok kayak gak ridho gitu, berusahalah memperbaiki lagi.
aku yakin suami mu bisa berubah.
waktu terus bergulir,,, aku mencari kesenangan di luar. dan aku tanpa sengaja bertemu seseorang,
dia pria pengertian dan bisa memahami ku, lembut tutur katanya. akupun yakin dan mantap untuk berpisah dari suamiku.
Di, aku sudah mengajukan perceraian ke Pangadilan Agama. aku mantap mau cerai.
meski suami ku gak mau melepaskan, pokoknya keukeuh aku mau pisah.
Kamu emang keras kepala Ris, semoga apa yang kau putuskan saat ini benar. mudah mudahan suatu saat kamu gak menyesal dan tidak merasa kehilangan. "jawab Diana"
Ingat anak anak mu udah bisa mikir mana yang benar dan mana yang salah, jangan sampai anak anakmu menyalahkan kamu.
Iya Di terimakasih kamu selalu ada di sampingku, selalu jadi teman ceritaku.
Semoga keputusanku benar, dan kedepannya aku bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan.
Amiiiin 🤲