Sambil menatap langit, Yura terus teringat dan terbayang bagaimana saat pak Han mengatakan hal yang paling menyentuh hatinya.
.
.
"Tak ada lagi yang bisa kuajarkan lagi padamu, pergilah." ujar pak Han.
"Tapi pak, aku_" belum selesai Yura bicara, pak Han sudah lebih dulu mengangkat tangan kanannya seolah memberi ku kode untuk tidak bicara.
"Oke, kalo itu mau bapak... kita putus, puas!" Yura berlari meninggalkan pak Han.
.
.
"Kuat Yura, kau itu si batu karang yang tidak akan mudah lemah oleh kerasnya hati pak Han. Jika ia menginginkan ku, pak Han pasti akan mencari mu." Yura menyemangati dan menguatkan hatinya sendiri sambil tangannya menyusut air mata di pipinya.