Dengan sedikit keterpaksaan dan diatas kerasnya penderitaan dimana kedua orang tua ku terutama ibuku harus melaksanakan sebuah kewajiban sebagai orang tua, Ibuku bersih keras menyekolahkan ku tidak perduli bagaimana caranya dan berapapun biayayanya,
bahkan tidak pernah aku membayangkan bahwa aku bisa merasakan suasana disekolah.
Mengingat tempat tinggal kami berada dipedamalan yang jauh dari keramaian dan jauh dari komunikasi, akhirnya Ibuku memutuskan untuk menitipkan aku pada kakek dan nenek ku di Desa asalku demi menyekolahkan ku dengan harapan mengubah masa depan yang suram menjadi sedikit lebih cerah.
Seminggu kemudian terhitung dari susunan rencana hingga tiba pada masa yang di nantikan, akhirnya aku memulai kehidupan baru dilingkungan sekolah. keceriaan anak anak disekolah pada umumnya ialah merasakan hal hal yang baru seperti halnya pakai seragam merah putih yang baru, sepatu baru dan lain sebagainya. Namun tidak bagiku, aku ceria karena aku bangga bisa merasakan keramaian disekolah meskipun seragam ku sudah memiliki warna sedikit memudar itupun hasil pemberian orang.
Dengan sepatu yang sedikit robek dan di hiasi tas yang terbuat kantong plastik aku tetap melangkah kedepan dan bukan kebelekang, Dalam hatiku sedikit ada keraguan, karna belum ada tanda tanda kepastian untuk kedepannya. Namun yang jelas aku mencoba untuk membangkitkan sebuah semangat untuk tetap menerima kenyataan, Itulah hari pertama aku sekolah.
Hari hari di sekolahpun terus berjalan tidak ada hal yang istimewa ataupun kisah yang menarik untuk diceritakan dalam keseharian ku disekolah, karna semuanya penuh dengan rasa pedas.
Singkat cerita tibalah waktunya hari pembagian raport semester satu, hari itu adalah merupakan hari kebanggaan bagiku, karna namaku menjadi sorotan publik eh maksudnya menjadi perhatian banyak orang. bagaimana tidak, saat pengumuman ranking aku menjadi yang pertama di kelas satu SD.