Emang semua pelakor itu orang kriminal?sampai-sampai banyak orang yang menghina mereka, bahkan ada yang menjahui nya seperti wabah penyakit.
Aku tau kalau perbuatan mereka yang merebut suami orang itu masuk kedalam kejahatan, walau begitu seorang pelakor juga manusia!
Manusia yang memiliki rasa kepada seseorang yang membuat diri nya jatuh cinta kepada nya, dan bukan salah nya jika dia mencintai orang itu.
Yang salah adalah rasa jatuh cinta nya kepada orang tersebut, dan itu yang aku alami sebagai orang yang telah salah dalam mencintai suami orang lain.
Aku tau bahwa perasaan ku ini salah, tapi bagaimana lagi....
Aku tidak bisa menghilang kan rasa cinta ku ini kepada pria itu, yang merupakan seorang suami yang telah memiliki keluarga nya sendiri.
Dan ini lah perjalanan cinta ku, yang di anggap salah di mata orang-orang...
Tetapi bagi ku cinta ini tidak salah...
Saat itu, saat di mana aku melamar pekerjaan setelah aku lulus kuliah dan di perusahaan itu aku bertemu dengan nya.....
Akbar Ghazali Iransyah, dan aku memanggil nya mas Akbar.
Saat aku telah bekerja 1 bulan di perusahaan itu, baru aku bertemu dengan nya yang saat itu aku sedang lembur sampai 3 subuh pagi, dan mas Akbar juga mendapatkan lembur seperti ku.
Aku ingat kata pertama nya saat kami memulai percakapan untuk pertama kalinya.
" Kalau boleh tau, siapa nama mu? " Tanya nya kepada ku, yang saat itu aku akan pulang.
" Nama saya Fatiyah Salsabila pak " Jawab ku, sambil aku memandangi wajah nya.
Dan saat itu aku mengagumi ketampanan nya, tapi aku belum jatuh cinta pada nya karena kami baru berkenalan saat itu.
" Saya Akbar Ghazali Iransyah, dan juga saya belum setua itu. Jadi panggil aja Akbar "
" Enggak bisa begitu pak, kan anda lebih senior dari saya. Karena itu saya harus lebih hormat kepada anda. " Memang aku sedikit terkejut mendengar ucapan nya, untuk memanggil nama nya. Tapi karena aku masih karyawan baru membuat aku segan untuk memanggil nama nya saja.
" Berapa lama kamu sudah bekerja di sini? karena saya tidak pernah melihat mu ketika saya ada di sini? dan ini baru pertama kali kita bertemu. "
" Sudah 1 bulan lama nya pak, dan juga saya sangat sibuk dengan pekerjaan pertama saya karena itu saya belum terlalu kenal dengan yang lain, selain bang Dion sama pak Yas " Memang aku tidak terlalu kenal dengan karyawan lain, selain bos ku pak Yas dan bang Dion yang di utus untuk membantu ku dalam pekerjaan pertama ku.
" Hm... pantas saja saya tidak pernah melihat mu, ya...tapi tidak masalah juga. Karena saya sudah mengenal mu sekarang dan besok saya akan memperkenalkan mu dengan karyawan lain nya, agar kamu bisa berteman dengan lain nya. Tidak masalah kan? " Dia menanyakan nya sambil tersenyum lembut kepada ku, dan secara refleks aku mengangguk kan kepala ku.
" Tidak masalah pak, malahan saya berterima kasih karena sudah mau membantu saya " Hanya itu yang bisa aku katakan kepada nya.
" Lalu, kamu pulang dengan siapa? " Tanya nya, sambil melihat ke arah luar yang saat itu langit masih gelap.
" Sebenar nya saya naik bus malam pak, jadi saya harus jalan kaki menuju ke halte bus. " Jawab ku.
" Lebih baik kamu saya antar ke rumah mu, tidak baik untuk perempuan sendirian jalan ke halte tanpa ada seseorang yang menemani nya. Dan juga pasti kamu pertama kali kerja lembur seperti ini." Ucap nya, dan membawa ku menuju ke mobil nya yang terpakir dengan rapi di tempat parkiran.
Aku pun setuju di antar oleh mas Akbar, karena aku juga takut jika terjadi sesuatu dengan ku saat sendirian saja ke halte bus, apa lagi aku juga pertama kali naik bus saat malam hari seperti itu.
Ya, itu adalah pertemuan pertama kami yang sangat berarti bagi diri ku, apa lagi setelah mengantar ku ke rumah mas Akbar mengatakan " Besok-besok jika kamu lembur lagi, lebih baik kamu pulang nya dengan orang rumah atau sama teman mu, dari pada pergi sendirian naik bus. Itu sangat berbahaya terutama untuk perempuan seperti kamu. "
Aku selalu mengingat perkataan nya itu, dan mulai saat itu aku selalu meminta abang ku untuk menjemput ku saat pulang terlalu malam, jika abang ku tidak bisa maka teman ku yang juga merupakan tetangga ku yang akan menjemput ku.
Sesuai dengan perkataan nya, dia mulai memperkenalkan ku kepada karyawan lain sehingga aku memiliki teman di sana, dan aku memiliki 2 orang yang sangat dekat dengan ku yaitu Erli dan Ayu.
Ya, mereka adalah teman ku yang paling dekat dengan ku selain bekerja di perusahaan, bahkan kami sering hang out bersama dengan teman ku Caca.
Tapi, semua nya mulai berubah ketika aku mulai jatuh cinta pada mas Akbar ....
Karena kebaikan nya, perhatian nya dan juga bagaimana dia menjaga ku membuat aku jatuh cinta pada mas Akbar, siapa yang tidak mencintai pria seperti itu yang tidak hanya tampan tapi juga begitu penuh akan kasih sayang pada orang-orang terdekat nya.
Walau aku tau bahwa dia bersikap seperti itu bukan kepada ku saja, tapi pada teman-teman nya yang lain.
Tapi, entah kenapa aku merasa perhatian nya kepada ku sangat berbeda dengan perhatian nya kepada teman-teman nya, bukan aku merasa istimewa...
Tapi itu memang kenyataan, karena setelah 1 tahun telah begitu dekat dengan nya, mas Akbar mulai sering mengantar jemput diri ku saat akan pergi bekerja.
Bahkan setiap hari wekeend dia selalu mengajak aku bepergian, seperti ke bioskop, mall, taman hiburan dan juga ke Zoo.
Apa lagi coba jika itu bukan kencan, tapi saat aku dan mas Akbar sudah begitu dekat ' Pacaran ' ada seorang perempuan yang datang ke perusahaan.
Dan saat itu aku melihat mas Akbar memeluk nya, mencium bibir nya dan juga mengatakan kata-kata cinta kepada perempuan itu, sedang kan dengan ku dia tidak pernah seperti itu.
Hanya satu hal yang terlintas dalam pikiran ku saat itu, meminta penjelasan kepada mas Akbar dan tanpa pikir panjang lagi aku langsung masuk kedalam dan menarik bahu mas Akbar agar berbalik ke arah ku.
" Mas, kamu kenapa melakukan hal mejijikan seperti itu sama wanita ini mas? siapa wanita ja*ang ini mas? jawab aku mas!? " Aku tidak tau entah apa yang terjadi pada ku, yang aku tau aku sangat marah besar pada mas Akbar karena melakukan hal menjijikkan itu bersama wanita lain.
Plak....
Sebuah tamparan melayang ke pipi kiri ku dan itu terasa begitu panas dan sakit, segera aku menatap ke pelaku yang menampar ku yaitu wanita ja*ang tersebut.
" Berani nya kamu menampar ku, kamu pikir kamu siapa ha! dasar wanita ja*ang!!! " saat aku akan membalas menampar perempuan itu, mas akbar menahan tangan ku saat itu.
Dan yang membuat hidup ku hancur adalah saat dia berkata....
" Dia istriku, jadi jangan pernah kamu berbuat macam-macam pada istriku " Satu kata, hanya satu kata ' Dia istriku ' membuat hidup ku yang penuh akan kebahagiaan, hanya menjadi sebuah mimpi yang tidak akan pernah menjadi kenyataan.
" Kamu itu wanita ja*ng, udah merebut suami orang lagi! entah berapa pria yang telah kamu ***** " Aku pun langsung menatap tajam ke arah nya, dan terlihat dia tersenyum mengejek kepada ku, yang membuat aku semakin marah pada nya.
" Aku enggak percaya, modelan kayak gini kamu berani selingkuh di belakang aku pa." Ucap perempuan itu, yang menatap hina pada ku.
Saat aku akan membalas perkataan perempuan itu, terdengar suara mas Akbar yang membuat ku semakin hancur mendengar nya.
" Enggak lah ma, aku enggak ada hubungan dengan wanita murahan ini. Lebih baik kita pulang, di sana aku akan menjalas kan semua nya. Kasian anak kita lagi sendirian di rumah karena kamu pergi ke sini "
Anak? ternyata selain sudah beristri dia juga sudah punya anak....
Kenapa aku bisa sebodoh ini bisa mencintai suami orang, yang bahkan sudah mempunyai seorang anak?
Saat mas Akbar akan pergi bersama perempuan itu, terlihat perempuan itu berhenti di dekat pintu lalu dia berbalik dan berkata...
" Dasar Pelakor! masuk aja kamu ke neraka sana, karena udah berani merebut suami orang! "
Saat itu juga aku telah di cap sebagai seorang ' Pelakor ' dan semua orang mulai menghina diri ku bahkan Erli dan Ayu mulai menjauhi ku, tidak ada lagi pertemanan di antara kami.
Bukan itu saja orang tua ku juga memarahi ku karena aku yang merebut suami orang, yang padahal aku tidak salah tapi tetap saja di mata masyarakat aku bersalah, bahkan orang tua ku juga menganggap aku bersalah.
Bukan nya mendukung ku tapi mereka malah menjauhi ku, bahkan teman ku Caca juga mulai menjauhi ku secara perlahan seperti Erli dan Ayu.
Hanya abang ku yang mendukung ku saat masa sulit itu, bahkan dia juga yang menyarankan ku untuk ke kota Bandung untuk memulai hidup baru di sana.
Dan aku mensetujui nya, sebelum aku pergi ke kota Bandung aku mengirimkan surat kepada mas Akbar sebagai kenangan terakhir ku bersama nya, karena walau aku tau dia sudah menikah dan memiliki anak, tapi...
Tetap saja aku masih mencintai nya, dan perasaan itu masih belum hilang sepenuh nya karena dia merupakan cinta pertama dalam hidup ku, walau harus berakhir dengan kesedihan yang sangat membekas dalam hidup ku.
🎭 TAMAT 🎭
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mas Akbar ku yang ku cintai :
Hai, mas
Bagaimana keadaan mu sekarang? apa kamu sudah berbaikan dengan istrimu?
Jika sudah, aku ucapkan semoga tidak ada lagi wanita yang mencintai mu seperti aku yang mencintai mu, agar hubungan pernikahan mu tidak ada masalah.
Jika memungkinkan, aku ingin mendapatkan mu untuk menjadi milikku dan menjadi suami ku seorang, tapi....
Aku tidak sejahat itu mas, karena ada nya seorang anak dari hasil pernikahan mu itu mas..
Dan aku tidak mau menghancurkan kehidupan nya karena keinginan egois ku ini.
Aku hanya ingin mengatakan aku sangat, sangat mencintai dirimu....
Entah sampai kapan cinta ku kepada mu akan hilang?.....
Aku tidak tahu.
Bahkan aku tidak tahu, apa kamu juga mencintai ku juga atau kamu hanya mencintai istrimu saja..
Aku tidak tahu.
Selamat tinggal mas Akbar, dan aku harap kamu bisa membaca surat ku ini.
Karena aku tidak tahu apa surat ini akan sampai kepada mu, atau tidak.
Aku tidak tahu.
Dari Fatiyah Salsabila, yang sangat mencintai dirimu.
Dan akan mulai melupakan dirimu untuk selamanya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~