Aku adalah seorang tentara wanita.
Suatu hari aku dan anggota lainnya ditugaskan keperbatasan yang sedang memgalami konflik pemberontakan.
Tapi naas, saat menjalankan tugas, aku 'gugur' di medan pertempuran. Dan saat membuka mata lagi, tahu-tahu aku masuk kedalam novel yang suka kubaca dikala senggang. Buku novel yang tak ada nama pengarangnya.
Buku novel romansa kerajaan dan aku menjadi seorang permaisuri di cerita itu. Masalahnya, permaisuri itu adalah tokoh antagonis dan seorang ibu tiri yang kejam. Tokoh yang begitu sangat tidak aku sukai karena karakternya yang kejam.
Lebih parahnya lagi, aku menjadi permaisuri yang tak dianggap oleh rajanya, ibu tiri yang kejam oada anak-anak dan ratu yang tak disukai oleh rakyatnya. Dan seingatku, tokoh yang aku rasuki ini akan mati mengenaskan diakhir cerita nantinya.
Hiks, hidup sungguh rumit.
Sudah 'gugur' di medan pertempuran, aku harus menerima kenyataan kalau ternyata aku malah hidup dicerita novel dan menjadi tokoh antagonis yang tidak aku sukai.
Tidak! Tidak boleh terjadi!
Aku tidak mau 'mati' untuk yang kedua kalinya. Untuk bertahan hidup, aku akan mengubah jalan ceritanya. Tak peduli sang pengarang novel ini akan bingung nantinya. Enak saja kalau aku harus mati gara-gara cerita imajinasinya.
Pertama-tama, aku akan mengubah penampilan sangar permaisuri ini menjadi lebih lembut dan anggun. Dan karena itu, seisi kerajaan jadi bingung dan kaget dengan perubahan yang aku buat pada tokoh antagonis ini.
Lalu, aku akan membuat raja yang tak begitu menyukai tokohku ini akan menjadi sayang dan mendukungku.
Dan yang terakhir, aku akan membuat anak-anak dari mendiang permaisuri kedua untuk bisa sayang dan bisa menerima tokoh ini sebagai ibu yang baik bagi mereka.
Menurut cerita novel, tokoh antagonis ini yaitu permaisuri pertama tak memiliki anak karena itulah dia tak menyukai anak-anak iti dan menjadi ibu tiri yang kejam pada mereka. Aku tahu anak-anak itu tak suka dengan tokohku ini. Tapi tak masalah, aku bisa mengatasinya karena aku memiliki banyak pengalaman saat mengurus adik-adikku.
Awalnya memang tak mudah dan banyak rintangan juga. Tapi berkat kasih sayang, akting, kerja keras dan tekad tahan banting akhirnya raja dan anak-anak itu bisa menerima tokoh ini sekarang.
Disaat terjadi perang antar kerajaan, aku ikut membantu. Karena merupakan seorang tentara, aku berhasil ikut andil membantu kerajaan ini memenangkan peperangan berkat strategi militerku. Sampai raja sangat takjub padaku.
Setelahnya kehidupanku menjadi tenang, tapi tak berlangsung lama karena tiba-tiba muncul masalah baru lagi. Tokoh protagonis yaitu adik perempuan mendiang permaisuri kedua menunjukkan rasa tak suka kepadaku. Dialah yang sudah mengurus dan merawat anak-anak saat tokoh ini masih jahat.
Dia orang yang baik, ramah dan sangat menyayangi keponakan-keponakannya itu, entah kenapa tiba-tiba sekarang menunjukkan rasa tak suka padaku. Mungkin karena aku berubah jadi orang baik dan mengambil kepercayaan keponakan-keponakannya yang imut itu. Ditambah lagi aku baru mengetahui kalau ternyata dia menyukai raja dan semakin tak senang karena raja semakin sayang padaku.
Diapun mulai melancarkan serangannya untuk menghancurkan dan menjatuhkanku, tapi itu tak mempan karena aku adalah prajurit dengan mental tahan banting dalam menghadapi situasi apapun.
Karena ketahuan raja kalau dia ingin mencelakaiku, yang ada dia malah mendapat hukuman dan diasingkan keluar dari kerajaan.
Lalu, semenjak itu kehidupanku menjadi benar-benar tenang dan damai. Dan kami bahagia untuk selama-lamanya.
Sekian dan tamat.
"Eh? Loh? Ini dimana?" tanyaku bingung celingukan melihat sekelilingku. Setelah dipastikan ternyata aku ada dirumah sakit.
"Aku... masih hidup!?" teriakku senang tak percaya.
Aku yang tadinya menjadi permaisuri kerajaan yang sudah melewati banyak rintangan dan kesulitan dan akhirnya hidup bahagia, tiba-tiba saja kembali ke tubuh asliku, seorang tentara wanita, saat cerita novel itu tamat?
"Sudah bangun?" tanya seseorang tiba-tiba.
"Apa... Anda dokter?" tanyaku agak was-was melihat pria aneh dan misterius yang tiba-tiba sudah berdiri disamping tempat tidurku.
"Hm? Bukan. Aku adalah pengarang novel ini." ucapnya tersenyum kalem sambil memperlihatkan buku novel ditangannya.
"Pe-pengarang novel ini?" tanyaku kaget tak percaya. Dia mengangguk mengiyakan.
Walaupun agak ragu, tanpa basa basi, aku langsung menceritakan hal aneh yang aku alami mengenai aku yang tiba-tiba bisa masuk kenovelnya. Aku tak tahu dia akan percaya padaku atau tidak dan menganggapku sedang bermimpi karena mengalami koma. Walaupun aneh dan tak masuk diakal, yang penting cerita dulu. Keluarkan semua curhatan dulu walaupun aku tak begitu mengenalnya.
"Kalau Anda tak percaya dan menganggapku tak waras, tak mengapa. Soalnya hal itu memang diluar akal sehat. Yang pasti orang yang tak pernah mengalaminya, tak akan percaya dengan yang saya ceritakan." ucapku menunduk muram.
"Aku percaya kok. Berkatmu, novelku jadi banyak mengalami perubahan dan memiliki cerita menarik yang tak terduga. Hm... benar. Menarik juga... " ucapnya tak jelas.
"Apa... novelmu itu... mengandung sihir? Soalnya aneh saja saya bisa masuk kesana dan semuanya terasa begitu sangat nyata." ucapku hati-hati.
"Hm... Entahlah... " jawabnya tersenyum misterius.
"Kalau begitu, saya pamit dulu. Sehat selalu, ya." ucapnya pergi meninggalkan aku yang masih terbengong-bengong.
Sampai sekarang, hal yang aku alami itu tak pernah terpecahkan dan masih tetap menjadi misteri. Pria misterius itupun menghilang begitu pula buku novel yang kumiliki. Dua-duanya menghilang tak jelas dan tak ada jejak sama sekali. Sampai terkadang membuatku merinding setial kali mengingat hal tak masuk akal yang kualami itu.
"Sudahlah, yang penting aku masih hidup aja itu sudah bagus. Itu yang paling penting kan." ucapku menyemangati diri sendiri dan melupakan semua kejadian aneh itu.