"Selamat ya... Anggia akhirnya kamu menikah juga ya," ucap Rini sahabat terbaik ku dan langsung memeluk ku dengan erat, seakan ini adalah pertemuan terakhir saja.
Aku Anggia, usiaku sudah 27 tahun namun belum pernah memikirkan untuk menikah, Karena saat ini aku ingin mengejar karir dan cita cita ku terlebih dahulu sebelum ada pria asing yang menghancurkan semuanya.
Tapi gara gara insiden yang tidak di sengaja, aku harus menikah dengan secara paksa,
Menikah dengan seorang pria?!
Bukan, lebih tepatnya dengan seorang bocah, karena usianya jauh lebih tua di atasnya.
Perbedaan usia yang cukup signifikan, 7 tahun...
Dia lebih pantas menjadi adikku saja daripada menjadi suamiku.
Seandainya aku tidak terlalu banyak minum saat itu, mungkin hidup ku akan normal seperti biasanya, bangun tidur terus sarapan, kerja sepanjang hari, pulang dan istirahat seperti biasanya.
Aku merasa kami hanyalah pasangan bodoh yang menurut saja ketika warga menuntut kami untuk menikah, karena di anggap telah berzina.