pagi ini aku berangkat menuju bandara karena akhirnya mimpiku selama hidupku tercapai yaitu pergi berlibur di luar negri aku berangkat dengan semangat 45,saat sampai di bandara aku sedikit menunggu jadwal penerbangan ku
saat waktunya sudah tiba untuk take of tiba tiba ada seorang yang menghampiriku dan memintaku untuk menukar tiket pesawat karena tiket miliknya di jadwalkan jam 9 siang sedangkan ibunya sedang dalam kondisi kritis jadi dia harus berangkat sekarang juga akhirnya aku merelakan tiket ku untuk di tukar
sambil menunggu jadwal penerbangan ku aku kembali melanjutkan film yang tadi sempat aku tonton, saat film selesai penerbanganku pun sudah waktunya take of
saat aku menyerahkan tiket ku tanpa aku ketahui ternyata tiket ku adalah tiket vip, aku menaiki pesawat yang mewah aku benar benar beruntung hari ini "ya tuhan mimpi apa aku semalam" aku bergumam dalam hatiku
saat tengah asyik menikmati fasilitas yang ada tiba tiba pilot menyuruh kami untuk mengambil prasut karena mesin pesawat tiba tiba mati mesin, tanpa aku sadari semua orang sudah mengambil prasut masing masing
aku mencari ke sana kemari karena takut tidak kebagian akhirnya aku menemukan satu, saat akan aku ambil ternyata ada salah satu penumpang yang akan mengambilnya juga "maaf aku yang melihatnya duluan ? " kata ku sambil mengambil prasut tersebut dan langsung aku kenakan
karena penasaran aku melihat siapa yang tadi mau merebut prasut ku, aku begitu kaget saat tau kalau orang itu adalah orang yang sempat aku tonton filmnya
saking kagetnya pilot sudah mengintruksikan semua penumpang untuk keluar akhirnya yang tersisa hanya kami berdua, karena dia tidak mendapatkan prasut akhirnya aku mengajaknya untuk turun bersama "apa tidak mendapatkan prasut" aku malah jadi basa basi karena gugup "ya tuhan kenapa aku malah bertanya begitu" aku bergumam dalam hati
dan dia menjawab dengan mengangukan kepalanya "manisnya" aku bergumam kembali "ya sudah sini bareng sama aku" diapun mendekat aku dapat mencium aroma rambutnya saking dekatnya dan kegugupanku kembali datang "biar saya saja" mendengar suaranya itu terdengar begitu indah akhirnya aku membiarkan dia untuk mengambil alih prasut
kami berduapun akhirnya turun dari pesawat karena lama kamipun terpisah dari penumpang yang lain, kamipun akhirnya mendarat di pulau terpencil yang aku yakini pasti jarang lewat perahu apalagi kapal laut
kami saling diam tidak ada yang berbicara,sambil menunggu bantuan dia terus kesana kemari sambil mencari sinyal padahal sudah jelas dari tadi juga sudah tidak ada sinyal ngapain cape cape kesana kemari, dari pada diam akhirnya aku memutuskan untuk menjelajahi pulau kecil ini ya mungkin aja dapat menemukan makanan
aku berkeliling pulau tidak membutuhkan banyak waktu mungkin hanya butuh waktu sekitar 1 atau 2 jam saja, saat aku kembali ke tempat awalku aku kaget karena dia sudah tidak ada di tempatnya saat aku mencarinya aku bisa melihat kalau dia sedang sembunyi di balik pohon besar "kamu lagi ngapain di sini? " aku pun menghampirinya tapi saat aku bertanya aku malah mendapat tamparan darinya "berani beraninya ya kamu mengintipku pergi sana" aku pun pergi tanpa melihat kembali ke belakang "emangnya aku bisa lihat apa" aku hanya bisa terus bergumam
dia pun keluar dari persembunyiannya "kamu habis darimana tadi tiba tiba ngilang ? " dia kembali duduk di atas daun pisang yang sempat aku cari tadi "kenapa di dudukin itu buat naro makanan" aku begitu sebal karena daun yang aku dapat malah di jadikan tempat duduknya " ya terus aku harus duduk dimana di sini kan pasir semua kotor tau, kamu cari aja lagi dan makanannya biar aku yang pegang" aku pun pergi lagi untuk mencari daun pisang kembali
"kemana suara indahnya tadi sekarang malah sudah terlihat kaya ibu ibu yang lagi tawar menawar di pasar" aku menggerutu sendiri sambil sesekali menebas akar yang menjalar
saat aku kembali aku kembali di buat kesal karena makanan yang aku cari sudah habis di makan olehnya " ya ampun kamu makan semua buat aku mana ? " dan dia tanpa dosa hanya mengangkat bahunya tanpa merasa bersalah sedikitpun
aku pun pergi kembali untuk mencarai makanan untuk ku, setelah menurut ku cukup aku kembali ke tempat awalku karena bagaimanapun aku tidak boleh meninggalkan dia sendiri karena mau dia senyebelin apapun dia tetap wanita yang harus di jaga
saat aku memakan makananku tiba tiba dia mendekat dan duduk di sebelahku "ada apa ? " aku sedikit meninggikan suaraku karena aku masih sedikit sebal "minta" saat melihat mimik wajahnya marah ku pun hilang aku malah jadi gemas dan ingin mencubit pipinya tapi aku kembali sadar "tidak boleh tertipu oleh wajah palsunya itu" aku bergumam dalam hati "ehem emang yang tadi belum cukup " aku kembali meninggikan suaraku
"ya tidaklah itu cuma buah mana mungkin bikin kenyang ? " dia juga ikut meninggikan suaranya "bukannya di tv kamu pernah bilang kalau kamu vegetarian seharusnya makan buah sebanyak itu cukup buat kamu" saat aku bisa menjawab aku bisa melihat wajah nya yang terkejut "kalau gak mau kasih ya sudah" dia berdiri hendak pergi "nih kata siapa aku gak mau kasih" akupun memberikan sedikit buah untuknya "terima kasih" dia kembali duduk di dekatku
kamipun mengobrol saat kami asyik berbicang aku dapat menyadari kalau dia tidak sepenuhnya menyebalkan hanya memang sifatnya kadang seperti itu.
seminggu telah berlalu dan aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang nyebelin kadang juga sedikit ngatur karena mungkin dia sudah terbiasa dengan hidup mewah dan segalanya serba di layani
dia sudah sedikit terbuka padaku dia juga meminta maaf karena awal awal dia sempat menghabiskan semua makananku dia juga bercerita kalau dia menggeluti dunia hiburan bukan karena pekerjaan semata tapi hanya sekedar hobi karena dia memang sudah memiliki segalanya dari kecil
mendengar cerita itu aku benar benar iri aku harus banting tulang hanya untuk mencari uang ingin membeli tiket pesawatpun aku harus menabung beberapa tahun agar mimpiku dapat tercapai
karena kebersamaan kami di pulau ini kamipun mulai dekat kami sudah tidak malu hanya sekedar saling berbagi suapan ataupun saling berpegangan tangan sekedar menghilangkan rasa dingin di malam hari.
waktu sebulanpun sudah berlalu saat aku terbangun dari tidurku aku kaget karena sudah banyak sekali orang, melihat aku sudah terbangun seseorang menghampiriku dan menjelaskan semua nya padaku
aku mendengar itu begitu kaget karena merasa di bohongi apalagi saat melihat dia yang bisa tertawa lepas " apa selama ini aku di tipu apa semua yang dia lakukan hanya kebohongan semata apa dia sudah tau kalau ini hanya program televisi, aku benar benar bodoh dan kenapa aku bisa bisanya terbawa suasana, seharusnya aku curiga tidak mungkin akan ada orang yang mau menukar tiket pesawat VIP dengan tiket pesawat ekonomi dan mana mungkin seorang selebriti mau berpegangan tangan dengan orang miskin sepertiku aku benar benar bodoh" aku hanya bisa marah di dalam hatiku tanpa bisa melepaskan amarahku
setelah selesai menjelaskan dia memberikan aku cek dan mengelurkan kertas kerja sama kalau aku menyutujui rekaman di pulau ini untuk di tayangkan, dan tanpa pikir panjang aku langsung menyutujuinya aku menandatangani surat itu dan mengambil cek itu "apa setelah ini saya bisa pulang pak" aku sudah muak dan benar benar ingin pulang aku benci aku kecewa semuanya bercampur aduk apalagi saat melihat wajahnya yang tanpa aku sadari sudah ada namanya di hatiku.
BERSAMBUNG
NB.
kalau rame nanti aku lanjutin yang persi ceweknya ok