Di ruang tunggu rumah sakit.
Ayumi asik membaca buku majalah yang saat ini berada di pangkuannya. Ia jenuh, sudah berbulan-bulan lamanya ia harus bolak-balik ke rumah sakit mengembalikan daya ingatnya.
Semenjak terjatuh dan kepalanya membentur lantai, ia kehilangan sebagian besar ingatannya. Terkadang apabila ingatannya mulai kembali sedikit demi sedikit, rasa sakit yang luar biasa akan menyiksa bagian kepalanya, oleh karena itulah setiap bulan ia harus terapi.
Seorang dokter muda melintas didepannya.
Melihat sosok yang sangat ia rindukan sedang membaca majalah, ia mendekatinya.
"Hai, Ayumi, apa kabar?", sapa dokter itu.
Ayumi melihat kearah orang yang baru saja menyapanya dan membaca name tag yang menggantung di leher dokter tersebut.
"Dokter Ryuji", gumamnya.
"Saya baik-baik saja Dokter Ryuji", jawab Ayumi dengan wajah datar.
Raut wajah Ryuji berubah," Dokter Ryuji?, apakah dia sudah melupakanku?", ia bingung dan merasakan ada yang salah. Pandangan mata itu mengapa berubah.
Terdengar nama Ayumi di panggil, tanpa permisi Ayumi masuk keruangan terapi meninggalkan Ryuji yang masih saja bingung. Ryuji mengenal dokter terapi yang sedang menangani Ayumi, ia berencana menanyakan apa yang terjadi dengan Ayumi. Setengah jam kemudian Ayumi keluar dari ruangan. Tepat pada saat itu juga Ryuji selesai memeriksa pasiennya.
"Ayumi!", teriak Ryuji ketika melihat Ayumi berjalan keluar rumah sakit.
Ayumi berhenti sejenak dan melihat kearah Ryuji, menunggu Ryuji dengan perasaann ingin tahu, apa maunya dokter ini.
Pada saat itu ada seorang anak kecil memanggil temannya, "Yuji, tunggu aku!".
Kata-kata anak itu tiba-tiba memberikan getaran yang aneh didalam ingatannya. Ayumi seakan mengingat kembali suatu kejadian yang sebenarnya begitu membekas didalam hatinya.
Flashback on
Seorang anak perempuan sedang menangis karena terjatuh ia sibuk mengelus lututnya yang memerah, " Whoaaa... Tatak..satiiit, Yumi tati tesantung tatu..".
"Sini Kakak lihat", seorang anak laki-laki yang usianya lebih tua dari anak perempuan tadi mendekatinya.
"Cup, cup Ayumi jangan nangis ya , sini, akan Kakak obati", bujuknya.
"Tunduh, Tatak Yuji tita otatin Yumi?", mata bundar yang sudah dibasahi air mata itu memandang Ryuji.
"Bisa", jawab Ryuji, ia lalu menuntun Ayumi masuk ke dalam rumah, mengambil kotak obat dan membersihkan luka di lutut Ayumi, setelah itu ia mengoleskan obat luka. Pekerjaan ayah Ryuji adalah seorang dokter. Itulah sebabnya Ryuji paham dengan situasi seperti ini.
Semenjak saat itu hubungan Ayumi dan Ryuji semakin bertambah erat, di mata Ayumi, Ryuji adalah pahlawannya. Ayumi telah terbiasa memanggil Ryuji dengan sebutan Yuji.
Flashback Off
"Yuji", Ayumi menyebut nama itu dengan lirih.
"Kau ingat denganku", suara lembut Ryuji menyadarkan lamunannya.
"Yuji, Kak Yuji, kau kah itu?", tanpa terasa setitik air menetes di pipinya.
Kembali ingatan itu menyeruak di dalam pikirannya. Ketika Ayumi dan Ryuji remaja, mereka sudah mengikrarkan diri sebagai kekasih. Sampai suatu ketika Ryuji harus meninggalkan Ayumi. Ryuji melanjutkan sekolahnya keluar negeri.
Entah apa sebabnya mereka lost kontak, Keluarga Ayumi pindah ke kota lain, disaat itulah Ayumi kehilangan sebagian ingatannya.
"Ya, ini aku, hp ku waktu itu terjatuh masuk kedalam air, aku tidak bisa menghubungi dirimu, setelah ganti hp, tetap saja aku tidak bisa menghubungimu, apakah kamu ganti nomor hp?", tanya Ryuji setelah memberikan penjelasan.
"Ayumi, kamu masih menungguku kan?, masih tetap mencintaiku kan?", tanya Ryuji lagi sambil memegang kedua tangan Ayumi.
Semua yang berada dekat mereka saat itu memandang mereka berdua sambil tersenyum, baru kali ini ada pemandangan indah di dalam rumah sakit.
Sementara yang dilihatin tidak perduli, serasa dunia ini milik mereka berdua.
Ayumi menyeka air matanya. Ia hanya mengangguk mengiyakan saat menjawab pertanyaan Ryuji.
Ryuji memeluk Ayumi, ia sudah tidak perduli lagi, baginya tidak ada yang lebih penting dari apapun selain dari kenyataan bahwa Ayumi kembali mengingatnya dan masih tetap mencintainya.
TAMAT