Di salah satu kampus ternama di Jawa tengah ada seorang gadis bernama Salsa yg menjadi primadona. Paras yg cantik, harta yg melimpah, bahkan ayahnya adalah rektor di universitas tersebut. Pada suatu hari, Salsa bertemu dg Bayu dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Bayu merupakan ketua organisasi pecinta alam. Karena itulah Salsa juga bergabung dg organisasi tersebut agar semakin dekat dg Bayu.
Pada suatu hari, mereka melakukan pendakian gunung. Gunung Slamet yg merukapan gunung tertinggi di Jawa Tengah itu menjadi tujuan mereka. Siang ini mereka sudah berada dipos pendakian. Berharap nanti malam bisa melakukan camping di puncak.
"Teman-teman.. Apa kalian sudah persiapkan bekal untuk pendakian & camping malam ini?" Tanya Bayu yg kali ini memimpin pendakian ini. "Sudah" jawab mereka serempak.
Pendakian yg melelahkan ini mereka tahlukkan selama 8 jam. Terik matahari yg menyengat kulit tak membuat semangat mereka luntur..
"Ok.. karena hari sudah gelap sebaiknya kita dirikan tenda disini." Ajak Bayu dg nafas yg masih terengah-engah. Merekapun segera mendirikan tenda bersama-sama. Dan kemudian beristirahat.
"Kak Bayu.. Apa aku boleh minta tolong?" Tanya Salsa mencari perhatian. "Ya.. ada apa Sal..?" Jawab Bayu. "Aku merasa lelah sekali.. apakah kakak bisa membantu memijat kakiku? Aku kan baru pendaki pemula. Jadi belum terbiasa seperti kak Bayu." Rengek Salsa manja.
Malam telah tiba.. Setelah mereka membersihkan diri dan makan malam dg masakan ala kadarnya. Merekapun tidur.
Dalam sejuknya angin malam mereka tertidur dg pulasnya. Namun ditengah indahnya mimpi, ada suara berisik yg menganggu mereka. Groook.. grook.. bunyi dengkuran yg cukup keras itu membuat mereka terbangun. Gabril bangun sambil mengumpat "siapa sih yg ngorok.. nganggu orang tidur aja". Satu persatu dari mereka bangun. Dan alangkah terkejutnya mereka ketika tau yg mengorok adalah Salsa. "Hah.. Yg ngorok Salsa? Kirain dia cewek sempurnya, ternyata punya kelemahan juga.." Cibir Gibran.. "Namanya jg manusia Gib.. Ya mesti ada kelemahannya lah.. Selama ini kamu anggep dia cewek sempurna kan karena Tuhan masih nutupin aibnya aja.." Sahut Dila. "Perkara ngorok aja diributin.. udah sana pada bobok lagi.. kita harus siapin stamina buat melanjutkan pendakian besok." Kata Bayu menengahi.
Secantik dan sesempurna apapun manusia tetap saja mereka mempunyai kekurangan. Tinggal bagaimana kita menyikapi hal tersebut.