Angin semilir menerpa wajahku. Aku turun dan melihat-lihat pemandangan pulau yang begitu menyejukkan mata. Hijau dan sejuk, pemandangan layaknya baru bertemu pemandangan desa. Aku merupakan salah satu petualang yang suka mencari informasi baru. Namaku, Wildan. Salam kenal~
Saat ku duduk di atas dahan kelapa, mataku yang mulai memejam, perlahan kembali terbuka. Seingatku, aku tak memiliki teman ataupun seseorang saat ke sini. Namun, begitu aku membuka mata, tubuhku menegang dan mataku membola.
"Hei, kamu siapa?" tanyanya dengan nada yang membuat hatiku berdesir. Sangat lembut, berirama, juga sedikit woahhh~
Mata hazelnut itu mengerjap dan kembali menegakkan tubuhnya. Rambutnya teracak-acak entah kenapa. Tubuhnya terbalut dress hitam yang kotor. Namun begitu, bahu eksotisnya terlihat jelas sangat mulus. Kakinya sama sekali tak terbalut sendal jepit ataupun sepatu, alias te-lanjang kaki.
Oke, aku normal!
"Kamu dibuang juga?" tanyanya lagi.
"Hah?" bingung ku dengan maksud ucapan lawan bicaraku. Helaan nafas terdengar. "Maksudku, kamu ke sini dengan apa?" tanyanya lagi.
"A-aku ... naik kapal pribadi,"
Tolong, aku guguppp!!
Tangan mulus dari lawan bicaranya terulur. Dengan canggung aku menjabat tangannya dengan hati yang berdebar tak karuan. Bagaimana tak karuan? Ini sangat ... langka. Aku tak punya teman bahkan pacar karena jiwa petualangku.
"Aku Shiella,"
"Wildan,"
Dia mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. Seperkian detik kami berdiam diri, aku melotot kaget mendengar dan mengingat nama si wanita yang kini duduk di sebelahnya.
"Clarissa Shiella?"
"Ya?"
Oh my goshhh!
Di depanku, ada wanita berpenampilan acak-acakan dengan memeluk kedua lututnya. Dia adalah selebriti yang sedang naik daun akhir ini. Selain itu, kabar dia menghilang dari panggung acara utama, membuat namanya semakin disorot dengan kasus penculikan.
"Kaget, ya? Aku seleb bintang itu. Aku hilang dari panggung karena ada yang iri denganku. Mereka membuang aku ke sini tanpa makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Ini ke-tujuh harinya aku di sini,"
"Tujuh hari?" beo-ku kaget.
"Iya. Aku makan dengan menangkap ikan, lalu membakar dengan api unggun saat sore hari. Di sini, ada batu yang dapat menghasilkan api. Itu pun aku makan dua hari sekali," jelasnya mencurahkan keluh kesahnya.
"Lalu ... kamu minum dengan?"
Kepala selebriti itu mendongak. Katanya, "Tuh, di laut banyak air,"
W-wow...
"Besok aku akan melanjutkan perjalanan menuju negara asal kamu juga aku. Ini tempat singgah ku karena sudah lelah duduk, tidur, dan makan di kapal. Kamu mau ikut?"
Mata itu berbinar cerah. Kepalanya mengangguk. Kesan lucu kuberikan hanya untuknya. Setahuku, selebriti sekaligus penyanyi ini lumayan dikabarkan sedikit sombong. Nyatanya, semua adalah rumor saja.
"Kalau begitu ... mari, aku punya banyak makanan, a-ada minuman juga baju b-buat nutupin i-itu,"
"Really? Thankyou so much, Dear! Hemm ... jadi pacarku, ya?"
Whattt??
Pacar??
Pulau keberuntungan!
_____