Malam ini udara terasa dingin, suara dentingan gerimis di atas genteng terdengar berirama dengan desiran angin.
Suasana yang begitu tenang, damai, membuat kepala ini terasa ringan setelah seharian terpupuk penat karena pekerjaan.
Ada sedikit rasa kecewa menyelinap di hati, rencana berangkat liburan ke bromo malam ini dengan teman kerja tlah gagal, karena baru tadi sore dapat kabar mobil yang harusnya membawa ku ke probolinggo mengalami kerusakan, dan untuk mencari gantinya pun sudah sangat mepet, di tambah kondisi yang sedang gerimis.
Akhirnya sesuai kesepakatan dengan yang lain, ku putuskan me-Reschedule acara liburan, dan hanya bisa berdiam diri menikmati suasana malam di dalam kamar ternyaman milik ku.
Hening tapi mata masih bening, terbesit di pikiran ku untuk menggoreskan tinta bolpoin ku di buku.
Aku memang gemar menulis, sekedar hoby, namun tidak pernah ada yang tahu dan tidak pernah aku posting di sosial media manapun, hanya ku tulis dalam sebuah buku, menjadi koleksi pribadi.
Kali ini aku akan menulis tentang Bromo, sudah tergambar jelas di pikiranku bagaimana alurnya ceritanya.
Ku tulis kata demi kata, mungkin karena tadinya otak ini sudah membayangkan indahnya liburan di sana, sehingga sangat mudah untuk ku menuangkannya dalam rangakaian paragraf. Dan ku buat cerita liburan tersebut sesuai harapan ku.
Mulai dari Bab 1, tentang sebuah rencana liburan, hingga berlanjut Bab 2, tentang persiapan berangkat.
Mata ku sudah mulai mengantuk, sesekali mata ini terpejam karena saking beratnya, bahkan terlelap beberapa detik, kemudian terjaga kembali dan terlelap lagi sampai aku di kejutkan oleh dering ponsel di atas tumpukan buku di meja.
"Sudah siap del?? ini mobil 30 menit lagi sampai rumahmu", suara Fani sedikit teriak dari ujung telepon, juga sedikit terdengar suara orang bercanda.
Aku terperanjat, ku lihat jam di ponsel ku sudah menunjukkan angka 22.00, segera ku berlari ke kamar mandi, membersihkan badan agar lebih segar, dan mempersiapkan semua.
'Tiinnn tiinnn' suara klakson mobil travel dari depan rumah. Ku ambil kunci pintu di dalam laci meja, dan segera keluar berlari meghampiri mobil type Elf Long yang akan membawa ku ke probolinggo, di dalamnya sudah hampir penuh oleh teman-teman ku yang sejak awal sangat antusias untuk ikut.
"Udah siap semua? nggak ada yang ketinggalan? berdoa dulu guys.." Ucap seorang teman yang duduk berada di belakang bangku sopir. Semua terdiam sejenak, memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing.
"Ayo berangkat,, gass poll" teriak salah satu teman dengan lantangnya yang di ikuti sorak sorai dari yang lain. Akhirnya kami berangkat ke Bromo.
Aku duduk paling depan, di sebelah sopir. Karena mobilnya elf, seharusnya di depan di isi dua orang penumpang, namun karena yang ikut tidak sesuai seat, dua seat kursi di depan aku sendiri yang menguasai, lumayan lah aku bisa duduk dengan longgar.
Sepanjang perjalanan, ku nikmati pemandangan, bukan pemandangan alam, melainkan sinar-sinar lampu jalan yang terlihat indah seperti lilin yang di tata di dalam ruangan yang gelap. Sesekali melintas kendaraan dari lawan arah ataupun yang sengaja mendahului mobil yang kami naiki.
Aku menoleh kebelakang, beberapa orang di bangku belakang masih bermain ponsel, tapi mereka yang di bangku tengah sudah tampak tertidur pulas, mungkin kelelahan karena tadi siang masih bekerja, tapi tidak dengan aku yang sebisa mungkin aku harus tetap terjaga untuk menemani sopir mengobrol supaya dia tidak mengantuk.
Kami sempat berhenti sekitar 30 menit di sebuah SPBU karena ada beberapa teman yang ingin ke toilet.
Tepat pukul 02.00 dini hari, kami sampai di jeep hard top, pangkalan jeep yang memang khusus melayani pengunjung untuk mengelilingi tempat wisata di kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Kami pun turun satu persatu, sebelum akhirnya berganti dari mobil elf ke mobil jeep.
Saat pertama kali turun, ku rasakan udara dingin menembus baju ku, hingga aku terpaksa melapisi nya dengan jaket tebal yang sudah aku persiapkan dan mengambil sepasang kaos kaki dari dalam tas lalu memakainya karena sebelumnya aku hanya memakai sepatu.
"Mari kita berangkat mbak, keburu sunrise nya tinggi" salah satu sopir jeep mempersilahkan kita menaiki jeep yang sudah di siapkan, ada 4 jeep yang kami pesan melalui teman kami yang kebetulan bekerja di salah satu jasa travel di probolinggo.
Mobil pun melaju, menyibak udara dingin dini hari, menyusuri jalan berbukit, dingin gelap tapi begitu indah dengan taburan bintang di langit.
Sambil menyetir sang sopir menjelaskan tempat-tempat mana saja yang akan kita kunjungi, dan tentu saja yang pertama di kunjungi adalah sunrise point.
Menurut penuturan sang sopir jeep, karena beberapa waktu lalu kawasan wisata bromo di tutup total karena pandemi, dan kawah bromo dalam status level 2, maka kawah bromo dan titik sunrise di gunung (penanjakan 1) masih di tutup dan sementara hanya Seruni (penanjakan 2) yang di buka, sehingga kami akan menikmati sunrise di sana, di Seruni Point karena kami masuk lewat sukapura, probolinggo.
Udara dini hari di sekitar bromo terasa lebih dingin, serasa benar-benar menusuk ke dalam tulang, setiap kita bicara akan mengeluarkan seperti asap, hal itu membuat teman-teman saling tertawa.
Begitu indah ketika cahaya mentari menyapa dari balik awan-awan putih seperti kapas. Mata ini hampir menitihkan air mata karena begitu mengagumi keindahannya. Tak ku abaikan keindahan saat itu untuk berfoto-foto ria, ada juga teman ku yang asyik ngevlog. Kepenatan akibat pekerjaan yang kemarin membelenggu, sirna seketika.
Setelah puas menikmati sunrice yang mulai sedikit meinggi, kami menuju tempat selanjutnya sesuai rundown yang di instruksikan oleh sopir jeep.
Selama perjalanan mata ini begitu di manjakan dengan indahnya panorama pegunungan, tanaman hijau, dan langit yang cerah di sekitar gunung bromo.
Sesekali dari dalam mobil suara nyanyian 'naek-naek ke puncak gunung' di serukan oleh teman-teman, di selingi canda tawa karena mereka merasa seperti anak TK yang kegirangan karena melihat gunung, sang sopir pun ikut tertawa karena terhibur. Jeep yang aku naiki berisi 5 orang, tapi gemuruh suaranya seperti 1 mobil elf. hahaha
Tiba di lautan pasir, mobil jeep berhenti memberikan kesempatan pada kami untuk, menikmati pemandangan dari titik terendah yang di kelilingi pegunungan.
Beberapa dari kami membuat video, ada yang berlarian, berjalan santai, ada juga yang sekedar bersuafoto layaknya model, seperti para pengunjung lainnya.Tak jarang salah satu sopir jeep merangkap menjadi fotografer, memfoto kami semua.
"Ya Allah bagus banget..!!!" teriak Fani yang tampak sangat girang, mungkin karena ini baru pertama kalinya dia ke bromo, sama seperti ku. Dia juga yang paling antusias saat aku mengusulkan liburan ke bromo.
Sungguh tak terkira indahnya ciptaan Allah, Sang Penguasa jagad dan seisinya. Mata ini begitu takhluk hingga tak mampu berkedip. Rasa hati pun tak ingin beranjak dari sana, mengingat jarang sekali aku melihat pepohonan hijau di kota kami,yang terlihat hanya bangunan-bangunan rumah yang semakin rapat, sungai yang penuh sampah, dan juga gedung-gedung yang tinggi.
Beberapa tempat tujuan di kawasan itu sudah kami kunjungi, dan mobil jeep akan membawa kami kembali ke meet point sebelumnya.
Saat kembali pun bukit-bukit di sana seakan melambai-lambaikan tangan dan berkata "jangan pergi, jangan pergi" hahaha. Tak ada pandangan yang terlepas dari jajaran gundukan tanah tinggi nan hijau itu.
Tapi tiba-tiba mobil berjalan di atas jalan yang berbatu besar dan terjal, membuat penumpang di dalamnya ikut berbenturan satu sama lain, semua mata menjadi waspada.
"Adduh! haha" salah seorang teman mengaduh sambil tertawa saat kepalanya membentur teman yang lain dalam jeep.
"Aduh! aduh! oh aduhai sekali jalannya..wakakaka" sahut yang lain saat ban mobil melewati lubang agak dalam.
Tak terkecuali kepala ku pun terbentur keras membuat mata ini merem melek. Tegang tapi menikmati keseruannya.
Ku rasakan tubuhku di goyang-goyangkan oleh tangan seseorang sambil ku dengar suaranya berkali-kali memanggilku.
"Del..dela..bangun.. sudah subuh..",
'suara ibu, bagaimana bisa ku dengar suara ibu di sini?'
"Dela..dela..!" panggilnya lagi.
"Dela!! cepetan bangun!! sudah subuh!!" suara lebih keras tepat di telinga ku, membuatku tersentak.
"Apa!! sudah subuh??" tanya ku terkejut sambil melihat layar ponsel yang ternyata sudah pukul 04.30. Ku berlari ke kamar mandi dan mengambil wudlu, lalu melaksanakan sholat subuh.
Selepas sholat, ku buka kembali buku yang semalam aku gunakan untuk menulis, ku baca judulnya 'Bromo, it's my dream', mata ku melirik dari satu kata ke kata berikutnya, baru aku sadari semalam aku memang menulis novel, namun sepertinya aku menulisnya dalam keadaan setengah sadar karena ada beberapa kata yang kacau dan tulisan seperti akar pohon di sana sini.hahaha
Pesan dari Author: hai para reader, kalian pasti sudah tau gunung Bromo kan.. Yap, gunung bromo adalah salah satu daya wisata Indonesia yang pernah masuk dalam 50 Awe-inspiring Natural Wonders versi CNN Travel pada 2017. Keindahan alamnya akan menjadi candu bagi penikmat suasana alam pegunungan, so tunggu apa lagi?? segera kunjungi destinasi wisata yang satu ini ya. TNBTS (Taman Nasioanal Bromo Tengger Semeru) atau lebih singkatnya Bromo, yang terletak di propinsi jawatimur, bisa di lewati dari 4 jalur yaitu jalur pasuruan, jalur probolinggo, jalur malang, dan jalur lumajang😊😊.
Author sendiri belum pernah ke taman nasional bromo tengger semeru, namun sudah sering mendengar cerita dari teman yang pernah ke sana dan juga teman yang bekerja di jasa travel. Selain itu author juga sering melihat dari you***e, dan memang pernah mengalami mimpi itu. Ajakan untuk kesana hanya sebatas penyemangat supaya author sendiri juga bisa segera ke sana. 😊😊
Semoga alam indonesia selalu terjaga, sehingga tempat-tempat wisata alam seperti Bromo dan lainnya akan tetap lestari.