"Naaak, bangguuun..... ini sudah siang masih tidur saja, lihat badan mu tuuh, hmmm,"
"Badan??? kenapa emang???
Dengan sedikit tenaga ku coba bangun dari tidur ku yang terasa singkat, semalam begadang demi menyelesaikan episode selanjutnya, sepertinya butuh apel snow white niih, agar tidur lebih sedikit panjang gituu,
"Hoaaam, rasa kantuk masih saja membuatku ingin berbaring sekali lagi, namun teringat tentang badan, aku mencoba melihat ke arah cermin,
"Whaaat, ini tidak mungkin kan, masa dalam semalam bisa semelar iniii???
"iniiii Sitii???
Tokohku kan yaa??!
"Bocah perawan jam segini baru melek, kumaha atuuh Neeeng,"
"Sayaaa???? ucapku mendengar seorang ibu yang melihat ke arahku.
"Hmmm, sok heureuy da, iya atuh sama neng," ucapnya yang merasa heran dengan kalimat ku.
Itu ibu Nilam kan yaa??? tokoh novel guee, astaga apa yang terjadi sih," Aku masih terus berpikir, jangan sampai gara gara begadang semalaman membuat benar benar masuk ke dalam novel,
Impossible...
Kuperhatikan ibu Nilam seperti tokoh yang ku huat, cantik n langsing, but... kok aku malah sebaliknya sih, kayak sedikit melaaar, belum lagi wajahku tumbuh jerawat kayak gini, jangan-jangan ada kutu nih di kepalaku," bathinku sambil melihat dan menyisir rambut ku yang terlihat berantakan,
"Gak bisa nih kayak gini, Guee harus diet, terus sering cuci muka niiih, beli facial di mana lagi, desa ini kan terpencil, ribeet deh tinggal di desa," gerutuku melihat penampilan ku sendiri.
Saat keluar dan berniat berjoging, sejumlah orang yang lewat hendak bekerja di sawah malah melirik k arah ku terus saling tertawa kecil,
"Kenapa sih mereka niih, kayak liat apa aja deeh," saat ku perhatikan mereka yang masih terus melihat ke arahku.
"Biarkan saja lah," aku pun tak peduli dengan tingkah mereka, aku melanjutkan joging sampai ke warung kang Supri, dan Siti memanggilnya Abah.
"Wilujeng enjing Abaaah," ucapku sambil sedikit ngos-ngosan, gara gara bertubuh sedikit melar membuat ku cepat sekali lelah,
"Enjing Neeeng," balas Abah sambil melihat ke arahku dan menyuruh ku untuk masuk dan sarapan.
Kang Supri terus memperhatikan penampilan Siti yang sedikit agak melar, plus plus deh nggak ada bagusnya saat ini.
"Abaah mau ketawa juga kayak merek tuuh," Ucapku melihat sikap Abah yang hanya menggelengkan kepalanya.
"Neeeng,kamu nih masih muda, jangan karena mikirin kang Aryo yang tak pulang selama sebulan ke kota, jadi mengubah neng sedramatis ini.
"Maksudnya Abah gimana, Siti di tinggalin Aryo gitu???
"Kok gue gak tahu ya, kapan gue nulis itu yaa???
Kang Supri merasa heran mendengar jawaban dari ku.
"Kenapa Abah???
"Ngaaak...papa, kok neng...
Abah lalu pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk ku,
Karena Abah tak kunjung datang, Aku pun tertidur...
Took...toook...toook...
"Teeeh TOS subuuuh, geura gugah, neteupan...
Terdengar suara bapakku yang membangunkan ku untuk yang kedua kalinya.
Akupun terbangun, dan melihat sekeliling, rumahku.... aku berada di rumah ku kini, dan tubuhku, Alhamdulillah sudah kembali.
"Aaah, Sitiii kamu cukup jadi tokoh ku aja yaa,"
Akupun berdoa dan pergi mandi.
TAMAT