"USIR GADIS PEMBAWA BENCANA INI!!!"
Seluruh warga desa berbondong bondong datang dan menyuruh Riana, gadis pembawa sial untuk pergi dari desa mereka.
Riana memiliki kekuatan supranatural. Kelebihannya itulah yang membuat para warga takut dengannya karena dianggap dapat berinteraksi dengan mahluk astral dan penyebab segala bencana yang menimpa desa itu. Tak sedikit kata kata hinaan yang didengar oleh Riana dan orang tuanya.
Merasa lelah mendengar suara teriakkan dari para warga, dengan berat hati Riana harus pergi meninggalkan orang tuanya. Saat berpapasan dengan para warga, semua bungkam dan tidak berani bersuara.
Tatapan mata tajam yang mengerikan, rambut hitam panjang yang diikat, membuat siapapun akan merinding saat melihat wajahnya. Meskipun paras yang dimiliki oleh Riana sangat cantik.
Riana pergi meninggalkan desa dan juga orang tuanya yang menagis meratapi kepergian Riana. Malam gelap, udara yang dingin, serta suara suara dari serangga menjadi teman sepanjang perjalanan Riana menelusuri hutan.
Sudah lebih dari 2 bulan semenjak kepergian sang gadis yang mendapat julukan "Monster" itu. Tak ada tanda tanda kehadiran Riana. Para warga merasa bahwa desa mereka saat ini sudah aman dan terhindar dari bencana karena Riana telah pergi.
Namun naas, dari kejauhan tampak berbondong bondong manusia yang menunggangi kuda berdatangan ke arah desa sembari membawa senjata ditangan mereka. Anak panah terus di lepaskan, membuat para warga ketakutan terlebih pada anak kecil.
Orang orang asing itu membuat permukiman warga rusak dan hancur. Tak tinggal diam, para warga turut melawan membuat perang besar di desa itu. Mereka juga tak segan untuk membunuh dan menyakiti para warga.
Hingga tiba saat mereka berani ingin menyentuh kedua orang tua Riana yang tengah ketakutan. Sebuah anak panah melesat dan menusuk tepat di jantung pria yang ingin menyakiti orang tua Riana.
Berlari menunggangi kuda sembari terus melepaskan anak panah kepada orang orang yang tidak di kenal itu. Dengan berani Riana melawan mereka mengunakan pedangnya.
Gadis yang dianggap monster itu kembali demi mengusir para orang orang asing dari desa tempat kelahirannya. Sebagai bekal, Riana berlatih keras ilmu bela diri secara diam diam. Ia yakin, akan tiba saatnya dimana ilmu itu dibutuhkan seperti saat ini.
Pertarungan sengit yang dilakukan di bawah curah air hujan, akhirnya dimenangkan oleh Riana. Semua musuhnya telah gugur. Para warga turut meminta maaf dengan penampilan mereka yang berlumuran darah. Mereka menyesali atas perbuatannya dan sangat berterima kasih kepada Riana.
Hatinya yang telah terluka akibat hinaan dan perlakuan kasar terhadap dirinya dan orang tuanya, membuat Riana tidak menghiraukan para warga.
"Aku hanya membantu dan menerima perkataan terimakasih kalian, bukan berarti aku menerima permintaan maaf kalian." Ucap Riana sembari membantu Ibunya berdiri.
"Kami sangat minta maaf. Kami menyesal. Kembalilah tinggal di desa ini lagi!" Kata para warga sambil terus berlutut meminta maaf.
"Kalian bilang, gadis terkutuk sepertiku ini tidak pantas berada disini."
"Percuma kalian menyesal dan terus meminta maaf. Karena aku tidak akan peduli, sama seperti kalian yang tidak peduli terhadap kami ketika ditindas oleh kalian."
Riana dan orang tuanya pun pergi meninggalkan desa itu. Tempat yang pernah menjadi neraka bagi Riana. Berbagai hinaan harus didengarnya. Sudah cukup, ia harus pergi mencari kebahagiaannya sendiri.
TAMAT.
TOLONG TINGGALKAN JEJAK, YA. TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA SAMPAI SELESAI :)