" lepaskan aku Tuan, lepaskan tanganku" ucap Bella meronta lalu menangis
" Kau tidak akan mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri dariku lagi Maudy, kau tahu aku sangat mencintaimu lalu kenapa kau menduakan aku??" Suara penuh emosi terdengar dari bibir pria muda nan tampan itu, namun Bella tetap berusaha untuk terlepas darinya
" Jangan Tuan, aku bukan wanita yang kau maksud, aku adalah pekerja di hotel ini Tuan, aku adalah clining service " ucap Bella dan terus berusaha menarik tangannya
Namun tenaga pria itu sangat kuat hingga Bella terlempar ke ranjang saat pria itu menarik paksa tangan Bella
" Tuan, sudah kukatakan padamu aku bukan Maudy yang kau maksud!!" Bella berusaha menatap mata pria itu dan menjelaskan bahwa dirinya bukanlah Maudy seperti yang dikatakan oleh pria itu
" Jangan banyak bicara Maudy, kau tidak akan ku lepaskan mulai saat ini, sudah cukup kau berkali-kali membuatku sakit hati, kau pergi dengan Andre dan berulang kali kau membohongiku"
Bella berlari ketika pria itu membuka jasnya, namun dengan sigapnya pria menarik pinggang Bella dengan satu tangannya, akhirnya Bella gagal melarikan diri
" Jangan pernah pergi dariku Maudy, aku sangat mencintaimu!!" Bisik pria itu ditelinga bella
Dengan penuh deraian air mata Bella tetap berusaha menjelaskan bahwa dirinya bukanlah Maudy, namun karena rasa mabuk yang dialami oleh pria itu dia bahkan tidak peduli dengan penjelasan Bella
Dengan langkah yang sempoyongan, pria itu mengunci kamarnya lalu membuang kuncinya kebawah tempat tidur, Bella berusaha mencari kunci itu dengan meraba-raba lantai bawah tempat tidur itu, saat Bella melakukannya pria itu mengangkat tubuh Bella ke kasur lalu menindihnya dengan kuat, menatap kasar mata Bella dan menggenggam tangannya dengan sangat kuat
" Lepaskan aku Tuan! Aku harus pergi bekerja aku bukanlah Maudy!!" Ucap Bella terus menerus
Seketika Bella harus terdiam karena pria itu langsung melumat bibirnya yang mungil itu, mulai meraba bagian dada Bella dengan lembut
" Jangan khawatir Maudy, aku akan melakukannya dengan pelan dan lembut, sehingga kau merasa nyaman malam ini!!"
Bella tidak bisa lagi berbuat apa-apa karena tubuhnya telah ditindih oleh pria gila yang menganggapnya sebagai Maudy
Dengan pelan pria itu merobek baju Bella hingga terlepas dan dibuang ke sembarangan tempat, Bella berusaha duduk dan menghindari pria itu, namun dengan rasa marah dan nafsu yang menutup telinganya, pria itu tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Bella
Pria itu menarik tangan Bella lalu memaksanya berbaring, hanya sekejap mata pakaian pria itu terlepas dari tubuhnya membuat Bella semakin ketakutan
" Lepaskan aku Tuan, biarkan aku pergi!' air mata seperti tumpah dipipi Bella dengan sangat deras
" Mengapa sekarang kau ingin lepas, bukankah kau menginginkan pernikahan?? Aku akan melakukannya sekarang juga Maudy!!" Nama Maudy selalu terucap di bibir pria itu
Bella bisa merasakan amarah dan kebencian pria itu pada Maudy, saat Bella memejamkan matanya tiba-tiba Bella merasakan bagian bawahnya perih dan sakit seperti ada sesuatu yang melukainya
" Ahhhhh" teriakan Bella tepat di telinga pria itu yang membuat pria itu semakin menggila melakukannya
" Aku akan membalas sakit hati yang kau berikan padaku Maudy, aku sangat membencimu!" Gumam pria itu dalam hati
" Ahhhhh, sakit!!" Suara Bella semakin kuat dan ia tidak sengaja menggigit bahu pria itu dan mencakarnya, ia merasakan sakit yang luar biasa ketika pria memaksakan miliknya memasuki dinding pertahanan Bella, kali ini Bella tersadar jika miliknya yang berharga telah direnggut oleh pria asing itu, Bella pun tak sadarkan diri ketika pria itu terus memacu nafsunya pada tubuh Bella yang sudah dingin, keringat dan air mata Bella menyatu, pria itu akhirnya melepaskan hasratnya ketika ia menatap wajah Bella meskipun samar-samar, pria itu sepertinya sangat membenci Maudy, ia memasukkan benihnya kedalam rahim Bella agar wanita yang ia anggap sebagai Maudy itu hamil dan tidak akan lepas lagi dari dirinya, ia pun tertidur diatas tubuh Bella
Sementara Kay mencari keberadaan Arland Alexander, Arland adalah pria yang memperkosa Bella dengan paksa, Arland adalah anak orang kaya dan perwaris satu-satunya dikeluarga Yuda Alexander
Kay adalah orang kepercayaan Arland yang selama ini selalu setia bersamanya dan bahkan tangan kanan Arland diperusahaan Alexander
" Dimana Arland?? Bisa-bisanya dia hilang misterius begini!" Ucap Kay lalu terus mencari keberadaan Arland
Kay mencoba menghubungi ponsel Arland namun sama sekali tidak ada jawaban, Kay pun merasa bingung, karena setengah jam yang lalu mereka masih bersama minum di bar ditemani gadis-gadis muda dan cantik
" Atau jangan-jangan Arland mencari keberadaan Maudy?? Ah sial, Maudy benar-benar membuat Tuan Muda menjadi sangat gila padanya, apa belum cukup Maudy menyakitinya berkali-kali?"
Gumam Kay ngedumel di hatinya, dia tahu betul jika Arland sangat tulus mencintai Maudy sejak dulu, sejak mereka masih duduk di bangku SMA, namun Maudy menduakan Arland karena kesibukan pria itu dan juga kurangnya perhatian Arland padanya
Ponsel Arland terus berdering berkali-kali, namun tak pernah ada jawaban ketika Kay terus menelepon dirinya
" Jangan-jangan Arland sudah balik kerumahnya atau malah kerumah Maudy, ahh Arland selalu membuatku pusing, dia bahkan tidak mengijinkan aku bahagia semenit saja!" Kay terus mengomel hingga ia melihat mobil Arland masih terparkir di lobi hotel, Kay semakin gila karena tidak mengetahui keberadaan Arland
Pukul 3 pagi, Arland tersadar dan membalikkan tubuhnya disamping Bella, ia tersenyum namun juga merasa bingung saat ia mengingat samar-samar kejadian tadi saat dirinya menembus perawan gadis itu, karena ia tahu Maudy sudah tidak perawan lagi saat mereka masih di bangku SMA, dialah yang mendapatkan milik Maudy
" Kenapa Maudy kesakitan tadi, kenapa aku merasa dia sepertinya masih perawan?? Ada apa denganku??" Gumam Arland
Seketika dia membalikkan badan lalu menatap wajah gadis yang baru saja ia tiduri itu, jantungnya langsung berdetak kencang dan seolah dirinya berhenti bernafas, betapa terkejut dirinya saat melihat bukan Maudy yang ada disampingnya
Gadis itu ternyata masih pingsan, Arland merasa sangat bersalah pada gadis itu karena telah merenggut yang bukan haknya, gadis itu terlihat lelah
Arland duduk disampingnya sambil terus menatap wajahnya, rasa bersalah pun terus menghantuinya
" Siapa gadis ini? Mengapa aku bisa menidurinya? Mengapa bukan Maudy yang bersamaku??"
Arland meraih ponselnya lalu melihat banyak panggilan dari Kay
" Astaga!! Pasti Kay mencariku saat ini" dia pun langsung melakukan panggilan dengan Kay tepat pukul 5 pagi, sambil menatap tubuh polos gadis itu Arland bahkan tidak fokus saat menelepon Kay, panggilan itu tidak dijawab
Tubuh Arland seketika gemetar karena tidak sanggup menanggung dosa yang ia lakukan itu
" Brengsek, aku memang brengsek telah melakukan itu pada gadis tidak bersalah, bagaimana jika dia hamil? Apa yang akan dilakukannya?? Aku bahkan tidak mengenal dirinya!"
Berkali-kali Arland memandangi gadis itu hingga akhirnya dia memotret wajah Bella yang masih tertidur lelah, setelah itu Arland pun meninggalkan kamar itu
Saat matahari mulai naik, Bella tersadar dari tidurnya dan mendapati tubuhnya yang lelah dan sakit, dia mengingat semua kejadian pahit yang telah meminpa dirinya, Bella menagis sejadi-jadinya sambil menjambak rambutnya seperti orang yang frustasi, Bella mengambil satu per satu pakaiannya lalu memakainya, mata sembab dan tubuh yang terasa sakit ia abaikan lalu pergi meninggalkan hotel itu
* nanti part 2 nya gaessss*
💙💙
"