Maya dan Devan memiliki hubungan sudah 3 tahun lamanya.
Pagi ini, Maya pergi ke sebuah toko roti untuk membeli roti ulang tahun untuk Devan, karena hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Kring....
Suara ponsel Maya berdering. Maya segera mengambil ponselnya di saku roknya.
"Halo? Ada apa Devan?" tanya Maya sekaligus membuka percakapan.
"Kau dimana?" Devan bertanya balik.
Tidak mungkin jika Maya memberi tahu Devan kalau dirinya sedang menuju toko roti.
"Ah, aku.. aku sedang ke sebuah toko untuk memilih dress pengantin yang akan aku kenakan saat pernikahan kita." jelas Maya.
Devan hanya tersenyum.
"Apa kau lupa? Kan aku sudah berkata padamu kalau aku yang akan memesan dress pengantin untuk kita." celetuknya dengan suara lembut.
Maya baru ingat kalau Devan pernah memberi tahunya kalau ia yang akan membeli dress pengantin.
"Benarkah? Aku lupa..." ucapnya diselingi tawa ragu.
"Emmm... Kalau begitu aku akan segera kembali." lanjutnya.
"Baiklah." jawab Devan.
Panggilan pun berakhir dengan ucapan Devan yang terakhir.
Maya langsung berlari menuju sebuah toko roti diseberang jalan.
Dia memasuki toko itu dan menuju tempat pesanan roti.
"Nona, saya pesan roti ulang tahun untuk laki laki." pintanya sembari mengeluarkan sebuah contoh gambar roti yang ia inginkan.
Nona itupun langsung mencatat pesanan Maya dan mempersilahkan Maya untuk pulang. Karena roti bisa ia ambil sore hari.
Tetapi Maya menolaknya dan lebih memilih untuk menunggu pesanannya dengan menambah biaya roti yang ia pesan.
Nona itupun akhirnya langsung membuatkan roti yang Maya inginkan.
2 jam kemudian, Maya pun telah mendapatkan rotinya dan langsung kembali ke rumah.
Dia menyiapkan banyak hiasan dan menempatkannya di dinding.
Ia sengaja untuk merayakan ulang tahun Devan dirumahnya agar rencana berjalan dengan lancar.
Beberapa jam kemudian, Maya telah selesai mendekor dinding dan siap untuk menelepon Devan.
"Hai, Devan! Bisakah kau ke rumahku sebentar? Aku ingin meminta tolong." pintanya.
"Ma.. maaf. Tetapi aku sedang tidak enak badan. Apakah kau bisa ke rumahku saja?" ucapnya.
Maya bingung dan harus bagaimana. Tetapi dia mau menuruti apa kata Devan dan sekarang ia sudah berada diperjalanan menuju rumah Devan.
Sesampainya di rumah Devan, Maya mengejutkan Devan dengan sebuah kue yang ia bawa.
"Happy Birthday! Devan!!!" teriaknya ketika ia memasuki rumah Devan yang begitu besar.
Devan terharu pada Maya. Dia sangat senang kala itu.
Beberapa hari kemudian, pernikahan Maya dan Devan akan dilaksanakan.
Devan sudah siap didepan banyak orang, namun Maya masih sibuk dengan riasan make up nya.
Maya pun datang disaat Devan sedang melamun, dan ternyata Maya membuat gaya baru dengan rambutnya
Dia mewarnai rambutnya dengan warna putih dan dress pengantin yang dibeli oleh Devan.
Mereka berdua melaksanakan acara pernikahannya dengan sangat senang.
Devan juga menuju kecantikan Maya dengan gaya rambut berwarna putih.