Alfiya baru saja duduk di kelas ketika caca
mengagetinya.
" ba.............
" astagfilrullah.........tangan alfi langsung memukul
tangan caca riplek.
" plak.....plak.......
" auw ....sakit fi main pukul aja" dumel caca yang
kemudian duduk dikursinya yang bersebelahan dengan alfi.
" salah sendiri ngangetin orang seenaknya " kata
alfi kesal.
" habisnya.....serius amat sih, amat aja ngak cius
cius" kalakar caca.
" untung gue ngak jantungan, coba langsung
tepar gimana hayo " kata alfi .
" ya maafin deh kan teman gue yang cantik ini
baek hati" kata caca sambil cemberut.
" aish......... mulai drama deh" cibir alfi melengos kesal.
" hadeh.........malah emosi, nanti gue traktir ya....
ya...... jangan marah dong " rayu caca.
"modus...lho ca...." rengut alfi semberut.
" trus aq harus gimana" kata caca mecebikkan bibirnya tambah mayun.
Sekilas alfi melirk sang sahabat yang cemberut
lalu tersenyum .
" hayo......apa senyum senyum ......" kata caca
yang menangkap basah alfi tersenyum.
" emang ngak boleh senyum,senyum itu ibadah tahu" kata alfi.
" waduh keluar deh ....ceramahnya" kata caca yang
menepuk jidat
" ha....ha....ha....akhirnya alfi tertawa melihat tingkah konyol sang sahabat.
" ya deh gue maafin " kata alfi tersenyum.
" gitu dong masa musuhan " kata caca yang akhirnya tersenyum. dan memeluk alfi
Alfi dan caca sahabatan sejak smp sampai
sekarang. keduanya kulian mengambil jurusan
yang sama yaitu desain produk.
Tak ada hal kecil yang keduanya sembunyikan
termasuk masalah hati.
.....................
Siang ini alfi dan caca janji bertemu dikafe untuk
membahas study tour. alfi berdandan dengan rapi
dan memakai rok span panjang biar terlihat
anggun. biasanya alfi memakai celana jins.
untuk keluar tapi kali ini ia ingin memakai
rok , supaya bisa narsis dan gaul. dan bisa
bergaye.......
sesampai di kafe alfi memesan minuman.
sambil menunggu caca yang belum datang.
alfi yang sudah menunggu dari tadi duduk santai
dikursi seraya menyerumput jus alpukatnya.
ketika pelayan cafe sudah mengantarnya.
" fi....sudah lama nunggu nya" kata caca yang
baru datang. ngos ngosan
" ngak juga....kenapa kok ngos ngosan gitu
dikejar hantu lho" tegur alfi.
" tadi ada orang gila disana dia melototin gue.
yang karna gue takut langsung kabur aja" kata
caca terbata. bata.
" duduk dulu gih, atur nafas " suruh alfi.
" hah ....... ... baru sadar gue .....capek juga
kalo lari sambil menyesap jus jambu
kesukaanya yang sudah dipesan alfi.
" lagian ngapain lari, ngak dikejar" kata alfi.
" ya karna takut lah, kalo dia nangkap gue gimana
dan dia nyulik gue gimana" dumel caca.
" ya ampun ca, ....paranoid banget " mungkin dia
cuma lapar , tnggal ngasih tuh orang. mana ada
sejarah orang gila nyulik.yang nyulik itu spicopat
gila itu baru ada" cecar alfi.
" ya deh serah lho. gimana hasilnya" kata caca
mengalihkan pembicaraan.
" untuk rencana tempat dibali, dan lombok
tapi kalo ada alternatif lain sih ngak masalah
buat masukan" kata alfi.
" ok kalo gitu besok tinggal dirapatkan aja"
kata caca
" ok .....lebih cepat akan lebih baik " kata alfi.
Selesai membicarakan soal study tour keduanya
bicara soal yang lain.
namun tiba tiba tak jauh dari mereka seorang pria
berwajah tampan dan berkarismatik sedang memesan minuman. tak jauh dari meja keduanya.
" fi.....bukannya itu faza. anak tehnik yang dulu
kamu sukai waktu sma." bisik caca ke alfi.
" shut........berisik lho nanti ketahuan ,jangan keras
keras" kata alfi ikut berbisik.
" hadeh jaim lho, nanti juga ketahuan belangnya
" kata caca.
" ih......depan dia doang ca, rese lho" gerutu alfi.
" ngak usah bawel" tambah alfi lagi
" he...he....he....jaim pas apes baru nyaho lho"
bisik caca.
" doin nih" lotot alfi kesal.
" ngak takut lho apes kalo kejaiman" kata caca.
Alfi dan caca gadis yang tomboy namun untuk
urusan cowok mereka slalu jaim, apalagi bila
cowok yang disukai didepan mata.sifat bar bar
keduanya mendadak raib.namun buat caca
ngak fanatik banget seperi alfi yang terlalu
harus terlihat harus sempurna.
alfi menyukai faza pria tampan yang dulu menjadi
ketos mereka waktu sma, cowok idaman yang sempurna, baik ,tampan, pintar dan sholeh dan
nilai plusnya ramah dan pekerja keras.
faza yang tak jauh dari situ pun menoleh kearah
kedua gadis itu.lalu menghampirinya.karna merasa kenal baik.
" hai fi, ca lagi apa disini" tegur faza pada keduanya.
" eh faza....ta pikir siapa " kata alfi yang tersenyum
pura pura kaget.
" wah kebetulan ketemu disini , gue mau bilang
persiapan study tournya sudah siap kok" kata caca
seraya tersenyum manis.semanis gula gula
untuk memikat cowok didepannya.
" oh bagus lah kalo gitu besok tinggal dirapatkan
langsung biar cepat beres" kata faza.
" ok.....kalo gitu" kata caca .
" ok....sampai ketemu besok dikampus " kata faza pamit
" ok hati hati ...kata alfi menjawab.
namun belum faza melangkah....alfi yang berdiri
hendak ......membayar minuman tersandung
kaki meja.
" brug.......auw........." jerit alfi kesakitan
untung faza sigap dan menangkap tubuhnya yang oleng..karna hampir jatuh tapi roknya masih tersangkut.
" eh ......kamu ngak pa pa" kata faza panik
" i....i.....ya..ngak apa apa......kata alfi namun
naas...rok yang tersangkut paku yang tak disadari
alfi ketika alfi berdiri membuat.....
sret.....sret........sobekan panjang membelah
rok alfi . alfi yang kaget tidak menduga roknya
menjadi terbelah yang menpertontonkan
pahanya yang mulus.apalagi dia tidak
memakai hot pants.
" eh......fi ....roknya tunjuk caca yang juga
melongo melihat rok alfi sobek dengan ukuran
besar dan panjang sampai paha mulus alfi
terlihat jelas.
" hah ......ca tolongi" rengek alfi yang hampir menangis malu. menutup pahanya yang
terlihat dengan terbuka.
Faza yang tak sengaja melihat langsung
berbalik badan kearah lain.
" ca.....gimana nih, gimana pulangnya" keluh
alfi yang malu banget....bahkan ditonton
pengunjung kafe.
seorang pelayan yang melihat pun langsung menghampiri meja keduanya.
" wah maaf mba ada apa, ..." kata pelayan kafe.
" mb punya stok rok ngak dipake ngak" kata caca
" wah kita ngak punya mb." kata pelayan kafe.
Alfi yang malu langsung terduduk di menundukkan wajahnya. sambil menutupi pahanya. dengan sisi
rok lain. dengan wajah merona semalu malunya
tampa ia harapkan dan mana didepan orang yang
disukainya.
" ya allah kenapa kau tampakan aibku ya rabb" guman alfi sedih.
Namun tidak di duga faza melepaskan jaket kulitnya dan menutupi kedua paha alfi lalu mengendong alfi untuk menuju mobilnya.
alfi yang terkejut hanya bisa terdiam
menunduk malu.
" ca biar alfi ku gendong tolong bawa motornya pulang ,oh ya tolong bukakan pintu mobil" kata
faza. cepat.
"oh oke...." kata caca
caca pun dengan cepat mengiyakan faza fan berjalan mendahului faza untuk membuka pintu
mobil
faza mengendong alfi. menuju mobilnya.sedangkan alfi yang malu hanya memegang bahu faza dengan erat dan menyembunyikan wajahnya didada bidang
faza.dengan wajah yang merona merah.
" nanti motornya biar gue yang bawa fi" kata caca.
sedang faza memutari mobil dari pintu sebelah.
" ya....ca ini kuncinya " kata alfi yang sudah duduk
dikursi mobil dengan menutupi pahanya dengan jaket. tapi tetap dengan wajah menunduk.
" ok...titip alfi ya za" kata caca.
" ya......jawab faza singkat
lalu caca pun menutup pintu mobil dan kembali kekafe untuk membayar minuman dan setelah itu membawa motor alfi pulang.
Sedang di dalam mobil yang berjalan . alfi hanya
diam.
"mampus gue....kenapa bisa apes gini, tahu gini
ngak bakal lagi pake rok, kapok ...kapok deh " bathin alfi menyesal pengen terlihat anggun malah blank......memalukan.
Faza yang fokus menyetir diam tampa bicara apapun.setelah sampai didepan rumah alfi
bunda alfi yang sudah ditelpn caca langsung
menghampiri mobil yang datang sambil
membawa selendang panjang.
" bun......" rengek alfi dengan perasaan malu.
luar biasa.
" sudah ngak pa pa kan ngak sengaja" kata bunda.
lemah lembut.
" makasih sudah diantar nak faza" kata bunda
pada faza.
" sama sama bunda, " sahut faza yang ramah
yang tadi membukakan pintu untuk alfi.
alfi yang menerima selendang panjang dari bunda
lansung meraihnya dan membungkus tubuhnya.
dan keluar dari mobil.
" makasih ya za" kata alfi lirih lalu cepat cepat masuk rumah menuju kamarnya
" makasih nak' kata bunda skali lagi .
" ya bun faza pulang dulu" kaya faza pamit lalu masuk mobil dan pergi.
.....................
" hiks.......hiks.....hiks......terdengar tangis alfi ketika bunda membuka pintu kamar.
" uluh......uluh......anak bunda kok nangis, sudah
ngak pa pa , cuma rok sobek kok nangisnya
gitu banget" tegur bunda.
" malu bun .....aib......aib.......alfi ketahuan....." isak lirih alfi.
bunda membuang nafas kasar ...
" fi.....aib itu ketika kita berbuat tak senonoh kalo ini
kan tidak disengaja. bukan hal yang memalukan
" kata bunda.
" tapi alfi malu bun, di lihat orang dan lagi dilihat
faza ....." kata alfi yang masih terisak.
" sudah faza juga bisa memakluminya. dia anak baik. dia mengerti dan juga tahu kejadiannya.
sudah ya...jangan menangs malu udah 20 tahun
kok masih kaya anak tk" kata bunda menasehati.
" bunda.....rengek alfi.
" iya sudah ' kata bunda yang mengusap rambut sang anak semata wayang dengan lembut.
..................
Sejak kejadian itu alfi jadi pendiam dan berubah.
apalagi dengan faza pria yang disukainya.
masih terasa malu dan gugup bila berpapasan
Faza yang mengerti. tak pernah sekalipun mengungkit ungkit kejadian itu.bahkan
dia merasa gemas dengan sikap alfi yang malu
malu bertemu dengannya.
sedang caca ...menjadikan itu sebagai senjata
bila sang sahabat ngambek atau marah pada
nya sehingga alfi mati kutu.dan kalah ego.
kejadian itu membuat alfi berhati hati dan cukup memilh untuk mengenakan pakaian.yang
membuatnya kapok, pengen narsis malah apes.
hingga alfi sadar untuk berpakaian apa adanya
tampa niat yang buat narsis atau pamer.
bahkan untuk gaul gaulan yang tak jelas.
Dan itu juga jadi pembelajaran alfi untuk menyesuaian pakaian dimana tempat
dan saat tepat dipake , dan nyaman tampa harus mahal. bukan gaya gayaan.
Tamat.
.