Hujan turun begitu derasnya, membuat Angel sedikit ragu untuk melangkahkan kakinya menuju rumah. Hari sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dan dia baru saja selesai bekerja disebuah restoran. Takut jika hujan tak kunjung reda, akhirnya dia memberanikan diri menerobos derasnya hujan. Baru berjalan beberapa langkah, dia melihat seorang pria yang terkulai lemah dibawah derasnya air hujan. Jiwa sosialnyapun muncul. Dia segera mendekati pria itu dan memayunginya. "Maaf tuan, kenapa anda hujan-hujanan dimalam yg selarut ini? Wajah anda terlihat pucat. Apakah anda sakit?" Tanya Angel. Namun pria itu masih diam saja. Kemudian Angel membantu pria itu berdiri dan memapahnya "tuan sebaiknya anda ikut kerumah saya untuk berteduh. Pakaian tuan basah. Tubuh tuan juga sangat dingin. Alangkah baiknya jika tuan mengganti pakaian tuan terlebih dahulu. Setelah itu saya akan mengantar tuan ke rumah sakit."
"Tidak.. aku tidak bisa masuk rumah tanpa undangan" jawab lelaki itu. "Baiklah jika begitu aku mengundangmu kerumahku."
Merekapun berjalan menuju rumah Angel.
Sesampainya dirumah, Angel membaringkan pria itu disofa. Meninggalkannya untuk mengambil handuk dan pakaian ganti. "Tuan keringkanlah tubuh anda dg handuk ini. Kemudian gantilah pakaian. Saya akan membantu tuan kekamar mandi" pinta Angel. "Tidak.. terima kasih" jawab lelaki itu. "Kalau begitu saya akan membuatkan teh hangat untuk tuan. Agar tubuh tuan sedikit membaik." Angelpun segera berjalan menuju dapur, namun alangkah terkejutnya dia, ketika kembali pria itu sudah tidak ada. "Wah ada minuman hangat nih. Tau aja kamu kalau aku mau kesini" sapa Mira yg tiba-tiba saja sudah masuk kedalam rumah. "Mira.. kok kamu disini? Lalu pria yg tadi tidur disofa kemana?" Tanya Angel. "Pria? Mana ada pria disini.. Lagian sejak kapan kamu bawa cowok kerumah? Perasaan selama ini kamu jomblo deh" cibir Mira. "Beneran.. tadi waktu aku pulang kerja ada pria yg terkulai lemah kehujanan. Terus aku tolongin. Barusan aku buatin teh. Eh balik-balik dia gak ada" jelas Angel. "Yg bener aja kamu. Tadi aku masuk kesini gak ada siapa-siapa. Lagian kalau dia keluar pasti aku ketemu lah. Kan jalan menuju rumah kamu cuman ada 1." "Ya udah.. sini tehnya biar aku minum. Daripada mubazir kan" jawab Mira sambil merebut teh dari tangan Angel.
Malam berikutnya setelah pulang kerja dia bertemu dg pria itu lagi. "Hai.. terima kasih kemarin kau telah menolongku" sapa pria itu. "Sama-sama tuan. Tapi kenapa tadi malam tuan menghilang?" Tanya Angel. Bukannya menjawab, justru pria itu mengalihkan pembicaraan "jangan panggil tuan, panggil saja David" David mengulurkan tanganya untuk berkenalan. "Angel" jawab Angel membalas uluran tangan David (Kenapa tanganya tetap sedingin es) tanya Angel dalam hati. "Angel.. apakah kamu tidak takut malam-malam berjalan sendirian?" Tanya David. "Apa yg harus aku takutkan? Tidak akan ada rampok yg mau menghentikanku yg miskin ini"
"Lalu bagaimana dg vampir? Darahmu yg segar pasti akan menjadi asupan tenaga untuk mereka." Kata David. Angelpun hanya tertawa mendengar perkataan David.
Sejak tragedi hujan deras, Angel selalu bertemu David ketika pulang kerja. Hal itulah yg membuat Angel merasa ada desiran didadanya. Seperti malam sebelumnya. David akan mengantarkan Angel pulang. Namun ada yg berbeda kali ini. Angel merasa ada yg mengikuti langkah mereka berdua. Dan benar saja. Tiba-tiba tubuh Angel ditarik oleh seseorang dg tangan yg sangat dingin yg kemudian membawanya terbang diawan. "Tolong..tolong" teriak Angel. David mengejar penculik itu dg cara yg sama dan kemudian mencoba merebutnya dari tangan penculik itu. "Oh rupanya gadis ini yg membuatmu berhianat. Apa kamu fikir hanya kamu yg bisa menikmati darah suci gadis ini" kata penculik yg ternyata memiliki gigi taring yg panjang. Seketika tubuh Angel terkulai lemah. Dia baru sadar bahwa yg menculik dia bukanlah manusia. Melainkan vampir. Tangannya yg dingin serta gigi taring yg panjang menunjukkan bahwa dia bukanlah manusia. Dan lebih parahnya lagi David termasuk kelompok mereka. Angel hanya bisa melihat pertarungan David dg penculik itu. Dia mencoba menutup mata agar tak melihat semua kenyataan ini. Karena sejujurnya Angel mulai menaruh hati pada David.
David berhasil mengalahkan penculik itu. Kemudian dia menghampiri Angel yg ditinggalkan begitu saja oleh sang penculik. "Angel.. apa kamu baik-baik saja?" Tanya David sambil mengulurkan tangannya hendak membantu Angel. Namun Angel segera menepisnya. "Apa-apaan ini. Apa benar yg baru saja aku lihat? David.. Apakah kamu benar seorang vampir seperti mereka? Kenapa kau tak pernah memperlihatkan gigi taringmu yg panjang ketika bersamaku? Apakah kamu sedang memperdayaku? Apakah kamu berniat menghisap semua darahku disaat aku lengah?"
"Tidak Angel.. tidak.. aku tidak akan melakukan itu padamu. Sudahlah.. sekarang aku akan mengantarmu pulang. Mulai sekarang berhati-hatilah. Karena banyak bahaya yg mengintaimu. Dan ingat, jangan pernah mengundang orang kerumahmu. Karena bisa jadi yg kamu undang adalah vampir."
Kata-kata David seolah mengingatkan dia bahwa dialah yg telah mengundang vampir kerumahnya. Dan sekarang bukan hanya pintu rumahnya yg terbuka untuk vampir tp jg pintu hatinya.