Aku selalu mencoba lari dari kenyataan tapi apa yang aku dapatkan ?
Hanya masalah dan masalah yang silih berganti.
Dan cara terbaik yang bisa aku lakukan saat ini hanya lah menghadapi nya dan menyelesaikan nya.
Seorang gadis cantik nan jelita sedang menyusuri jalan, entah sudah berapa lama dia berjalan, tak menentu arah dan tak tahu kemana arah tujuannya.
Yang pasti saat ini dia tak bisa berpikir dengan jernih, karena sebuah kejadian yang sangat mengguncang hati dan jiwanya.
Kedua Orangtua nya pergi begitu saja meninggalkan nya seorang diri di dunia ini, tidak ada tempat yang bisa dia tuju.
Saat dia ingin mengakhiri semua nya dengan melompat dari jembatan ke sebuah sungai yang sangat luas dan dalam tiba-tiba, brukh....
"Apa yang ingin kamu lakukan ?"
Teriak seorang pria yang menarik nya dari atas jembatan dan menggagalkan rencananya untuk pergi dari dunia ini.
"Siapa kamu dan kenapa kamu menghentikan ku?" teriak ku dalam frustrasi.
Dia menghela napas nya dan menarik ku ke taman yang tidak jauh dari jembatan itu, lalu menyuruh ku untuk duduk di bangku taman itu, dan berkata "Tunggu sebentar di sini."
Tidak lama kemudian dia datang dengan membawa sebuah botol air minum dan memberikan kepada ku "Minum lah." ucap nya.
Aku menerima nya dan meminum nya hingga separuh dari botol itu yang tinggal tersisa, sebab sedari tadi aku berjalan, dan tanpa sadar aku sangat kehausan.
"Tidak ada gunanya kamu mengakhiri hidup mu sekarang, karena suatu saat kamu juga akan di panggil pulang oleh Sang Pencipta, jangan menyia-nyiakan hidup mu hanya karena sebuah masalah yang tidak sebanding dengan nyawa mu." Kata pria itu.
Tiba-tiba aku serasa seperti di sambar petir yang sangat kuat. Aku tersadar lalu menangis dengan sangat kencang dan terisak isak, karena perkataan yang di katakan pria itu tepat memanah hati dan pikiran ku yang sedang kacau.
Untung saja di taman itu hanya kami berdua, tidak ada orang lain yang melihat kelakuan ku yang sangat memalukan.
Dia menyodorkan sapu tangan dan aku menerimanya, dia dengan sabar menunggu ku untuk berhenti menangis hampir setengah jam.
Setelah dia merasa aku sudah tenang dia pun berkata "Jangan lari dari masalah dan cobalah untuk menghadapi masalah yang sedang kau hadapi, jadilah wanita yang tegar dan jangan jadi seorang pengecut".
Lalu dia beranjak pergi, aku pun menghentikannya, "Tunggu" ucap ku, aku menyusul nya, "Terima kasih telah menolong ku dari kebodohan yang akan aku lakukan dan membuka pikiran ku yang sempit" ucap ku dengan senyum manis di bibir ku dan kedua lesung pipi yang menambah kecantikan di wajah ku.
"Tidak masalah dan jangan melakukan kebodohan seperti itu lagi." Katanya.
Aku mengulurkan tangan ku "Raina",
dia pun menerima uluran tangan ku "Kristan" ucap nya.
Dia berbalik dan pergi setelah beberapa langkah, dia menoleh kebelakang lalu berkata "Sampai jumpa di lain waktu dan sering2 lah tersenyum kamu cantik saat tersenyum" ucap nya lalu melanjutkan langkah nya dan pergi, aku terus menatap punggung nya hingga hilang dari pandangan ku.
"Dia sangat baik pada ku, padahal dia tidak mengenal ku tapi justru membantu ku, aku harap kita bisa bertemu lagi" gumamku.
Aku pun melangkah pergi dari taman itu dan bertekad ingin melanjutkan hidup ku sebaik mungkin, untuk diri ku ,dan untuk kedua Orangtua ku, agar Orangtua ku tidak sedih meninggalkan ku sendiri di dunia ini.
Dan juga tidak akan menyia-nyiakan kebaikan pria yang sudah membantu ku, menyadarkan ku dari sikap ku yang tidak dewasa dan bersikap seperti pengecut .
Selesai