AKU MERINDUMU
"Rasti Yanuar... maukah kamu menikah dengan Tian Bastian?, dan berjanji setia sehidup semati selamanya??
"Yaa... Saya bersedia...
"Yeeey... terima kasih...
Di bawah bulan purnama dua sejoli sedang berjanji satu sama lain.
Rasti akhirnya menerima lamaran Tian kekasihnya setelah mereka berpacaran hampir dua tahun.
"Terima kasih sayang...
"Ya, sayang...
"Tiii... Rastiiii...!!!
"Loe ngelamun lagi yaa"
Mia sahabat Rasti tak rela melihat sahabatnya terus menerus larut dalam kesedihan seperti ini.
inilah takdir, tak ada yang bisa mengubahnya selain TUHAN...
"Sudahlah Rasti kamu jangan terus menerus memikirkan hal ini, lupakan semuanya" Mia mencoba untuk menyadarkan Rasti lagi dan lagi.
"Melupakan semuanya???, nggak bisa kak...
Dia separuh nyawa aku kaak," Rasti menangis kembali mengingat kejadian naas yang sudah merenggut nyawa kekasihnya.
Seandainya Tian tidak pergi keluar malam itu, pasti mereka sekarang sudah menjadi pasangan suami istri,
"Jangan pergi sayaang, perasaan ku tidak enak", Rasti berusaha mencegah sang kekasih pergi.
"Nggak papa sayang, aku akan baik-baik saja kok, kamu harus percaya sama aku",Tian berusaha meyakinkan Rasti bahwa semua akan baik-baik saja.
Tuuuuut...tuuuuut...tuuuuut...
"Halo sayang, kamu dimana,"
"Maaf mbak, ini dari pihak rumah sakit, mau mengabarkan bahwa tuan pemilik handphone ini mengalami kecelakaan...
"Tii...tiaaaan,
Tap...tap...tap...
Malam ini seharusnya Rasti dan Tian menjadi ratu dan raja dan menyambut tamu yang hadir ke acara pernikahan mereka.
Namun TUHAN lebih menyayangi Tian,
TUHAN mengambil Tian sebelum Rasti memilikinya.
Di bawah bulan purnama yang indah, Rasti membawa bunga mawar putih ke pusara Tian yang baru saja di makamkan tepat di tanggal pernikahan mereka.
Happy reading 😍