Dunia kita saat itu beda,aku tak tahu jika dirimu sudah lama meninggalkan dunia ini.rasa cinta tak terbalas dikehidupanmu waktu itu.aku bayarkan dengan cinta yang nyaris takkan bisa kita bersama.
Aku tak mengetahui tentang keluargaku yang ternyata mereka semua indigo,bahkan aku juga.ketika pertama kali melihatmu,aku sudah menyukaimu.
Hujan turun dengan derasnya tak kuduga itu awal yang menyenangkan.melihatmu menggunakan syal merah dan wajah pucat pasi.
"Apa kau sedang sakit,Nona?"
Kau tak menjawab,tatapan matamu pun kosong.semua orang menatapi diriku sebagai pria aneh.Aku melihat pantulan dirimu dicermin tidak ada.
Aku pikun,Hantu cantik seperti dirimu berkeliaran mendadak didepanku.kau memandangku seolah meminta tolong padaku.
"Kau itu Seorang Cenayang,Tuan!"
"Bukan,Aku ini indigo."
Dirimu tersenyum pucat dan ada bekas luka sayatan kecil ditangan kirimu.
"Apa kau mau ikut aku pulang kerumah,Ibuku suka mendengarkan curhatan orang mati penasaran seperti dirimu?"
"Kalian keluarga indigo, ya?! Hebat sekali."
"Ayo!"
***
Aku pun membawa pulang dirimu kerumah dan keluargaku menyambutmu dengan hangat.
"Wah! Lama tak terima tamu tembus pandang.Selamat Malam,Nona Kazu!"
"Paman tahu,Namaku!"
"Aku ahli menebak nama hantu,tenang saja.kau gadis yang meninggal lima tahun yang lalu.gara-gara kekasihmu berselingkuh dengan temanmu."
Ayah selalu menyombongkan keahliannya,tebakkannya soal nama tamu hantu yang datang berkunjung ketempat kami selalu takjub padanya.
Ibu tidak seperti biasa tersenyum dengan para tamu hantunya,ia nampak sedih.
"Kau tewas bunuh diri dan bekas luka itu tanda buktinya.kau tidak mati penasaran, bukan?"
"Bibi,Paman! Aku mohon bantulah orang tuaku bangkit dari kesedihan.Aku ingin pergi ke alam baka dengan damai."
"Ada cara yang terlarang tapi ini tak bisa bertahan lama."
"Nenek ritual itu rahasia dari keluargamu,itu juga dianggap melanggar'kan?"
"Tenang saja,selama dia tidak melanggar batasan atas perjanjian yang dibuat dalam ritual itu.tujuannya akan membawanya kembali ketempat semula."
Aku tak tahu ini akan jadi akhir pertemuan kami.
***
Aku dan dirimu pergi ke Jepang untuk bertemu orangtuamu.
mereka kaget bukan main saat melihatmu,kondisi dan situasi orangtuamu cukup memprihatinkan.mereka kurus dan tak makan apapun.
setelah beberapa bulan kita bersama,
Aku mulai menyukaimu meskipun hanya sebentar kebersamaan itu cukup berkesan bagiku.orangtuamu mulai berlapang dada dan siap dengan ikhlas melepasmu.
Aku pikir,ini takkan sesuai yang dibayangkan.memang ini sulit diterima secara masuk akal.
"Jyhin,Terima kasih banyak atas bantuan kelurgamu.kini aku bisa pergi dengan tenang."
"Kau memaafkan masa lalumu itu,Kazu."
"Tentu saja,lagipula aku sudah cerita padamu.ketidaksengajaanku luka itu tersayat ditangan kiriku hanya karna emosi sesaat.Aku sungguh menyesal membunuh diriku tanpa lihat dampak resikonya."
"Sekarang kau tinggal dua hari lagi,Akan pergi. abu jenazahmu akan dikubur disamping pohon sakura yang kau tanam."
"Benar,itu keinginanku sejak kecil.sekarang terwujud,syukurlah. Hatiku damai sekarang!"
"Kazu,sebelumnya aku minta izin.boleh tidak jika kita kencan buta hanya lima menit saja."
dirimu tak meresponnya hanya menunjuk kearah langit.
"Aku tak mau kau menanggung derita karna kepergianku,Jyhin.Carilah wanita yang bisa terlihat olehmu!"
"Aku mengerti,kau akan bicara seperti itu. tenanglah! Aku pria yang tegar,tidak mudah hancur.Aku hanya ingin memberimu sedikit cinta yang entah bisa kuberikan lagi pada orang lain atau berharap kau terlahir lagi."
Kazu memelukku dan mengusap kepalaku.
"Kau akan jadi alasanku atas kelahiranku berikutnya.tunggu saat itu,aku setuju kita berkencan tak lebih dari lima menit tak masalah."
"Sungguh,Kau Janji!"
Kami saling memautkan jari kelingking sebagai tanda simbol "Kita janji!"
***
Cintaku akan terbalas sangat cukup lama,Dirimu pun pergi dan..
"Tuan! Apa kau punya payung lebih?"
hujan ..hujan jadi saksi aku dan dirimu bertemu
"Kau bukan hantu'kan?"
"Aku ini manusia,memang wajah gadis jepang sangat putih.kau tahu,jika tak punya tak apa."
"Payungku cukup untuk membuatmu berteduh."
"Terima kasih! Bahasa koreaku bagus'kan? Tunggu,Kau Mr.Indigo!"
"Pelankan suaramu,Aku sedang istirahat dari tugasku."
"Oke!"
"Aku,Kazuma Hann!"
"Hati-hati,hantu anak kecilmu memintamu bermain."
"Mana? Tolong aku tidak mau diganggu!"
"Aku bergurau."
"Kau jahat! Ajak aku kencan buta, itu harus lunas."
Aku akan bayar lunas,"Oke! setelah kau jadi asisten pribadiku,setuju!"
"Yes! Sir!"
Aku kini bisa menghirup nafas ini bersamamu,walau berbeda wajah tapi senyum juga namamu sama.
***
Tamat
thor minta maaf ada typo,ya^^
tunggu cerpen thor berikutnya ^^