"Lili..semua gak seperti yang kamu bayangkan. Aku bisa menjelaskannya.." Nando masih berusaha meyakinkan Lili tentang hubungannya dengan sang mantan. Namun Lili sudah mulai jenuh.
"Lupakan aku..Kembalilah padanya jika kamu bahagia.." ucap Lili seraya meninggalkan Nando dan mantannya di hotel.
Malam itu saat Lili hendak tidur,dua mendapatkan chat dari nomor yang tidak dia kenal, yang mengatakan jika saat ini pacarnya sedang di hotel X dengan perempuan.
Perasaan Lili sudah campur aduk. Apalagi saat Lili mengirim pesan pada Nando dan Nando menjawab kalau dia ada di rumah. Lili percaya pada Nando, tapi dia juga penasaran dengan kabar tersebut.
Daripada rasa penasaran membuatnya gelisah, Lili nekat datang ke hotel seperti yang dikabarkan. Dan ternyata, Nando memang ada di sana. Saat itu pun Nando terkejut melihat kedatangan Lili
Segenap cara Nando berusaha membujuk Lili, tapi Lili sudah mati rasa. Penghianatan Nando sudah menghancurkan hatinya. Lili tak bisa menangis. Air matanya seakan berhenti dan tidak mau keluar lagi. Rasa kecewa karena kepercayaannya dihianati sudah membuat hati Lili hancur.
"Li..aku cinta sama kamu. Dia hanya mantanku, tadi dia menelpon meminta bantuanku." Nando masih berusaha meyakinkan Lili. Lili hanya tersenyum tipis.
"Di hotel?" tanya Lili. Nando pun tak menjawab.
"Kamu masih saja memilih untuk percaya padanya setelah apa yang sudah terjadi. Kenapa? masih cinta?" tanya Lili. Lagi lagi Nando hanya diam.
"Jangan pernah bilang cinta padaku kalau hati kamu masih pada mantanmu. Terimakasih sudah pernah hadir dalam hidupku. Tapi aku minta jika aku egois. Aku yang gak pernah bisa untuk berbagi."
Lili pun pergi meninggalkan Nando, hatinya sangat hancur sekarang. Namun Lili masih bisa tersenyum. Dalam perjalanan pulang, Lili mengirim pesan pada nomor asing yang memberinya info.
"Terimakasih untuk informasinya. Siapapun kamu semoga suatu hari nanti aku bisa membalasnya." pesan dari Lili.
"Gak perlu terimakasih, aku melakukannya karena aku ada hati sama kamu. Aku hanya gak ingin melihatmu sedih di kemudian hari."
"Kamu siapa?" tanya Lili penasaran.
"Pengagum rahasia mu.."