"Apa yang kamu lakukan di gua-ku?," tanya Bebek Hercules.
Mendesis..
Non Venomous Green Snake hanya menatap dan mendesis tanpa menjawab.
"Pergi! ini sudah menjadi gua-ku!" Kata Bebek Hercules.
"Makanan.. bebek panggang.." kata Non Venomous Green Snake.
"Aku bukan bebek panggang, bodoh! Aku Hercules Eye Duck! bebek tertampan sedunia monster beast!"
"Bebek kepala botak rasanya tidak akan buruk," kata Non Venomous Green Snake.
Mendesis.. suara ular.
"Kau benar-benar membuatku kesal!" bebek marah.
Wing Hand Transformation! Hercules Eye Duck merubah kedua sayapnya menjadi tangan, dia siap bertempur!
"Hei, ular kecil, aku mau tanya, kenapa ikan bisa terbang?"
Non Venomous Green Snake: "...?"
"Dan kenapa Katak bisa terbang?" tanya Bebek Hercules.
Non Venomous Green Snake: "...??"
"Jawabannya adalah karena katak makan ikan!"
Non Venomous Green Snake: "...???"
"Dan kenapa tupai bisa terbang?"
Non Venomous Green Snake: ?? (☉。☉)!
"Jawabannya karena tupai makan katak!"
Non Venomous Green Snake: "????!" ⊙.☉
"Pertanyaan terakhir, kenapa elang bisa terbang?!"
Non Venomous Green Snake kali ini menjawab, "Karena elang makan tupai?"
"Salah! Karena elang bisa terbang! punya sayap! apa Anda bodoh?! bahkan anak kecil pun tahu kalau burung bisa terbang!!"
Non Venomous Green Snake: ".. sialan! Kau mempermainkan aku! Aku bunuh Kau!"
Non Venomous Green Snake marah, ia menggunakan kemampuan Fangs Grow untuk menumbuhkan dan memanjangkan taringnya, ia melompat menyerang Hercules Eye Duck!
Hercules Eye Duck sudah bersiap, ia menghindar ke samping.
Gigitan Non Venomous Green Snake tidak mengenai sasaran, sebaliknya itu mengarah ke dinding gua.
Patah! salah satu taring Venomous Green Snake patah akibat menabrak dinding gua!
"Hiss..! ini sakit! beraninya kau menghindar bebek sialan!!"
"Tentu saja aku menghindar. Tidak sepertimu, aku punya otak!"
Ular melompat menyerang.
Bebek Hercules kembali menghindar.
Ular melompat lagi menyerang.
Bebek kembali menghindar ke samping.
Ular melompat menyerang dengan gigitannya.
Bebek menghindar ke samping.
Ular melompat dan kali ini gigitannya kembali tidak mengenai target, sebaliknya ia tak bisa menghentikan laju lompatannya di udara yang menyebabkan ia kembali menabrak dinding gua .
Patah!
Kedua taring ular akhirnya patah!
mendesis!! ular kesakitan.
"Hehe. Kau sebenarnya cukup tampan tanpa kedua taringmu. Budha bilang ular hijau yang kehilangan taringnya disebut ular ompong dan makanan bergizi!"
Non Venomous Green Snake: "..."
Hei Saudara, sejak kapan Budha mengatakan hal seperti itu?! kenapa kamu begitu tak masuk akal?!
"Taring-mu yang patah lumayan berharga, bisa digunakan sebagai tusuk gigi atau tusuk sate."
"Haha! Kau pikir aku tak bisa menumbuhkan kembali taringku yang patah kan?? maaf membuatmu kecewa!"
Fangs Grow activate!
Non Venomous Green Snake menggunakan kemampuannya dan taring tajamnya kembali tumbuh memanjang!
"Sialan! usahaku untuk membuat gigimu ompong menjadi sia-sia!"
"Haha! aku bisa memanjangkan taring kapanpun aku mau! kali ini terima takdirmu, matilah!"
Non Venomous Green Snake melompat menyerang.
Kali ini Hercules Eye Duck tidak menghindar.
Tapi tepat saat Non Venomous Green Snake akan mengenai leher Hercules Eye Duck, Hercules Eye Duck menggunakan kedua tangannya untuk menangkap leher ular.
Tangkap!
Non Venomous Green Snake tertangkap!
Non Venomous Green Snake: !!!
"Pola serangan kamu itu-itu saja, tidak kreatif! aku bisa membaca pola seranganmu dengan mudah!"
Non Venomous Green Snake meronta-ronta mencoba melepaskan diri, tapi Hercules Eye Duck mencengkeramnya dengan kuat tak melepaskan.
Non Venomous Green Snake membelit tubuh Bebek Hercules tapi ujung ekornya ditangkap oleh tangan kiri Bebek Hercules.
Bebek Hercules membawa Non Venomous Green Snake ke luar gua, lalu menghirup udara pagi di luar gua.
Huh.. Bebek Hercules mengambil nafas dalam dan menghembuskannya beberapa kali. Rasanya sejuk meskipun udaranya serasa dingin di tubuh.
"Apa yang kamu akan lakukan bebek?!" tanya Non Venomous Green Snake.
"Aku baru saja bangun dan kau tiba-tiba muncul masuk ke gua. biasanya bangun pagi aku berolahraga pagi."
"Terus kenapa kamu membawaku keluar..?"
"Karena kamu adalah alat!"
"...apa maksudmu?"
"Kamu tahu, di dunia manusia ada hal yang disebut skipping, itu adalah olahraga melompat-lompat dengan tali!"


"Kebetulan aku belum olahraga pagi dan tubuhmu panjang seperti tali, cocok untuk skipping."
"Ah! Bebek sialan! lepaskan aku!"
"Percuma saja kau meronta, aku takkan melepaskanmu alat skipping!"
"Akh!!" ular hijau menjerit.
Bebek Hercules mulai melompat dengan tali dan menghitung setiap kali ia melompat.
"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, dua puluh, ... seratus! akhirnya olahraga pagi selesai!"
"Bebek sialan! beraninya kau memperlakukanku sebagai alat skipping! aku kutuk Ibumu mati!!"
"Ibuku sudah mati."
"Aku kutuk Ayahmu mati!"
"Ayahku sudah mati."
"Aku kutuk Saudara-saudaramu mati!"
"Mereka sudah mati.."
"Aku kutuk Nenekmu mati!"
"Aku tak punya Nenek.."
"Siapa anggota keluargamu yang masih hidup??" tanya Non Venomous Green Snake.
"Aku tak punya keluarga .."
"Oh! Bebek, jadi kamu ternyata anak yatim piatu.."
"Ya.."
"Aku turut berduka cita."
"Terimakasih ular.."
"Juga.."
"Juga apa..?"
"Juga.. aku kutuk kamu mati bebek sialan!!"
"Sialan! tidak bisakah kau sedikit simpati?! beraninya kau mengutukku untuk mati!! rasakan tinjuku!"
Bebek Hercules melepaskan cengkeramannya di kepala Non Venomous Green Snake lalu tangannya yang memegang ekornya memutarnya di udara.
"Akh! hentikan!! jangan memutar tubuhku! pusing!!" teriak Non Venomous Green Snake.
"Haha! Kau tidak bisa menjaga mulutmu! rasakan ular bodoh! jurus cambuk Mak Lampir!!"
Hercules Eye Duck mencambuk tanah dengan tubuh Venomous Green Snake beberapa kali, salah satu cambukannya mengenai batu sehingga Non Venomous Green Snake mati karena geger otak.
Hercules Eye Duck menghentikan aksinya, lalu memakan Non Venomous Green Snake.
"Hari ini aku tidak perlu keluar mencari makan karena ada ular bodoh yang datang ke gua-ku."
"Sayang sekali tidak ada api.. orang bilang sate ular dan daging ular panggang rasanya sesuatu. Yah, aku akan mencobanya kapan-kapan."
Selesai makan, Bebek Hercules berjalan di sekitar, ia ingin memahami lingkungan sekitar, ingin mempelajari wilayah terlarang dimana wilayah tempat monster kuat menjaga teritorinya, setelah menandai wilayah dari monster yang kuat, ia akan menghindari daerah tersebut.
Dalam jalan-jalan paginya, ia bertemu dengan beberapa monster buas, tapi ia tidak menyapanya dan hanya melihat dari jarak tertentu dan sebisa mungkin tidak dilihat oleh monster lain.
Akan sangat merepotkan jika ia bertemu Monster Karnivora lainnya. Ia mungkin juga mati karena banyak monster yang levelnya lebih tinggi darinya.
Selama mengamati lingkungan sekitar, ia juga tak lupa mengambil makanannya saat kebetulan menemukan makanan seperti biji-bijian, serangga kecil, dan daun muda tertentu dengan berbagai rasa, ada yang rasanya manis, asam, dan asin, pedas, dan daun rasa rumput laut, ada juga daun yang rasanya pahit yang langsung dimuntahkan oleh si bebek.