Disebuah kerajaan di selenggarakan sebuah pesta yang besar,banyak para bangsawan dan para teman raja yang datang.namun sang raja tidak terlalu bersemangat dalam pesta itu,kemudian sahabat raja bernama Anam Ra bertanya kepada raja yang tengah duduk di singgasana "Raja,mengapa engkau terlihat tidak bersemangat di pesta yang menyenangkan ini".
"hah,aku tidak terlalu suka pesta seperti ini Anam Ra" sahut sang raja. "mengapa begitu raja,kau adalah rajanya kau bebas melakukan sesukamu" kata Anam Ra. "hemm,kalau begitu Anam Ra maukah kau menggantikan posisi ku semalam saja?" tanya sang raja.Anam Ra bingung terhadap pertanyaan raja namun ia akhirnya setuju dengan tawaran sang raja.Anam Ra menggantikan sang raja duduk di singga sana sementara sang raja berlibur semalam.
Anam Ra merasa senang menjadi seorang raja meskipun hanya semalam.namun kesenangan itu sirna ketika ia menengok keatas singgasana yamg ia duduki,ia melihat sebuah pisau yang tergantung dengan sebuah tali tepat di atas kepalanya.awal nya ia bingung kenapa ada sebuah pisau yang tergantung di atas situ,kemudian pisau itu mulai mengayun dari kiri ke kanan terus-menerus.
Anam Ra semakin gelisah ia takut pisau itu akan jatuh dan mengenai nya.namun ia tidak dapat pergi dari singgasananya,selama pesta Anam Ra pun gelisah karena pisau yang ada di atas kepalanya itu.
waktupun berlalu dan fajarpun tiba bersama sang raja yang kembali dari liburan semalamnya.Anam Ra yang melihat Sang Raja kembali langsung mendatangi dan bersujud kepada sang raja sambil berkata "Raja aku tidak bisa raja".
"ada apa Anam Ra kenapa dengan engkau?" tanya sang raja."aku tidak bisa raja,aku tidak bisa duduk di singgasana yang diatasnya tergantung sebuah pisau yang berayun terus-menerus tanpa tau kapan pisau itu jatuh" saut Anam Ra."begitukah,kalau begitu beristirahatlah mari aku antar" kata sang raja memahami.Anam Ra pun berpikir bahwa menjadi seorang Raja tidak lah mudah ia harus bersiap akan sesuatu yang tiba-tiba,sesuatu yang bisa menyengsarakan rakyatnya.Anam Ra pun memutuskan tidak akan pernah lagi duduk di singgasana walauoun hanya semalam.