Braak. Daud Yordan tergeletak di lantai. Tubuhnya penuh luka pukulannya bersarang di tubuh dan mukanya.
"Beraninya kau bawa kabur dia ! Kembalikan ! Dasar pembinor jahanam !" Maki Aslan.
"................."
" Kau masih tak mendengar perkataan ku ! Jauhilah dia ! " Teriaknya lantang sambil menendang perutnya.
Buk. Buk. Buk. Tiga kali tendangan mengenainya. Daud Yordan hanya mengeram kesakitan dan tak berkata sepatah kata pun.
"Kau keterlaluan ! Dia sudah menderita karena ulah mu ! Aku hanya membantu saja. Tak ada niatan untuk apa pun." Sanggah Daud Yordan dengan suara lirih.
"Kau bilang apa ? Tak ada niat apapun ! Cuih !" Air ludah bersarang di mukanya.
"Jauhi apa kau mati ! Aku tak akan melepaskan dia ! Dia istri ku ! Jika aku mati baru kau bisa menolongnya !" Kata Aslan sambil mencengkram rambutnya dan seketika itu juga dia hempaskan ke lantai.
Lelaki itu berlalu tanpa menoleh lagi. Daud Yordan melihatnya dengan mata yang buram matanya meredup dan akhirnya dia pingsan.
Duarr. Bunyi petir bersahutan. Daud Yordan terbangun dari ranjangnya. Astaghfirullah. Rupanya dia bermimpi, tubuhnya bergetar hebat serasa seperti nyata kejadiannya. Maafkan hamba mu ini ya Allah.
Esok harinya. Daud Yordan mengambil phonsel pintar nya di nakas karena terdengar suara notifikasi pesan. "Hah ? Aslan kecelakaan ?" Ucapnya bergumam lalu berlari menuju ke canport melajukan motornya. Hingga ke tempat tujuannya.
"Daud. Kenapa baru sekarang datangnya ?" Tanya Azriel menghampirinya.
"Kenapa ada bendera ?" Tanyanya tersendat.
" Aslan meninggalkan kita. Dia kecelakaan semalam karena mabuk dan balap liar." Azriel bercerita tentang Kejadiannya.
Daud Yordan hanya terdiam. Jadi dia tahu aku selama ini membantu anak-anak dan istrinya. Jadi dia memberikan peringatan kepada dia.
" Aku hanya membantu, maaf jika caraku salah", batin nya menatap mantan istri Aslan dari jauh.
Daud sengaja tidak mendekati mereka karena takut fitnah. Dia sudah berkeluarga sedangkan sekarang ini wanita itu berstatus janda.
" Maaf Aslan, jika kau marah. Istrimu yang mengadu tentang hal ini itu aku hanya ingin membantu saja."
Sekali lagi dia berkata pada diri sendiri. Bruk ! Suara nyaring terdengar dari kerumunan di depannya. Daud Yordan melihatnya mantan istrinya Aslan di dorong kuat. "Wanita jahat ! Kau memasang wajah palsu ! Apa kau sudah puas dia sudah mati sekarang ! Dia melihat mu selingkuh dengan pria itu ! Itu sebabnya kakak ku kembali seperti dulu saat masih lajang !" Makinya sambil menampar pipinya dengan tumpukan fotonya.
Daud Yordan yang penasaran mendekati mereka dan melihat foto tak senonoh itu.
"Reina ? Kau ?" Daud Yordan tercekat.
"Maaf mas. Aku berbohong. Aku." Daud Yordan mundur sebelum kalimat wanita itu selesai.
Itu pun dilihat oleh adiknya Aslan dan wanita itu mencengkeram rambutnya dan menariknya kuat-kuat.
Akh ..
"Bahkan kau mencoba mengelabui sahabat kakakku ! Dasar tak tahu malu !" Hardiknya.
Daud Yordan pulang ke rumah dan menemui istrinya. Ia langsung memeluknya erat.
"Maafkan aku sudah berbohong menolongnya. Aku tak tahu dia berbohong." Bisiknya lirih.
"Aku tahu mas. Karena itu aku yang memintanya untuk memberikan pelajaran kepada dia !" Balas sang istri dengan tenang.
"Kau suamiku yang baik. Bagaimana aku bisa membiarkan orang jahat itu mengganggu kita." Ujarnya sambil tersenyum.