Carmelia adalah seorang gadis dengan paras cantik, kisah ini dimulai ketika dia berada di sekolah menengah atas.
***
Carmelia mencintai kakak kelasnya yang bernama Calvan, mereka bertemu pertama kali ketika tidak sengaja saling tabrak. Waktu itu mereka sama-sama berada di sebuah taman.
Carme yang asik berjalan melihat sekitarnya dan Calvan yang berkutat dengan ponselnya. Keduanya berjalan saling berlawanan, Sampai..
Brakk...
Beruntunglah Calvan dengan sigap menangkap pinggang gadis itu agar tidak terjatuh. terjadilah kontak mata antara keduanya.
Carme yang terpesona dengan paras cowok itu, dan Calvan dengan raut biasanya. Gadis itu sadar akhirnya membenarkan posisinya.
"So-Sorry aku nggak sengaja" kata Carme menunduk.
Calvan mengambil ponselnya, "It's oke" jawabnya.
Carme mengulurkan tangannya, "Namaku Carmelia, nama kamu siapa ?"
"Calvan" jawabnya, membalas uluran tangan itu.
"Kamu baru disini?" tanya Calvan, menatap Carme dari atas sampai bawah. Ia merasa asing dengan gadis itu.
Carmelia mengangguk," Aku baru pindah kemarin, sekarang lagi lihat-lihat sekitar rumah" jelasnya.
Itulah saat pertama kali mereka bertemu.
Sekarang mereka sudah sangat dekat, kemana-mana bareng, sampai pada akhirnya Calvan melanjutkan studynya ke Amerika.
Carme yang menatap luar jendela dengan pandangan sayunya. Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang hilang pada dirinya.
Ia sangat ingat akan kejadian waktu itu.
"Mau ice cream, Aku yang beliin" tawarnya, gadis itu mengangguk.
Keduanya saling berpegangan tangan, menuju pembeli es krim disana.
"Kamu mau apa?" tanya Calvan.
"Aku mau rasa.. Ehmm Coklat aja deh" kata Carmelia
"Bang Es krim Coklat sama Vanilanya satu ya" pinta Calvan.
Penjual itu mengangguk. Memberikan pesanan kedua remaja itu.
"Ini mas"
Carme mengambil es krim itu, beranjak ke kursi samping sambil menunggu Calvan yang membayar.
Calvan berjalan kearahnya, "Nihh" kata Carme memberikan Es krim Vanila milik cowok itu.
Cowok itu duduk disampingnya. memakan cemilan itu dengan santai, sambil melihat sunset dari sini.
"Sunsetnya bagus" kata Carme agak kurang jelas karena eskrimnya. Calvan menoleh melihat gadis itu.
Ia terkekeh lalu mengusap belepotan eskrim di sudut bibir Carme. Gadis itu seakan membeku diperlakukan seperti itu.
"Apaan sih" elak gadis itu mengusap bibirnya sendiri.
Calvan terkekeh melihat tingkah gadis itu, "Tadi belepotan loh"
"Mana orang nggak ada" elaknya.
"Bentar deh..." kata Calvan mendekat kearah Carmelia. Mengangkat jempol tangannya mengusap sudut bibir gadis itu.
Cup..
Sebuah kecupan mendarat di bibir Carmelia membuat wajah gadis itu memerah.
"Jadi pacarku ya?"
Carme yang masih bingung hanya membeku ditempatnya. "Ka..Kamu serius?" tanyanya.
Calvan mengangguk, tapi masih terbesit keraguan di batin Carme.
"Kamu bisa jawab nanti kok, tenang aja" jelas Calvan
***
Dan cowok itu sudah tidak berada disampingnya sekarang, Carme hanya bisa menangis di gundukan tanah didepannya. padahal semalam cowok itu mengatakan bahwa ia akan pulang ke Indonesia.
Carme, Aku balik. Tungguin aku ya.. Aku bakalan nemuin kamu, jemput aku di bandara, Beb
Ahh iya jawab pertanyaanku yang waktu itu juga ya..
Itulah pesan terakhir yang dikirimkan oleh cowok itu.
"Kenapa kamu ninggalin aku secepat ini Calv, padahal aku udah janji bakalan nemuin aku"
****
*End*