Hari ini aku mimpi ayahku sedang berbicara dengan tetangga didepan rumah.
Aku tak begitu memikirkannya.
Saat itu aku sedang berada dikamar.
Tiba tiba saja aku sedang mengintip di tirai antara kamarku dan juga ruang tamu.
Aku menenggok ke samping selatan ada cwok pakaiannya putih tubuhnya lebih berisi dan di samping utara ada ibuku
Setelah mendengar sedikit aku masuk lagi kekamar
Di dalam kamar aku mendengar, Mereka sedang membicarakan entahlah aku nggak tahu pokoknya kayak lamaran gitu loh.
Didalam pikirannku aku mau dijodohin sama cwok itu. So, aku bilang nggak mau dong. Trus ada yang jawab menyangkal itu. Lalu aku jawab lah kuwi ngesopo, lak nge aku aku gah.
Kemudian aku kek mendengar nama dia gitu loh. Dan kok bisa bisanya disitu aku search digoogle dong. Dan ketemu wah gila ganteng banget sih. Rugi banget aku nolak tadi batinku
Setelah aku bilang gitu ada 2 cewek yang ngehampiriku dalam keadaan aku masih search wajah dia dan kayak ngegoda aku gitulah tapi aku menyangkalnya mana keadaannya aku lupa ngebalik lagi. Akhirnya aku matiin trus kayak cwek yang berdiri dipintu dekat ranjangku tuh kayak manggil nama dia gitu. Sontak aku bersihin dong ya kali kotor sambil bicarain apa gitu aku lupa. Trus mereka pulang aku baru keluar. Disitu aku keluar pakai kayak kerudungan selimut gitu.
Trus kayak salaman dengan menangkupkan kedua tangan gitu sama seorang wanita paruh baya yang kuyakini adalah orang tua cwok yang akan melamarku itu.
Dan dimimpiku dia janji bakalan datang hari kamis, seolah mereka ngasih aku waktu untuk berfikir tentang hal itu.
Batinkku berkata aku tunggu kamis dengan jawaban yang sudah berubah. Ya itu ya aku mau menikah dengan cwok anak kyai itu karena aku tahu dia anak pemilik pondok.
Trus aku terbangun dan bisa bisanya aku bilang yah cuman mimpi.
Akhirnya aku tertidur lagi berharap mimpi itu datang lagi dan menyambung sama yang dimimpi sebelumnya.
Dimimpi kedua aku melihat ada 2 orang sakit, lalu disana ada seseorang yang bilang untuk memanggil cowok yang dijodohkan denganlu itu datang yah aku bahagia lah
Senyum itu kayak nggak bakalan pudar gitu. Sampai sampai orang orang yang didekatku seperti bibi berkata.. bahwa kelihatan beda banget, dan sudah siap. Dan ayahku pun yah kayak ngedukung gitu.
Tapi sampai aku mengambil nasi untuk makan cwok didalam mimpiku yang pertama itu blm datang juga.
Dan itulah mimpi buruk yang lumayan berkesan bagiku 🤣🤣🤗