Diva, seorang aktris sukses yang seringkali membintangi film-film terkenal. yang hidupnya berawal dari keluarga tak mampu, berlarian menempuh hidupnya kesana-kemari tanpa sosok seorang ibu. seringkali dijauhi oleh teman-teman sekolah nya hanya karena dia dari keluarga yang tidak mampu.
tapi, tak semua teman sekolah nya menghindar dan menjauhi Diva. Stevan, anak seorang direktur perusahaan per film an. tetangga sekaligus sahabat satu-satunya, yang sangat dia sayang.
ayahnya, seorang supir di keluarga besar Stevan. jadi hubungan keduanya baik dan tidak pernah ada perselisihan. ayah Stevan, Saga. adalah seorang yang baik yang selalu membantu kesulitan keluarga Diva tanpa meminta imbalan.
ibunya Stevan, Vilona. seorang wanita berkharisma yang sangat baik dan santun, dia menyayangi Diva seperti anaknya sendiri.
*****
siapa yang menyangka, dibalik keterbatasan ekonomi, Diva memiliki bakat terpendam yang selama ini terkubur karena statusnya. siapa yang menduga dibalik pakaian lusuh dan kulit kusam itu tersembunyi sinar rembulan yang memancar apabila dibuka.
wajah yang berseri, mata yang berbinar terang, kulit putih halus bagaikan sutra dan bibir yang merah seperti buah stroberi. semuanya sempurna untuk dimiliki seorang idola.
semua yang ada dalam diri Diva, semuanya adalah sinar seorang Idola. Diva memang dilahirkan untuk menjadi Idola, menjadi bintang yang paling terang.
*****
di hari ini, di hari Minggu. seperti biasa Diva dan Stevan bermain bersama, di halaman rumah yang luas dan dipenuhi rumput-rumput halus.
ayah Stevan, Saga. memperhatikan Diva yang menurutnya memiliki potensi besar apabila dirawat. Saga, yang menyadari bakat terpendam Diva, tergerak hatinya untuk maju mendekat menjadikan Diva bintang.
*****
Saga berjalan ke arah Diva perlahan, dia kemudian bersimpuh di hadapan Diva yang sedang bermain dengan Stevan. Saga ingin memberikan kesempatan pada Diva untuk bergabung dalam film produksi nya. Saga kemudian mulai berbicara pada anak usia 7 tahun itu.
" Diva.. " sapa Saga.
" iya om? " saut Diva dengan raut wajah bertanya.
" Diva mau nggak, kalau Diva om ajak main film? " tanya Saga penuh harap.
" main film, jadi Idola? " tanya Diva.
" mmmh, begitulah.. Diva mau kan?! "
" Diva mau, tapi Diva kan orang biasa bukan orang kaya.. " ucap Diva lirih.
" siapa bilang jadi Idola itu harus kaya, banyak kok aktris dan aktor yang berasal dari keluarga yang nggak mampu!! " jelas Saga.
" tapi.. "
" kamu mau ya Div, kalo kamu jadi Idola pasti gak akan ada lagi yang ngejek kamu di sekolah!! " ujar Stevan meyakinkan.
" iya Diva! bayangin kalau Diva jadi Idola, Diva bisa keliling dunia dan terkenal disana-sini!! dan hidup Diva nggak akan susah lagi!! " ucap Saga memprovokasi.
" mau ya.. " pinta Stevan.
" iya deh, nanti Diva coba! " jawab Diva.
mendengar jawaban Diva itu, Saga bernafas lega. usahanya membujuk anak perempuan berbakat ini akhirnya berhasil dan tinggal menjalankan rencana selanjutnya saja. Stevan bersorak, menandakan kegembiraan dalam dirinya.
*****
di kemudian harinya, Diva dibawa oleh Saga ke sebuah Salon&Spa. disana penampilannya diubah, wajahnya dibersihkan sebaik mungkin dan rambutnya direka sedemikian rupa.
2 jam berlalu, Diva dibawa keluar oleh seorang pekerja disana. di ruang tunggu itu, Saga ditunjukan harta karun yang tersembunyi dibalik pasir.
" cantik! " puji Saga, dirinya berdecak kagum karena telah menemukan harta karun berharga, yang akan menjadi seorang bintang.
*****
Diva kemudian dibawa ke lokasi syuting, disana dia dipertemukan dengan para pemain. salah satunya adalah Maria, seorang aktris terkenal yang cantik dah baik. dia mengajari Diva tentang apa yang harus dilakukan nya.
setelah selesai syuting...
" Diva... " sapa Maria seraya merangkul Diva yang sedang duduk itu.
" iya kak?! " saut Diva seraya melirik ke arah Maria.
" akting mu itu, bagus banget!! kamu emang berbakat sayangku.. " puji Maria dengan senang.
" oh ya? "
" iya.. nanti kita akan lihat sama-sama!! "
" kapan? " tanya Diva lagi.
" mmm, lusa! " ucap Maria dengan yakin.
*****
film pun akhirnya rilis, Diva, Maria dan yang lainnya pun melihat hasil kerja keras mereka. sedangkan dibioskop tiket telah terjual habis sampai satu minggu kemudiannya.
film tersebut sukses besar, dan meraih banyak penghargaan. Diva pun akhirnya terkenal sebagai seorang aktris yang bertalenta dan mempunyai banyak penghargaan.
*****
13 tahun kemudian..
Stevan yang dulunya seorang anak kecil yang lugu, sekarang telah menjadi seorang lelaki tampan dan gagah. Diva yang dulunya hanya anak tidak mampu kini telah tumbuh menjadi perempuan yang cantik jelita, menjadi primadona.
setelah kematian sang ayah, Stevan kini menggantikan posisinya sebagai pemilik perusahaan.
hari ini adalah hari Senin, hari dimana Diva akan kembali dari Kanada setelah dua bulan tinggal dan membintangi salah satu film disana. Stevan yang sudah berpakaian rapi duduk manis di kursi bandara menunggu kepulangan sang sahabat.
" Diva!! " sapa Stevan seraya berlari ke arah Diva yang tengah menenteng koper.
" Stevy!! " saut Diva seraya berlari menghampiri Stevan yang sudah membentangkan tangannya selebar mungkin.
grep~
mereka saling berpelukan, melepas rindu setelah dua bulan tidak bertemu.
" aku kangen banget sama kamu Vi.. " ucap Stevan. sambil terus memeluk Diva.
" aku juga, rasanya sepi kalo gak ada kamu.. " ucap manja Diva.
" gak bawa oleh-oleh nih.. "
" ada! " jawab Diva.
" oh iya Div, status kita masih sama nih? " ujar Stevan langsung.
" emang kamu maunya apa?! " jawab Diva sembari berjalan menarik kopernya.
" masa iya selama lebih dari 13 tahun, statusnya bestie terus ganti dong!! "
" jadi? "
" wife and husband! " jawab Stevan tanpa ragu.
" oke.. " jawab Diva dengan senyuman.
" otw nikah!! " ucap Stevan seraya menggendong tubuh Diva dan meminta seorang bodyguard nya membawakan koper milik Diva.
*****
satu bulan kemudian, hari yang dinanti-nanti pun tiba. acara pernikahan tersebut diselenggarakan di sebuah gedung mewah secara besar-besaran. setelah ijab qabul, keduanya duduk dipelaminan mewah mereka, mereka saling memberi senyum.
kehidupan mereka selanjutnya dimulai, dengan lembaran baru yang diwaranai dengan kebahagiaan dan keceriaan, seperti impian Diva.
..𝙏𝙖𝙢𝙖𝙩..
Sekian Terimakasih...