Bagiku suamiku adalah segala-galanya. Dia adalah penyelamatku dan sumber kebahagiaaku.
Dia laki-laki yang selalu memanjakan aku, memperlakukan aku bak seorang ratu, menuruti semua kemauanku, tak pernah marah dan selalu menghadapi sifat kekanak-kanakanku dengan penuh kesabaran.
Aku menyayanginya. Aku masih ingat, bagaimana awal aku bertemu dengannya.
Saat itu, Bulan September Tahun 2017.
Aku ikut mejelis ta'aruf tanggal 3, dan tanggal 4, aku sudah mendapatkan biodata suamiku. Dan di tanggal 4 itu pula, Admin Majelis Taaruf membuatkan sebuah grup di FB.
Persyaratannya : Hanya boleh chat dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam.
Tak boleh nanya masalah nomer pribadi, atau apapun. Hanya boleh nanya-nanya biasa aja.
Di larang keras menghubungi di luar grup yang sudah di sediakan.
Setiap percakapan akan dipantau oleh beberapa admin.
Aku dan suamiku hanya nanya beberapa aja hingga tanggal 9 aku dan suamiku memutuskan untuk bertemu. Awalnya akan di temani oleh adminnya, tapi karena adminnya sibuk karena harus menghadiri pertemuan yang lainnya.
Akhirnya suamiku, dia datang dengan pamannya tanggal 10. Dia berangkat pagi dan sampai rumah sore hari, karena berbeda kabupaten.
Dan di tanggal 10 itulah, aku dan suamiku untuk pertama kalinya, saling bertemu. Dan suamiku memutuskan untuk melamarku dan aku menerimanya karena aku sudah jatuh hati dengan parasnya dan sikapnya yang sangat sopan.
Tanggal 18, dia datang bersama keluarga besarnya datang untuk acara lamaran sekaligus nikah. Yah, kami memutuskan untuk nikah saat itu juga. Dan setelah resmi menikah, keluarganya pulang dan meninggalkan suamiku yang menetap di rumahku karena kini sudah sah jadi suamiku.
Hingga satu bulan kemudian, dia mengajak aku untuk tinggal di kota S, karena dia bekerja disana.
Dan kami hanya pulang beberapa kali dalam setahun, Karena suamiku pegawai tetap di sebuah perusahaan yang membuat dia gak bisa libur seenaknya.
Yah, seperti itulah aku bertemu dengan suamiku, melalui Majelis Taaruf, hanya dalam waktu sebulan, aku langsung resmi menjadi seorang istri. Tanpa adanya proses pacaran ataupun yang lainnya.
Namun aku bersyukur Tuhan memberikan aku jodoh sesuai yang aku minta selama ini.