Garis takdir memang tak akan ada yg tahu.
Begitupun dengan rencana manusia.
Manusia yang kadang banyak keinginan dan rencana.
Tapi terkadang mereka tak pernah menyadari ada tangan Tuhan lah yang ikut andil dalam semua urusannya.
Seperti aku... Yang tak sadar akan garis takdir.
Kala itu aku terpaksa menikahi lelaki yang sama sekali bukan kriteria ku.
Ayah dan ibu terpaksa menjodohkan aku dengannya karena waktu itu calon suamiku mendadak tidak ada kabar di waktu mendekati hari pernikahan.
Tentu saja aku menolak keras.. Dan aku juga tidak bisa melakukan apapun.. Karena semua persiapan pernikahan sudah tidak bisa lagi di batalkan.
Dengan rasa marah, kecewa, dan hancur bercampur malu.
Akhirnya aku menyetujui pernikahan itu.
Dan sekarang kini aku sudah menjadi istrinya.. Istri yang bersuamikan orang yang tak pernah aku suka dan tak pernah terbayangkan sedikit pun untuk menjalani hidup dengannya.
Hari kian bergulir tak terasa... Sikap ku yang dingin dan cuek padanya bahkan aku tidak pernah ingin di sentuh olehnya. Bahkan akupun pernah berkata kasar padanya.
Namun dia malah sebaliknya tidak pernah menyerah dan lelah untuk memberi ku cinta dan perhatiannya. Selama hidup dengannya ada satu hal yang aku lihat pada diri suamiku.
Ternyata dia adalah seorang pria hangat dan romantis..
Sejenak aku pernah kagum padanya melihat sikapnya itu yang manis.
Namun ternyata rasa kagum itu masih kalah oleh egoku..
Tiada hari yang spesial.. Setiap hari aku tak pernah melayaninya dan mengabaikannya.
Jangankan untuk makan malam dan sarapan. Harusnya itu pekerjaan ku sebagai istri..
Tapi dia yang mengerjakan semuanya..
Memang benar-benar istri yg durhaka ya aku ini...🤦♀️
Hingga suatu hari sebuah peristiwa besar yang mengubah perasaanku sepenuhnya..
Ternyata dia rela menukar nyawanya demi menyelamatkan hidupku..
Waktu itu kami bertengkar disebuah restoran dan seperti biasa aku yang selalu ingin menang. Dengan penuh amarah aku pun berlari keluar tanpa memperdulikan sekitaran ku dan panggilannya yang seraya menyusul ku.
Tanpa di duga sebuah mobil van hendak menabrak ku.. tapi tubuhku tiba-tiba terdorong ke trotoar.
Suami yang tak pernah aku anggap itu telah menyelamatkan hidupku..
Aku hanya bisa tercengang melihatnya bersimbah darah..
Aku menyesal... sangat menyesal...
****
Tapi sekarang aku sudah berubah..
Sebuah hikmah dalam kejadian itu aku menjadi istri yang sangat beruntung mempunyai suami seperti dia.
Tidak akan pernah lagi aku menyia-nyiakan Cinta nya ...
Cinta tulus seorang Suami...
Kau yang tak pernah lelah mencintai ku...❣❣
***❤❤❤❤***