Aku pembaca setia Mangatoon dari awal-awal ada, mungkin sekitar 2015 akhir atau 2016 awal. Secara pastinya aku lupa. Lalu di Mangatoon ada muncul novel. Aku pun membaca Karya-karya novel di sana. Banyak cerita yang bagus dan aku suka. Bahkan aku begadang hanya untuk melanjutkan baca kelanjutannya.
Gara-gara Corona, aku berhenti bekerja. Saat baca Mangatoon ada notifikasi masuk untuk lomba anak genius. Maka, aku pun mendownload aplikasi Noveltoon. Ternyata harus memfollow Ig Noveltoon, FB Noveltoon. Sehingga aku pun mendownload aplikasi itu. Aku yang kurang suka bermain di media sosial, mengharuskan aku mempelajarinya.
Aku mengirim email ke pihak Noveltoon, dan balasannya lama banget sampai aku mengajukan komplen. Itu pun harus menunggu lagi satu minggu. Setelah dapat email balasan aku disuruh menghubungi editor. Kebetulan saat itu editornya Kak Lily. Dia membimbing aku dalam membuat kerangka. Ternyata aku pun harus menunggu feedback dari pusat, yang waktunya juga sangat lama banget. Awal aku mengajukan email itu awal Agustus dan dapat feedback akhir September. Hampir 2 bulan itu.
Ternyata menulis novel itu tidak semudah yang aku bayangkan. Harus mempelajari PEUBI. Tahu dasar kepenulisan. Maka, aku pun belajar dari teman-teman di Grup Chat Anak Genius dan kelas menulis online.
Waktu lomba ternyata di percepat pengumumannya. Membuat aku kehilangan semangat karena aku baru satu bulan berjuang sementara teman-teman yang lain sudah dari Agustus. Hal yang paling mengesalkan karya aku tidak pernah ada di beranda promosi seperti punya teman-teman lomba anak genius lainnya. Aku tanya kepada teman-teman, apa di beranda mereka pernah ada karya aku, nongkrong? Jawabannya tidak ada seorang teman pun yang pernah melihat karya aku dipromosikan. Bahkan sampai tamat juga nggak pernah ada yang melihatnya.
Bersamaan dengan lomba anak genius aku juga ikutan lomba fiksi modern. Lagi-lagi aku telat dapat feedback dari pusat. Baru 2 minggu bikin karya, lomba dipercepat pengumuman pemenangnya. Kalau karya lomba ini, aku lihat ada di promosikan oleh pihak Noveltoon.
Setelah aku cermati ternyata kalau karya yang di promosikan di beranda itu hasil pop, like, viewer nya sangat bagus. Jauh beda dengan karya yang nggak pernah di promosikan. Aku sampai jumpalitan promo di medsos agar pembaca aku semakin banyak. Perjuangan menjadi penulis di Noveltoon itu berat, tapi terasa menjadi tantangan. Aku harap Noveltoon adil dalam memberikan promosi karya-karya authornya. Jangan yang itu-itu saja yang terpampang di beranda. Karya yang sudah menahun masih saja mejeng di beranda paling depan, sementara karya yang baru dari author yang lencana bronze dan silver jarang nangkring. Terima kasih buat Noveltoon karena menjadi penulis di sini aku banyak punya teman dan pengalaman.