Bermimpi.
suatu kalimat yang selalu menjadi perandaian. andai aku begini, andai aku begitu, andai aku dulu seperti ini, andai dulu aku seperti itu.
tapi aku suka dunia mimpiku. disana aku bisa memposisikan diriku dimana saja dan menjadi apa saja.
menghadapi hidup yang tidak sesuai ekspetasi membuatku selalu berkhayal seandainya aku begini dan begitu.
aku selalu bermimpi aku bisa keluar dari hidupku saat ini. hidup yang aku ambil dimasalalu dan membuatku menyesal.
namun apalah guna menyesal, semua sudah terjadi. aku ingin hidupku kembali seperti semula. namun semua tidak mungkin terjadi.
seandainya Doraemon bersedia meminjamkan 'mesin waktu' nya, aku benar-benar ingin kembali dan memilih jalan hidup dengan benar.
karena semua itu tidak pernah bisa, aku hanya bisa berkhayal dan berharap khayalanku akan menjadi kenyataan.
bisa lepas dari hidupku saat ini dan menjadi orang sukses tanpa harus bergantung kepada orang lain.
mungkin saat ini belum benar-benar bisa mewujudkan setiap mimpi yang terpendam. entah suatu saat aku bisa menggapainya atau tidak.
aku berharap Tuhan akan berbaik hati untuk memberi ku kesempatan mewujudkannya.
sudah cukup rasanya perlakukan tidak selayaknya.
aku sudah menguat diri untuk bertahan sebentar lagi saja. nanti ada masanya mungkin aku akan memanen semuanya.
saat malam tiba, aku tidak pernah berhenti berdoa dan berkhayal.
hidup bersama seseorang yang tidak memahami dan mengerti kita seperti suatu hal yang sangat buruk.
kita harus pandai menata hati agar tidak merasa sakit dan sakit hati lagi.
mungkin awal dari sakit hati karena harapan kita yang terlalu tinggi kepada orang lain untuk membahagiakan kita.
tapi itu salah. kebahagiaan bisa ada bila kita mencari dan menciptakan kebahagiaan itu sendiri.
aku kadang lebih nyaman berbicara dengan dinding di kamar. aku selalu mendapat kebahagiaan jika aku sedang berkhayal.
namun itu hanya sementara. saat khayalan itu hilang, kadang aku juga akan menangis karena itu hanyalah hayalan.
seperti lagu Sheila on seven yang berjudul ketidakwarasan padaku.
lagu itu selama mewakili rasa hatiku.
aku mulai nyaman..
berbicara pada dinding kamar..
aku takkan tenang..
saat sehatku datang...
ah sudahlah. mungkin benar setiap hidup mempunyai pilihan. dan bodohnya aku memilih hidupku yang sekarang.
tapi dari hidupku yang sekarang, aku begitu banyak mendapatkan pelajaran.
bahwa hidup tidak hanya sekedar tentang kebahagiaan.
di hidupku yang sekarang juga aku bisa mengerti bahwa hidup tidak selalu adil kepada kita.
mungkin Tuhan sudah berbuat adil. namun ada campur tangan manusia yang membuat ketidak Adilan itu.
sepertinya ini bukan sebuah cerita melainkan sebuah unek-unek yang telah aku rubah menjadi suatu kalimat untuk menenangkan diri.
tidak ada cara lain sekarang. aku harus pandai membahagiakan diri sendiri. berusaha tidak berharap terlalu jauh kepada manusia, berusaha tidak bergantung kepada orang lain, dan berusaha mencari ketenangan sendiri.
ini sepertinya bukan sebuah cerita melain keluh kesah dari hati ku.
mungkin aku juga salah karena terlalu berekspetasi terlalu tinggi untuk hidupku.
aku khawatir akan masa dewasa yang tidak sesuai harapan.
namun ternyata aku salah. tidak ada yang perlu di khawatirkan di masa mendatang.
karena masa mendatang, tergantung bagaimana kita di masa kini