Sore itu aq lagi sibuk memasak didapur ketika , adik ku menelp.
" hallo bi" kenapa tanya heran adikku itu menelpon
ngak seperti biasanya.
" ibu sakit mb " kata abi dari sebrang sana
" trus gimana sudah dibawa ke dokter" tanya sedikit was was.
" sudah minta pengen kakak pulang" kata abi.
" bi bukan kakak ngak mau pulang baru kemaren kan kakak transfer, lagian pulang juga kalo seminggu dikarantina juga percuma kan kamu tau sendiri di musim pandemi gini" jawabku lirih.
" ya sudah kak, abi cuma ngabari itu aja kok" jawab abi disebrang
" assalamualaikum" katanya memutuskan kontak.
" walaikum salam " jawabku.
Entah perasaanku menjadi ngak enak, setelah adikku abi telp. padahal baru 3 bulan yang lalu aq pulang kampung menemui ibu.
Di musim pandemi sangat susah bila pulang pergi harus pake tes antigen bolak balik .iya kalo yampe rumah ,pas dikarentina malah apes. ngak bisa pulang malah habis waktu di karentina saja.semua
nya jadi serba salah.
Maklum aq anak perantauan di pulau awa .bahkan tidak sedikit biaya yang keluar, dan pergerakan juga dibatasi pemerintah pas musim covid gini.
........................
Malam hari ku coba untuk menghubungi ibuku.
" assalamualaikum bu" kata ku tersambung.
" walaikum salam nak, ada apa tumben telp jam segini" kata ibu karna pas selepas magrib ku telp beliau. karna kebetulan aq baru berbuka puasa di hari senin.
" kata abi ibu sakit ,sudah ke dokter" tanya ku.
" sudah ibu cuma kecapean kok, tadi siang bersih bersih kan besok lebaran" kata ibu tersenyum.
" ibu masih punya uang" tanya ku
" masih ,yang kamu kirim kemaren masih ada nak" kata ibu.
" ya sudah ibu yang sehat, jangan capek capek slalu jaga kesehatan" kataku mengingatkan beliau.
" iya nak jaga diri baik baik disana" kata ibu.
" insyaallah " jawabku.
" ya sudah ,mudahan covid cepat berlalu biar yana
bisa pulang lagi ya bu" kataku pelan.
" amiin ...." kata ibu namun wajahnya terlihat sendu.
Rasa hatiku serasa binging entah kenapa kemaren pas pulang 3 bulan lalu ibu baik baik saja. bagiku tak bisa pulang karna berat diongkos ngak masalah tapi karna pemerintah menerapkan pembatasan keluar masuk satu wilayah itu yang ribet.
Selesai sholat isya aq mengaji sebentar, untuk membuang rasa resah di hati apalagi ini malam takbiran lebaran haji. selesai mengaji ku coba untuk tepn adikku abi.
" assalamualaikum bi, lagi ngapin" tanyaku.
" walaikum salam mb, ini baru antar ibu cek up " kata abi.
" titip ibu ya bi" kataku lirih entah mengapa petasaanku tak enak.
" ya mb." jawabnya.
" ya sudah ibu cuma mau ngomong itu saja" kataku
namun hatiku rasa sakit menahan sesak.
" ya mb, aq mau mandi dulu " jawab abi
" ya bi, kalo ibu sakit jangan ditinggal tinggal" kataku berpesan.
" ya mb assalamualaikum" kata abi menutup telp.
" walaikum salam" jawabku
.............................
Takbir berkumandang lantang di masjid dekat rumah ku, selesai memasak untuk besok persiapan
sarapan kurebahkan tubuhku diatas ranjang.
Mas han suami ku sedang sibuk dengan laptopnya
diruang tengah.sedangkan aq hanya menatapnya dari kamar dengan pintu yang terbuka lebar.
" kenapa de " tanya mas han menatapku sambil tetap dengan laptopnya.
" mas aq mau pulang lagi boleh ngak" tanya ku pelan.
" kalo pulang dadakan , nanti malah positif covid di karatina malah ngak nyampe rumah tuh kaya mas
dewa " kata mas han mengingat kakak ipar yang pulang malah ngak nyampe rumah malah cutinya habis buat karratina.
" ada apa" kata mas lagi.
" perasaanku ngak enak mas, ingat ibu terus" jawabku yang bangun dari ranjang lalu duduk di sofa dekat mas handi suamiku.
" bawa wudhu sana" katanya tampa menoleh.
Aq hanya diam jam sudah menunjukkan jam 10 malam tapi mataku belum mengantuk. aq lalu
mengecek hp untuk memastikan apa ada pesan yang masuk.dan tiba tiba telp dari abi masuk
drt ... .drt.......
" assalamualiakum bi gimana" tanyaku.
" ibu berpulang mb baru saja" kata abi terisak di sebrang sana
Jedar....................
Tubuhku langsung lemas, tak serasa kaku semua
" inalilah wainalilahi rojiun" jawab ku terisak dan
panggilan abi pun berubah jad vc disebrang sana.
Kulihat ibu terdiam dengan wajah putih masih dibrankar rumah sakit yang memperlihat hanya terbujur kaku.
" baru 10 menit yang lalu " kata abi dengan isakan.
" lagi menunggu surat dokter mb, baru boleh dibawa pulang " kata abi lagi.
Aq hanya terdiam kaku dan mulai terisak, mas han yang baru saja kembali dari dapur terkejut melihatku yang menangis. mas han langsung meletakkan gelasnya lalu memeluk yang duduk disofa. tangisku pun makin menjadi jadi.
Hampir 1 jam aq menangis di pelukan mas han, dia
memelukku dengan erat untuk menenangkan petasaanku yang teramat sedih.
" sabar ya de, dan iklas ini jalan terbaik buat ibu
allah pasti menyayangi beliau karna di malam
takbir" kata mas menghibur ku agar tenang.
Aq tak bisa berkata kata.lidahku serasa kelu.semuanya begitu mengejutkan padahal baru
magrib tadi aq menelpon beliau masih baik baik saja.
Mas han masih memelukkan erat, dan berusaha membuatku tenang
" ade mau pulang, tapi dadakan gini pasti repot " kata mas han.
aq hanya mengeleng, yak tak bicara apapun.
aq hanya bisa menangis pada saat itu.
.......................
Dengan mata bengkak , aq tetap berangkat untuk sholat idul adha betsama mas han. rasa hatiku
masih hampa, bibirku pun tak bicara sepatah katapun.mas han bisa mengerti itu. dia sarapan seadanya dengan memasak indomei instan.
aq tak bisa berbuat apapun, mas han pergi keluar
untuk mentransfer uang melalui rekening abi kalo ada kebutuhan yang mendadak mengingat bapa juga sudah tua.
......................
Sepulang dari masjid aq hanya berdiam diri dikamar. aq tak bisa pulang karna mengingat pratokol pemerintah untuk masa pandemi covid.
Aq hanya bisa berzikir dan berdoa ketika abi membuat vc langsung disesi pemakaman ibuku.
air mataku masih menetes mengikuti jalannya
pemakaman ibu. dari pengalian liang lahat sampai tabur bunga.
" ya rabb kau sangat sayang padanya.belum bisa aq membalas setiap kebaikanya..masih banyak harapan kosong dan janji yang kuberikan pada beliau. cita cita ku untuk memberangkatkan haji pun belum sempat terlaksana.
" ya rabb kalau pun ini yang terbaik untuk ibuku
trimalah beliau disisimu. terang kan rumahnya
disana,.angkat derajatnya. luaskan pembaringannya. dan ampuni segala dosanya
ya rabb aq hanya bisa meminta padamiu.
" ya allah ringankan segala hukumannya
tempatkan beliau disurgamu yang penuh keindahan. dan kebahagian saat menunggu pertemuan kami suatu saat nanti.
" ya allah beliau ibu yang terbaik bagi ku, tak bisa
aq membalas segala pengorbanannya, bukakan pintu ampunan atas kesalahannya dan semoga khusnul khotimah disisimu.
Tak ada kata yang bisa ku untai untuk kepergian ibuku tercinta.selai doa. pada setiap malam hanya surat almulk dan yasin yang slalu ku baca untuk melepas kepergian selama 40 hari.untuk meringankan langkahnya dan perjalanan menuju
sang pemilik hidup.
syalawat dan zikir slalu ku lafadkan walau hanya semenit. untuk mengirim doa ibu tercinta. hanya itu yang bisa kulakukan. ada rasa sesal karna tak bisa mencium dan memeluknya terakhir kali. dan ku coba iklas melepas kepergian beliau demi ketenanganya.
kini tak ada lagi orang yang mengingatku,yang memberi nasehat dan petuah. yang sertiap saat
memberi semangat dan pesan dalam hidupku.
..................
Sekarang adalah ramadhan terhampa bagiku
biasanya ibu slalu menelpku untuk mengingatkan saur. tak ada lagi ibu yang setiap minggu untuk mengobrol walau jarak jauah,dan tak ada lagi makanan kesukaanku yang beliau kirim untukku.
Semuanya terasa hampa. mas han hanya bisa
manatapku dengan diam, dian tak banyak bicara dan bertanya atas kesedihan yang kurasa. yang hanya slalu diingatnya adalah
" iklas ya de, iklaskan semuanya. kita pasti bertemu suatu saat nanti" kata mas han.
Tahun inilah ramadhan yang terberat bagiku. dan juga lebaran terhampa.abi adikku hanya bisa terisak setiap mengingat beliau karna dialah satu satunya orang terdekat saat ibu menjelang wafat.
" Slamat jalan ibu, allah sayang padamu. aq percaya sekarang ibu hidup bahagia disana.
aq anakkmu tak kan pernah melupakan segala apa yang kau berikan,amanat, petuah dan nasehatmu
adalah tonggak tiap langkah ku, doaku setiap sholat jadi obat pengantar rinduku padamu"
" Dan semoga anakku bisa memegang semua petuahmu serta amanatmu. kenangan ibu
jadi semangat dalam hidupku. yang tak pernah luntur dalam kenagan sepajang sejarah.
" semoga surga terbaik jadi tempat mu ibi.
dan keabadian sana aq slalu berdoa.
semoga kita bertemu dan berkumpul kembali
dalam keadaan yang lebih baik.
Tamat..( slamat membaca ).