Minggu ku ini terasa begitu sial sungguh sungguh sial
malam minggu setelah melakukan segala kegiatan ku rebah kan tubuh ke atas kasur, ku pejam kan mata ku agar aku bisa menuju cepat ke alam mimpi, saat baru sampai ke awang awang mimpi yang pertama ku lihat tangan yang bengkak, suara tangis seorang gadis , dan gadis yang seperti menahan ke sakitan
ku buka mata ku , ku atur nafas ku kembali ,aku turun dari kasur menuju ke kamar mandi dan mengambil air wudhu
setelah berwudhu aku kembali ke atas kasur ku mencari posisi terbaik ku sebut nama sang penguasa langit dan bumi agar hati ku menjadi lebih tentram , lama lama aku pun kehilangan kesadaran dan pergi ke alam bawah sadar , tak begitu lama aku bangun lagi ku lihat jam di handphone ku menunjuk kan jam 00. 15 baru sekitar setengah jam aku terlelap mata ku masih terasa berat
ku coba kejam kan mata ku lagi ,belum aku terlelap dalam tidur ku , aku dengar suara burung , aku langsung terduduk , yang perasaan ku memang tidak tenang makin terasa makin kacau, bagaimana pun juga aku memiliki kisah buruk dengan kicauan burung saat malam
dulu aku pernah mendengar kan kicauan burung saat malam hati ku juga menjadi tidak tenang , besok nya aku di kabari bahwa kemarin malam mbahyut ku meninggal dunia
aku juga pernah mendengar kan kicauan burung saat malam hari lagi sekitar jam 00.25 saat jam dua ternyata rumah ku banjir
aku sering mendengar kan kicauan burung saat malam hari dan perasaan ku mulai tidak tenang besok nya pasti ada kejadian
ku senderkan tubuh ku ke tembok suara kicauan nya cukup keras, aku hanya berdoa semoga ini bukan kejadian yang begitu buruk
ku nyalakan audio handpone ku ,salawat adalah pilihan utama ku , kepala belakang ku terasa nyeri , ku pijat pelan tengkuk ku , agar tidak bertambah sakit ku alih kan dengan membaca , sesudah sekitar setengah menit berkicau suara nya makin menjauh , aku bernafas lega semoga setelah ini aku dapat tertidur nyenyak
namun sayang itu hanya lah sebatas mimpi saat aku akan memejam kan mata ku suara burung berkicau seperti sebelum nya terdengar lagi lirih namun jelas , perasaan ku juga semakin kacau hingga akhir nya aku terjaga hingga saur
" kalau buat makan pedas sudah nggak sakit perut tapi kalau di suruh bersih sambat nya capek " ujar ibu ku saat itu hanya ku tanggapi dengan lelucon bagaimana pun juga aku sudah terbiasa mendengar kan kata kata seperti itu dari ibu ku
saur pun telah usai sambil , sambil menunggu adzan subuh aku menikmati sejuk angin kipas saat masih petang terasa dingin tapi sejuk