Masih pagi mas Asrul sudah terbangun. Aku yang di dapur sangat terkejut menerima perlakuan manisnya ini. "Mandilah kita bersiap," ucapnya sembari merangkulku dari belakang.
"Kita akan ke mana mas? sebentar aku akan beri tahu anak anak untuk bersiap," ucapku sembari mendorong sedikit tubuhnya.
"Hem .... no, no, no hanya kita berdua, aku sudah menelefon ibu dan bapak agar menemani anak anak. Mereka sudah besar-besar Nina, ini waktu untuk kita berdua, aku ingin menghabiskan berdua dengan mu," ucap mas Asrul lembut di telingaku.
"Ih, mas membuatku malu, sembari ku lanjutkan gawaiku mencuci buah."
"Sudah! tinggal saja, bersiaplah, satu jam lagi kita berangkat, sembari menarikku masuk ke kamar.
Benar-benar mas Asrul telah menyiapkan semuanya, belum satu jam kami sudah berangkat sepertinya anak-anak menghiyakan saja kami berangkat tanpa ada yang protes, ingin ikut.
Perjalanan cukup lama hampir satu jam akhirnya kami tiba di tempat tujuan. "Mas, kita ke pantai hanya berdua? Dan .... belum selesai bicaraku mas Asrul sudah memelukku.
"Ayo kira habiskan waktu berdua seperti kita berpacaran dulu, maaf aku tidak bisa menyewa hotel tapi aku hanya bisa menyewa satu villa itu," sembari tangannya menunjuk ke arah villa itu .
"Terima kasih mas, ini sudah sangat baik untukku."
Kini mas Asrul sudah meraih tanganku mengajak naik ke villa. Mataku memindai semua tempat.
"Mas ... kenapa tempatnya sepi dan hanya ada kita berdua?" tanyaku heran.
"Ini semua untuk mu aku ingin kita menghabiskan waktu di sini selama dua hari bersamamu tanpa ada yang menganggu dan kita akan bebas melakukan apa pun tanpa ada halangan.
Seketika tubuhku meremang, mengingat bagaimana dulu bulan madu, mas Asrul menyewa satu villa dan hanya ada kita berdua, sesaat aku tersenyum mengingat semuanya.
"Hey ... senyum-senyum," ucap mas Asrul saat sampai di Villa.
"Kita bukan muda lagi mas, jangan aneh-aneh," ucapku Karena mas Asrul akan menggila jika hanya jika berdua.
Seketika mas Asrul tertawa dengan terkekeh. "Kau masih terlihat muda, cantik dan ... membisikkan sesuatu yang membuatku malu."
"Ih ... jangan buat aku malu mas, sembari aku melangkah masuk, ku pindai seluruh ruangan."
"Benar-benar habis aku dua malam di sini bersama mas Asrul," ucapku sembari aku menggelengkan kepala.
"Neng turun, pantai yuk! Mumpung masih sore lihat langitnya cerah."
Turun ke bawah benar-benar sepi tak ada satu orang pun. Serasa pantai ini hanya milik kami berdua, benar-benar mas Asrul menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Hal yang dulu pernah di lakukannya di ulang kembali, mengulang masa masa bulan madu dulu, mas Asrul mencumbuku di pantai ini hingga kami merasa lelah.
Udara semakin dingin kami saling mengeratkan tubuh kami, berjalan berdua menyusuri pantai dan akhirnya kembali ke villa.
"Mas, aku mau mandi dulu, sudah lengket semua tubuhku. Saat aku mandi entah mas Asrul pergi ke mana tapi begitu aku keluar dari kamar mandi mas Asrul sudah menyiapkan semua makanan dan tertata rapi di meja.
Menatapku lekat seakan tak ingin melepas pandangannya sedikit pun dari ku.
"Setelah makan kita jalan jalan Neng. Tapi aku menggeleng. capek mas, tidur saja," ucapku sembari menyisir rambutku yang basah.
Tak menyahuti ucapanku tapi kini tersenyum menatap ku dan mendekat. "Hm ... boleh-boleh kita jalan-jalan," jawabku tergagap.
"M ... sudah batal nggak ada jalan-jalan, kita jalan jalan sendiri," ucapnya lagi .
"Pasti ini lagi," ucapku sembari memasukkan strobery ke mulutnya.
Setelah ini tak ada perdebatan antara kami, hanya menikmati dingin nya malam dan menatap bintang bintang di langit. "Jangan pernah menolakku, aku akan menghabiskan waktu dua hari bersamamu seperti ini Neng, sembari merengkuh tubuhku dan mencium lembut bibirku.
END